<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710</id><updated>2012-02-16T19:24:45.806+07:00</updated><category term='Hari kiamat'/><category term='Hukum'/><category term='Jalan lurus'/><category term='Do&apos;a'/><category term='Sejarah'/><category term='Petunjuk'/><category term='Puasa'/><category term='Fakta'/><category term='Kisah'/><title type='text'>Van Explore</title><subtitle type='html'>Berbagi cerita , Ilmu , Pengalaman, Unik , Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4630482118761270276</id><published>2011-12-13T17:26:00.002+07:00</published><updated>2011-12-13T17:26:54.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Hukum melakukan operasi kecantikan (Operasi plastik dan sejenisnya)</title><content type='html'>&lt;div class="photo left"&gt;           &lt;a href="http://static.arrahmah.com/images/stories/2011/11/operasi-plastik.jpg"&gt;       &lt;img src="http://static.arrahmah.com/images/_t/r_w_285/stories/2011/11/operasi-plastik.jpg" /&gt;      &lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;Apabila tubuh seorang wanita berubah drastis akibat kehamilan  sehingga ia malu dilihat oleh sang suami dalam keadaan demikian, apakah  ia boleh melakukan operasi kecantikan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pertanyaan Anda -saudariku yang mulia- seputar hukum  melakukan operasi kecantikan (operasi plastik dan sejenisnya), simaklah  dengan seksama intisari masalah tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;Para ahli medis mendefinisikan operasi kecantikan sebagai operasi  yang dilakukan untuk mempercantik bentuk dan rupa bagian-bagian tubuh  lahiriyah seseorang. Kadang kala dilakukan atas kemauan yang  bersangkutan sendiri, dan kadang kala karena darurat (terpaksa).&lt;br /&gt;Operasi kecantikan yang dilakukan karena darurat atau semi darurat  adalah operasi yang terpaksa dilakukan, seperti menghilangkan cacat,  menambah atau mengurangi organ tubuh tertentu yang rusak dan jelek.  Melihat pengaruh dan hasilnya, operasi tersebut sekaligus memperindah  bentuk dan rupa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cacat ada dua jenis:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cacat yang merupakan pembawaan dari lahir. Cacat yang timbul akibat sakit yang diderita.&lt;br /&gt;Cacat pembawaan dari lahir misalnya, bibir sumbing, bentuk  jari-jemari yang bengkok dan lain-lain. Cacat akibat sakit misalnya  cacat yang timbul akibat penyakit kusta (lepra), akibat kecelakaan dan  luka bakar serta lain sebagainya. Sudah barang tentu cacat tersebut  sangat mengganggu penderita secara fisik maupun psikis. Dalam kondisi  demikian syariat membolehkan si penderita menghilangkan cacat,  memperbaiki atau mengurangi gangguan akibat cacat tersebut melalui  operasi. Sebab cacat tersebut mengganggu si penderita secara fisik  maupun psikis sehingga ia boleh mengambil dispensasi melakukan operasi.  Dan juga karena hal itu sangat dibutuhkan si penderita. Kebutuhan  mendesak kadang kala termasuk darurat sebagai salah satu alasan  keluarnya dispensasi hukum. Setiap operasi yang tergolong sebagai  operasi kecantikan yang memang dibutuhkan guna menghilangkan gangguan,  hukumnya boleh dilakukan dan tidak termasuk merubah ciptaan Allah.&lt;br /&gt;Dibawah ini kami akan membawakan penjelasan Imam An-Nawawi untuk  membedakan antara operasi kecantikan yang dibolehkan dan yang  diharamkan:&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan hadits Rasulullah yang berbunyi:&lt;br /&gt;“Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk  ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur,  yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.”  (H.R Muslim No:3966.)&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi menjelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Al-Wasyimah”&lt;/strong&gt; adalah wanita yang mentato. Yaitu  melukis punggung telapak tangan, pergelangan tangan, bibir atau anggota  tubuh lainnya dengan jarum atau sejenisnya hingga mengeluarkan darah  lalu dibubuhi dengan tinta untuk diwarnai. Perbuatan tersebut haram  hukumnya bagi yang mentato ataupun yang minta ditatokan. Sementara  an-naamishah adalah wanita yang menghilangkan atau mencukur bulu wajah.  Adapun al-mutanammishah adalah wanita yang meminta dicukurkan. Perbuatan  ini juga haram hukumnya, kecuali jika tumbuh jenggot atau kumis pada  wajah wanita tersebut, dalam kasus ini ia boleh mencukurnya. Sementara  al-mutafallijat adalah wanita yang menjarangkan giginya, biasa dilakukan  oleh wanita-wanita tua atau dewasa supaya kelihatan muda dan lebih  indah. Karena jarak renggang antara gigi-gigi tersebut biasa terdapat  pada gadis-gadis kecil. Apabila seorang wanita sudah beranjak tua  giginya akan membesar, sehingga ia menggunakan kikir untuk mengecilkan  bentuk giginya supaya lebih indah dan agar kelihatan masih muda.&lt;br /&gt;Perbuatan tersebut jelas haram hukumnya baik yang mengikir ataupun  yang dikikirkan giginya berdasarkan hadits tersebut di atas. Dan  tindakan itu juga termasuk merubah ciptaan Allah, pemalsuan dan  penipuan. Adapun sabda nabi: “Yang mengikir giginya supaya kelihatan  cantik” maknanya adalah yang melakukan hal itu untuk mempercantik diri.  Sabda nabi tersebut secara implisit menunjukkan bahwa yang diharamkan  adalah yang meminta hal itu dilakukan atas dirinya dengan tujuan untuk  mempercantik diri. Adapun bila hal itu perlu dilakukan untuk tujuan  pengobatan atau karena cacat pada gigi atau sejenisnya maka hal itu  dibolehkan, wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim karangan Imam An-Nawawi  XIII/107).&lt;br /&gt;Suatu permasalahan yang perlu disinggung di sini ialah para ahli  medis operasi kecantikan tersebut biasanya tidak membedakan antara  kebutuhan yang menimbulkan bahaya dengan kebutuhan yang tidak  menimbulkan bahaya. Yang menjadi interest mereka hanyalah mencari  keuntungan materi, dan memberi kepuasan kepada pasien dan pengikut hawa  nafsu, materialis dan penyeru kebebasan. Mereka beranggapan setiap orang  bebas melakukan apa saja terhadap tubuhnya sendiri. Ini jelas sebuah  penyimpangan. Karena pada hakikatnya jasad ini adalah milik Allah,  Dia-lah yang menetapkan ketentuan-ketentuan berkenaan dengannya  sekehendak-Nya. Allah telah menjelaskan kepada kita metoda-metoda yang  telah diikrarkan Iblis untuk menyesatkan bani Adam, di antaranya adalah  firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan aku akan suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar merobahnya.” (Q:S 4:119)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pelaksanaan operasi kecantikan yang diharamkan karena  tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dispensasi syar’i yang disepakati dan  karena termasuk mempermainkan ciptaan Allah serta hanya bertujuan  mencari keindahan dan kecantikan semata, misalnya memperindah payu dara  dengan mengecilkan atau membesarkannya atau operasi untuk menghilangkan  kesan ketuaan, misalnya mengeritingkan rambut atau sejenisnya. Dalam hal  ini syariat tidak membolehkannya. Karena tidak ada kebutuhan yang  darurat untuk melakukan hal itu. Hal itu dilakukan semata-mata untuk  merobah dan mempermainkan ciptaan Allah sesuai dengan hawa nafsu dan  syahwat manusia. Hal itu jelas haram dan terlaknat pelakunya. Dan juga  karena termasuk dalam dua perkara yang disebutkan dalam hadits di atas,  yaitu hanya ingin mempercantik diri dan merubah ciptaan Allah. Ditambah  lagi operasi kecantikan semacam itu banyak mengandung unsur penipuan dan  pemalsuan. Demikian pula injeksi dengan zat-zat yang diambil secara  haram dari janin yang gugur, yang mana perbuatan tersebut merupakan  kejahatan serius, dan efek samping serta mudharat lainnya yang timbul  akibat operasi kecantikan sebagaimana dijelaskan oleh pakar-pakar  kedokteran.&lt;br /&gt;(Silakan baca buku Ahkamul Jirahah karangan Dr.Muhammad Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqiithi).&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas -saudariku penanya yang terhormat- dapat  kita simpulkan: Apabila cacat atau kekurangan yang ada pada diri saudari  termasuk kategori darurat (seperti karena kecelakaan dan sakit) yang  menyulitkan diri saudari atau menyebabkan suami menjauhkan diri  misalnya, bukan dilakukan untuk mempercantik diri dan hanya untuk  menghilangkan kecacatan semata dan untuk menghilangkan atau menekan  kesulitan, maka operasi kecantikan tersebut boleh saudari lakukan inysa  Allah, &lt;em&gt;Wallahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4630482118761270276?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4630482118761270276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/hukum-melakukan-operasi-kecantikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4630482118761270276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4630482118761270276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/hukum-melakukan-operasi-kecantikan.html' title='Hukum melakukan operasi kecantikan (Operasi plastik dan sejenisnya)'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4467056994492264767</id><published>2011-12-13T17:25:00.002+07:00</published><updated>2011-12-13T17:25:43.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Hukum pengobatan penyakit lemah syahwat</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="photo "&gt;           &lt;a href="http://static.arrahmah.com/images/stories/2011/10/pengobatan-alternatif-herbal.jpg"&gt;       &lt;img src="http://static.arrahmah.com/images/_t/r_w_285/stories/2011/10/pengobatan-alternatif-herbal.jpg" /&gt;      &lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;Bolehkah mencari pengobatan penyakit lemah syahwat?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAWABAN:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, boleh hukumnya mencari pengobatan penyakit lemah  syahwat. Karena hal itu tergolong penyakit, dan secara umum syariat  telah membolehkan pengobatan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam  bersabda: &lt;em&gt;“Wahai hamba Allah berobatlah, sebab Allah telah menurunkan obat  bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit. Para  sahabat bertanya: “Apa gerangan penyakit itu wahai Rasulullah?” beliau  menjawab: “Penyakit pikun”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(H.R Tirmidzi No:1961 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih XX/202)&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah Allah turunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan  juga obatnya. Sebagian orang ada yang mengetahuinya dan sebagian lagi  tidak mengetahuinya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(H.R Ahmad No:3397 lafal matan ini adalah riwayat beliau, Al-Bukhari No:5246)&lt;br /&gt;Obat dan pengobatannya harus memenuhi persyaratan berikut ini:&lt;br /&gt;Tidak menimbulkan efek samping yang lebih besar bahayanya, seperti  menimbulkan penyakit lain yang lebih parah atau kematian. Sebab beberapa  obat lemah syahwat dapat menimbulkan efek samping seperti itu. Tidak  dengan perkara yang diharamkan, seperti khamar, najis dan daging yang  tidak halal dimakan. Jangan sampai membuka aurat. Jangan mempergunakan  sebelum konsultasi dengan dokter yang ahli lagi terpercaya. Wallahu  a’lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Islam Tanya &amp;amp; Jawab&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4467056994492264767?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4467056994492264767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/hukum-pengobatan-penyakit-lemah-syahwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4467056994492264767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4467056994492264767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/hukum-pengobatan-penyakit-lemah-syahwat.html' title='Hukum pengobatan penyakit lemah syahwat'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-1779365579342508759</id><published>2011-12-13T17:18:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T17:18:03.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Berhutang untuk melaksanakan haji</title><content type='html'>&lt;div class="info"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo left"&gt;           &lt;a href="http://static.arrahmah.com/images/stories/2011/10/hajj-tawaf1.jpg"&gt;       &lt;img src="http://static.arrahmah.com/images/_t/r_w_285/stories/2011/10/hajj-tawaf1.jpg" /&gt;      &lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Soal:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa hukum meminjam uang atau berhutang untuk melaksanakan ibadah haji?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berharap mampu untuk melunasi hutang tersebut, dan menurut dugaan kuat ia memang mampu untuk melunasinya, maka &lt;em&gt;insya Allah&lt;/em&gt;  tidak mengapa ia berhutang untuk membiayai ibadah haji. Adapun apabila  menurut dugaan kuat ia tidak mampu melunasi hutang tersebut, maka hukum  asalnya ia tidak wajib melaksanakan haji.”&lt;br /&gt;Syaikh Dr. Abdul Karim bin Abdullah Al-Khudhair&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-1779365579342508759?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/1779365579342508759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/berhutang-untuk-melaksanakan-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1779365579342508759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1779365579342508759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/12/berhutang-untuk-melaksanakan-haji.html' title='Berhutang untuk melaksanakan haji'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-3105506818959372503</id><published>2011-07-15T13:19:00.000+07:00</published><updated>2011-07-15T13:19:57.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Perbaiki Wudhuk anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://santosopreunership.files.wordpress.com/2009/12/wudu.png"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="104" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn%3A7kAwh4E0QzQdxM%3Ahttp%3A%2F%2Fsantosopreunership.files.wordpress.com%2F2009%2F12%2Fwudu.png&amp;amp;w=130&amp;amp;h=104" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;Hai kawan kawan, siapa yang tahu  apa itu rukun islam yang kedua ?? Kalau yang jawabnya bukan Sholat lebih  baik belajar lagi deh, masuk TPA lagi hihi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yupz sholat adalah perkara wajib bagi  setiap muslim yang sudah baligh. Tapi sebelum kita berbicara masalah  sholat, lebih baik kita membahas wudhunya dulu. Karena wudhu itu adalah  sebuah &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; (petunjuk) yang berhukum wajib, ketika seseorang  mau menegakkan sholat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Al-Hafizh Ibnu Hajar  Asy-Syafi’iy&lt;/b&gt; -&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;- berkata, &lt;i&gt;“Kata wudhu’  terambil dari kata al-wadho’ah/kesucian &lt;/i&gt;(&lt;b&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif; font-size: small;"&gt;الْوَضَاءَةُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  )&lt;i&gt;. Wudhu disebut demikian, karena orang yang sholat membersihkan  diri dengannya. Akhirnya, ia menjadi orang yang suci”.&lt;/i&gt; [Lihat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Fathul  Bariy &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(1/306)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-813"&gt;&lt;/span&gt;Adapun makna  wudhu’ menurut tinjauan syari’at, kata Syaikh Sholih Ibnu Ghonim  As-Sadlan -&lt;i&gt;hafizhohullah&lt;/i&gt;-,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;مَعْنَى  الْوُضُوْءِ : اسْتِعْمَالُ مَاءٍ طَهُوْرٍ فِي اْلأَعْضَاءِ اْلأَرْبَعَةِ  عَلَى صِفَةٍ مَخْصُوْصَةٍ فِي الشَرْعِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Makna wudhu’ adalah menggunakan  air yang suci lagi menyucikan pada anggota-anggota badan yang empat  (wajah, tangan, kepala, dan kaki) berdasarkan tata cara yang khusus  menurut syari’at”. &lt;/i&gt; [Lihat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Risalah fi Al-Fiqh  Al-Muyassar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (hal. 19)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah setelah kita tahu wudhu itu apa,  mari kita bahas tentang masalah kewajiban-kewajiban dalam wudhu (&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif; font-size: small;"&gt;فُرُوْضٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ), yakni anggota-anggota badan mana  saja yang harus dan wajib dibasuh (dicuci). Kewajiban-kewajiban (&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  فُرُوْضٌ&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;) tersebut adalah:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membasuh wajah. Termasuk wajah, adalah hidung, dan mulut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membasuh kedua tangan sampai kepada dua siku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengusap kepala (termasuk kepala, adalah kedua telinga kita)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membasuh kedua kaki sampai kepada kedua mata kaki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukannya secara berurutan sesuai yang disebutkan dalam Al-Qur’an  (QS. Al-Maa’idah : 6)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan secara beruntun, tanpa selang waktu yang lama.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi intinya jika salah satu dari  kewajiban wudhu tersebut kita lewatkan maka wudhu kita gak akan sah,  walau kita ngabisin air sekolam tapi kalau gak tertib dalam melaksanakan  kewajiban wudhunya maka percuma saja wudhunya gak sah. Kalau wudhunya  aja udah gak sah, apalagi sholatnya yah? Hmm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah -&lt;i&gt;Azza wa Jalla&lt;/i&gt;-  berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Hai orang-orang yang beriman,  apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan  tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai  dengan kedua mata kaki”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt; (QS. Al-Maa’idah : 6) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sebagian sahabat Nabi -&lt;i&gt;Shallallahu  alaihi wa sallam&lt;/i&gt;- pernah berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;أَنَّ  النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يُصَلّيِْ  وَفِي ظَهْرِ قَدَمِهِ لُمْعَةٌ قَدْرَ الدِّرْهَمِ لَمْ يُصِبْهَا  الْمَاءُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ  يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلاَةَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Nabi -Shallallahu alaihi wa  sallam- pernah melihat seseorang melakukan sholat, sedang pada punggung  kakinya terdapat lum’ah (bagian yang tak tercuci) seukuran uang dirham  yang tak terkena air wudhu. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pun  memerintahkannya untuk mengulangi wudhu’ dan sholatnya”.&lt;/i&gt; [HR. Abu  Dawud dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sunan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-nya (1/216), dan Ahmad  (14948). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Irwa'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (86)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah kawan-kawanku, ketika seseorang  berwudhu, maka ada beberapa perkara yang perlu diingat bahwa saat  mengusap kepala, hendaknya jangan lupa mengusap kedua telinga karena  keduanya termasuk kategori kepala. Oleh karenanya, Nabi -Shallallahu  alaihi wa sallam- pernah bersabda usai mengusap kepala dan telinganya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;الاُذُنَانِ  مِنْ الرَّأْسِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Kedua telinga termasuk kepala”.&lt;/i&gt;  [HR. Abu Dawud (134), At-Tirmidziy (37), dan Ibnu Majah (444). Hadits  ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash-Shohihah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (36)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan perkara lain yang perlu ditoleh  ketika berwudhu’ –&lt;b&gt;khususnya saat membasuh wajah&lt;/b&gt;-,  berkumur-kumur, dan menghirup air ke dalam hidung dari satu telapak  tangan, lalu menyemburkannya. Berkumur dan menghirup air ke hidung  merupakan kewajiban yang masuk dalam kewajiban membasuh wajah, sebab  mulut dan hidung bagian dari wajah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi -&lt;i&gt;Shallallahu alaihi wa sallam&lt;/i&gt;-  bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;وَإِذَا  تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلِيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لْيَنْتَثِرْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Jika seorang diantara kalian  berwudhu’, maka hendaknya memasukkan air dalam hidungnya, lalu  semburkanlah”.&lt;/i&gt; [Muslim dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ath-Thoharoh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (237)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau juga bersabda dalam memerintahkan  berkumur,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;إِذَا  تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Jika engkau berwudhu’, maka  berkumur-kumurlah”.&lt;/i&gt; [HR. Abu Dawud dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sunan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-nya  (144). Hadits ini di-&lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Shohih  Sunan Abi Dawud &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(1/48/no. 144), cet. Maktabah Al-Ma'arif,  1421 H]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam hadits ini terdapat perintah  berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, lalu menyemburkannya. Ini  menunjukkan wajibnya kedua perkara itu, sebab segala yang diperintahkan  beliau hukumnya wajib, kecuali jika ada dalil lain yang memalingkan  hukumnya menjadi mustahab atau mubah, sedang dalam perkara ini tak ada  dalil yang memalingkannya. &lt;b&gt;Jadi, hukumnya tetap wajib.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tolong juga diperhatikan beberapa  kesalahan dalam berwudhu yang mungkin sering kita lakukan diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Memisahkan Antara Kumur-Kumur  dan Menghirup Air.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu dengan cara mengambil air  tersendiri untuk dihirup selain dari air untuk berkumur-kumur, merupakan  kesalahan yang hampir merata di tengah masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang benar adalah yang seperti  diterangkan dalam hadits Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt; ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt;  alaihi wa alihi wa sallam&lt;/i&gt; yaitu tentang tiga &lt;i&gt;kaifiyah&lt;/i&gt;  ‘cara’ dalam berkumur-kumur dan menghirup air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Pertama&lt;/b&gt; ,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;berkumur-kumur  dan menghirup air secara bersamaan dari satu telapak tangan sebanyak  tiga kali cidukan. Hal ini diterangkan dalam beberapa hadits, di  antaranya hadits ‘Abdullah bin Zaid riwayat Bukhary-Muslim,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;فَتَمَضْمَضَ  وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثًا &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Maka beliau berkumur-kumur dan  menghirup air dari satu telapak tangan. Beliau mengerjakan itu sebanyak  tiga kali.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Kedua&lt;/b&gt; ,berkumur-kumur  dan menghirup air secara bersamaan sebanyak tiga kali dari satu kali  cidukan air dengan satu telapak tangan. Cara ini, walaupun agak sulit  diterapkan, tetapi memungkinkan dan bisa dilakukan, sebab &lt;i&gt;kaifiyah&lt;/i&gt;  ini telah diterangkan dalam hadits ‘Abdullah bin Zaid riwayat Bukhary,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;فَمَضْمَضَ  وَاسْتَنْثَرَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ مِنْ غُرْفَةٍ وَاحِدَةٍ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Maka beliau berkumur-kumur dan  (menghirup air lalu) mengeluarkannya sebanyak tiga kali dari satu  cidukan.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Ketiga&lt;/b&gt; ,  berkumur-kumur tiga kali lalu menghirup air tiga kali dari satu kali  cidukan dengan satu telapak tangan. Hal ini dijelaskan dalam hadits ‘Ali  bin Abi Thalib,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ  الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ فَمَضْمَضَ ثَلاَثًا وَاسْتَنْشَقَ ثَلاَثًا &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Kemudian beliau memasukkan tangan  kanannya ke dalam bejana lalu berkumur-kumur tiga kali dan menghirup air  tiga kali.” &lt;/i&gt; (diriwayatkan oleh&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Abu Daud,  An-Nasa`i&lt;b&gt; &lt;/b&gt;dan lain-lain, dan dishahihkan oleh Syaikh  Muqbil dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt; Jami’ Ash-Shahih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan Al-Hafizh,  dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt; At-Talkhish&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; , menyebutkan jalan-jalan  yang banyak dari hadits ini)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun hadits ini mengandung &lt;i&gt;ihtimal&lt;/i&gt;  ‘kemungkinan’, tetapi zhahirnya menunjukkan &lt;i&gt;kaifiyah&lt;/i&gt;  tersendiri. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca &lt;b&gt;&lt;i&gt; Ikhtiyarat Ibnu  Qudamah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; 1/158, &lt;b&gt;&lt;i&gt; Al-Mughny&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  1/170-171, dan &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Al-Majmu’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; 1/397-398.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lalai Dalam Menyempurnakan Wudhu  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu yang menyebabkan ada bagian dari  anggota wudhu (anggota badan dalam berwudhu) yang terluput dari basuhan  air, ini adalah kesalahan besar, apalagi kalau yang terluput dari  basuhan air itu adalah anggota yang merupakan rukun wudhu, maka wudhu  dianggap batal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt;  ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt; alaihi wa alihi wa sallam&lt;/i&gt; mengajar seseorang yang jelek  shalatnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;إِذَا قُمْتَ إِلَى  الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Jika kamu hendak shalat, maka  sempurnakanlah wudhu.”&lt;/i&gt; (diriwayatkan oleh Bukhary-Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mencuci Anggota Wudhu Lebih Dari  Tiga Kali &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt; ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt;  alaihi wa alihi wa sallam&lt;/i&gt; , dalam mencuci anggota wudhu,  mencontohkan beberapa &lt;i&gt;kaifiyah&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang beliau mencuci anggota wudhunya &lt;b&gt;tiga-tiga  kali&lt;/b&gt;, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang sangat  banyak, seperti hadits ‘Utsman bin ‘Affan riwayat Bukhary-Muslim dan  hadits ‘Abdullah bin Zaid riwayat Bukhary-Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang pula beliau mencuci anggota  wudhunya &lt;b&gt;dua-dua kali&lt;/b&gt;, sebagaimana dalam hadits  ‘Abdullah bin Zaid riwayat Bukhary,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;أَنَّ النَّبِيَّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ  مَرَّتَيْنِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Sesungguhnya Nabi shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt;  ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt; alaihi wa alihi wa sallam berwudhu 2 kali 2 kali.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang beliau juga mencuci anggota  wudhunya &lt;b&gt;satu-satu kali&lt;/b&gt;, dan ini merupakan batasan  wajibnya. Hal ini diterangkan oleh Ibnu ‘Abbas dalam riwayat Bukhary,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif;"&gt;تَوَضَّأَ النَّبِيُّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Nabi shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt; ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt;  alaihi wa alihi wa sallam berwudhu satu kali satu kali.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengusap Kepala Tiga Kali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengusap kepala tiga kali juga termasuk  kesalahan-kesalahan dalam wudhu karena hal tersebut tidak dibangun di  atas landasan yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi yang benar itu ketika kita mengusap  kepala 1 kali ke belakang lalu ditarik ke depan lagi maka sapuan airnya  itu langsung di sapukan lagi ke telinga kita. Kan kebanyakan dari kita  dalam membasuh kepala dan telinga itu suka dipisah pisah secara 3 kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalil akan kuatnya pendapat ini sangat  banyak, di antaranya:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hadits ‘Abdullah bin Zaid riwayat Bukhary-Muslim,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times,serif; font-size: small;"&gt;ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ  فَأَقْبَلَ وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Kemudian beliau mengusap kepalanya  mengedepankan dan mengebelakangkannya satu kali.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hadits ‘Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika beliau  mencontohkan wudhu Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu &lt;/i&gt;&lt;i&gt; ‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt;  alaihi wa alihi wa sallam&lt;/i&gt; ,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ مَرَّةً  وَاحِدَةً &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Kemudian beliau mengusap  kepalanya satu kali&lt;/i&gt;&lt;i&gt; .”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riwayat Abu Daud no. 111, Tirmidzy no.  48, An-Nasa`i no. 92, Ahmad 1/154, Al-Baihaqy 1/68, Al-Maqdasy no. 642,  dan lain-lain. Dishahihkan oleh &lt;i&gt;Syaikhuna&lt;/i&gt; Muqbil dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;  Al-Jami’ Ash-Shahih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebih jelasnya lihat gambar :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Terlebih dahulu berniatlah untuk  berwudhu. Tidak usah dilafadzkan, cukup dalam hati saja. Dari Umar RA,  dia berkata aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “&lt;i&gt;Bahwa  sesungguhnya setiap amalan itu dengan niat&lt;/i&gt;” (&lt;b&gt;Riwayat  al-Bukhari di dalam muqaddimah sahihnya dan Imam Muslim hadis no:1908 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- &lt;/b&gt;Membaca basmalah  yakni ‘ بسم الله ‘ (bismillah) yang bermaksud “&lt;i&gt;Dengan nama Allah&lt;/i&gt;”.  Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam:&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7075661164063208710&amp;amp;postID=3105506818959372503" name="_ftnref1" title="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;لا صلاة لمن لا وضوء له، ولا وضوء لمن لم يذكر اسم  اللّه تعالى عليه&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7075661164063208710&amp;amp;postID=3105506818959372503" name="_ftnref1" title="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;Maksudnya:  “&lt;i&gt;Tiada sholat untuk siapa yang tidak berwudhu baginya, tiada wudhu’  untuk siapa yang tidak menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/i&gt;.” &lt;b&gt;  Riwayat Abu Daud (101), Ibn Majah (399) dan at-Tirmizi (26). Al-Albani  menyatakan ia sahih, Sahih al-Jami’ as-Shoghir (7514)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1). Mencuci kedua pergelangan tangan  sebanyak tiga kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" height="236" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu11.jpg?w=179&amp;amp;h=236" width="179" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2). &lt;a href="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu2a.JPG"&gt;&lt;img alt="" class="alignright" height="195" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu2a.JPG?w=151&amp;amp;h=195" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;Memasukkan air ke dalam mulut dan  hidung dengan serentak sebanyak tiga kali kemudian menghembuskannya  keluar. Air itu dimasukkan ke dalam mulut dan hidung dengan menggunakan  tangan kanan. Kemudian air tersebut dikeluarkan menggunakan tangan kiri.  Hal ini diterangkan dalam hadis berikut:&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;وعن عبد خير قال نحن جلوس ننظر  إلي علي حين توضأ فأدخل يده اليمنى فملأ فمه فمضمض واستنشق ونثر بيده  اليسرى فعل هذا ثلاث مرات ثم قال من سره أنينظر إلى طهور رسول الله صلى  الله عليه وسلم فهذا طهوره&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu2b.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="230" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu2b.jpg?w=163&amp;amp;h=230" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Abd Khair, dia berkata kami  duduk-duduk dan melihat Ali &lt;i&gt;Rhadiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika beliau  berwudhu’, dia memasukkan air ke dalam mulut dan hidungnya dengan  menggunakan tangan kanan kemudian mengeluarkannya dengan menggunakan  tangan kiri. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali. Kemudian  Ali &lt;i&gt;Rhadiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata: “Barangsiapa ingin melihat cara  Rasulullah &lt;i&gt;Shalallahu ‘alaihi wassalam&lt;/i&gt; berwudhu’, maka  beginilah cara wudhu’nya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasukkan air ke dalam hidung hendaklah  dilakukan dengan bersungguh-sungguh kecuali ketika berpuasa. Sabda  Rasulullah &lt;i&gt;Shalallahu ‘alaihi wassalam&lt;/i&gt;: “Bersungguh-sungguhlah  dalam memasukkan air ke dalam hidung melainkan ketika kamu berpuasa”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3). Membasuh muka sebanyak tiga kali.  Kawasan muka ialah dari pangkal tumbuhnya rambut hingga bawah dagu atau  janggut. Dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="200" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu3.jpg?w=274&amp;amp;h=200" width="274" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4). Jika rambut yang tumbuh pada wajah  tidak terlalu tebal, maka wajib membasuhnya sehingga kulit yang  dilindungi bulu-bulu tersebut. Sedangkan jika terlalu tebal, cukup  dengan hanya membasuhnya sahaja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu4.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="216" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu4.jpg?w=183&amp;amp;h=216" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(5). Membasuh tangan dari hujung tangan hingga ke siku sebanyak tiga  kali.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="216" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu5.jpg?w=175&amp;amp;h=216" width="175" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(6). Menyapu keseluruhan kepala dan  telinga sekali saja. Kedua-dua telinga adalah termasuk dalam kawasan  kepala. Rasulullah &lt;i&gt;Shalallahu ‘alaihi wassalam&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;  bersabda: “Kedua telinga adalah daripada kepala.”&lt;/div&gt;&lt;img alt="" height="138" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu61.jpg?w=467&amp;amp;h=138" width="467" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(7). Cara menyapu kepala ialah dengan  meratakan air ke seluruh kepala dan setelah itu kedua-dua jari telunjuk  digunakan untuk membersihkan bagian dalam telinga manakala kedua-dua ibu  jari pula digunakan untuk membersihkan bahagian belakang telinga.&lt;/div&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="165" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu7.jpg?w=165&amp;amp;h=165" width="165" /&gt;&lt;br /&gt;(8). Membasuh kaki dari ujung jari hingga ke buku kaki sebanyak tiga  kali.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="183" src="http://mydin.files.wordpress.com/2007/10/wudhu81.jpg?w=168&amp;amp;h=183" width="168" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- &lt;/b&gt;Setelah melakukan  hal-hal di atas, hendaklah membaca doa selepas wudhu’ yang wujud di  dalam sunnah. Ada beberapa jenis bentuk doa setelah berwudhu’,  antaranya:&lt;br /&gt;Umar Ibn Khattab Radiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah S&lt;i&gt;halallahu  ‘alaihi wassalam&lt;/i&gt; bersabda: “Tidaklah siapa di antara kamu yang  melakukan wudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian membaca:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له  وأشهد أن محمدا عبده ورسوله&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ashhadu anlaa ilaaha illallaahu  wahdahu laa shareekalahu washhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasooluhu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang  berhak disembah melainkan Allah yang Esa yang tiada sekutu bagiNya dan  aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad itu hambaNya dan RasulNya) melainkan  kesemua delapan pintu syurga akan dibuka untuknya- dan dia akan  memasukinya melalui mana-mana pintu yang dia kehendaki. &lt;b&gt;(Riwayat  Muslim: 234, Abu Daud:169, at-Tirmizi:55, an-Nasai:148 dan Ibn  Majah:470)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam riwayat at-Tirmizi ditambah  kalimat di bawah kepada doa di atas:&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;اللهم اجعلني من التوبين و  اجعلني من المتطهرين&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Allahummaj’alni minat tawwabin, waj  ‘alni minal mutatohhirin&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Ya Allah, jadikanlah aku dari kalangan  manusia yang bertaubat dan jadikanlah aku dari mereka yang bersuci.) &lt;b&gt;(&lt;/b&gt;  &lt;b&gt;Di nilai Sahih oleh al-Albani )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahua’alam&lt;b&gt; &lt;/b&gt;( Disusun  oleh &lt;a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/"&gt;Kang Ian Abu Hanzhalah&lt;/a&gt;  )&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Sumber : &lt;a href="http://an-nashihah.com/?p=63"&gt;disini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://mydin.wordpress.com/islam/wudhu/"&gt;disini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://almakassari.com/artikel-islam/fiqh/beginilah-cara-wudhu-dalam-sunnah.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-3105506818959372503?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/3105506818959372503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/perbaiki-wudhuk-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3105506818959372503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3105506818959372503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/perbaiki-wudhuk-anda.html' title='Perbaiki Wudhuk anda'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-2732355800888210559</id><published>2011-07-15T13:08:00.000+07:00</published><updated>2011-07-15T13:08:05.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>TARAWIH ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1.  Pensyari’atannya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="160" src="http://portalwongsukses.files.wordpress.com/2009/09/tarawih-risalah-new.jpg?w=143&amp;amp;h=160" width="143" /&gt;Shalat tarawih disyari’atkan secara  berjama’ah berdasarkan hadits Aisyah  Radhiyallahu ‘anha : “Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada  suatu malam keluar dan shalat di  masjid, orang-orang pun ikut shalat  bersamanya, dan mereka  memperbincangkan shalat tersebut, hingga  berkumpullah banyak orang,  ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat  bersamanya, mereka  meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah  penghuni masjid pada  malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa  sallam keluar dan  shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu  menampung jama’ah,  hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat  Shubuh. Setelah  selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat  kemudian  bersabda (yang artinya) : “ Amma ba’du. Sesungguhnya aku  mengetahui  perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas  kalian,  sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya”. Rasulullah  Shallallahu  ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi  melakukan  shalat tarawih secara berjama’ah” [Hadits Riwayat Bukhari  3/220 dan  Muslim 761]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam menemui Rabbnya (dalam  keadaan seperti  keterangan hadits  diatas) maka berarti syari’at ini  telah tetap, maka shalat tarawih  berjama’ah disyari’atkan karena  kekhawatiran tersebut sudah hilang dan  ‘illat telah hilang (juga).  Sesungguhnya ‘illat itu berputar bersama  ma’lulnya, adanya atau tidak  adanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang menghidupkan kembali sunnah ini  adalah Khulafa’ur Rasyidin Umar  bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu  sebagaimana dikabarkan yang  demikian oleh Abdurrahman bin Abdin  Al-Qoriy[1] beliau berkata : “Aku  keluar bersama Umar bin Al-Khaththab  Radhiyallahu ‘anhu suatu malam di  bulan Ramadhan ke masjid, ketika itu  manusia berkelompok-kelompok[2] Ada  yang shalat sendirian dan ada yang  berjama’ah, maka Umar berkata : “Aku  berpendapat kalau mereka  dikumpulkan dalam satu imam, niscaya akan  lebih baik”. Kemudian beliau  mengumpulkan mereka dalam satu jama’ah  dengan imam Ubay bin Ka’ab,  setelah itu aku keluar bersamanya pada satu  malam, manusia tengah  shalat bersama imam mereka, Umar-pun berkata,  “Sebaik-baik bid’ah  adalah ini, orang yang tidur lebih baik dari yang  bangun, ketika itu  manusia shalat di awal malam”.[Dikeluarkan Bukhari  4/218 dan  tambahannya dalam riwayat Malik 1/114, Abdurrazaq 7733]&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1334"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;2. Jumlah raka’atnya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia berbeda pendapat tentang batasan  raka’atnya, pendapat yang  mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa sallam adalah delapan  raka’at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah  Radhiyallahu ‘anha (yang  artinya) : “ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam tidak pernah shalat  malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih  dari sebelas raka’at”  [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736  Al-Hafidz berkata (Fath  4/54)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang telah mencocoki Aisyah adalah Ibnu  Umar Radhiyallahu anhuma, beliau  menyebutkan, “Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa sallam menghidupkan malam  Ramadhan bersama manusia delapan raka’at  kemudian witir [Dikeluarkan  oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 920,  Thabrani dalam As-Shagir halaman  108 dan Ibnu Nasr (Qiyamul Lail)  halaman 90, sanadnya hasan sebagaimana  syahidnya.]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Umar bin Al-Khaththab  menghidupkan sunnah ini beliau mengumpulkan  manusia dengan sebelas  raka’at sesuai dengan sunnah shahihah,  sebagaimana yang diriwayatkan  ole Malik 1/115 dengan sanad yang shahih  dari jalan Muhammad bin Yusuf  dari Saib bin Yazid, ia berkata : “Umar  bin Al-Khaththab menyuruh Ubay  bin Ka’ab dan Tamim Ad-Daari untuk  mengimami manusia dengan sebelas  raka’at”. Ia berkata : “Ketika itu imam  membaca dua ratus ayat hingga  kami bersandar/bertelekan pada tongkat  karena lamanya berdiri, kami  tidak pulang kecuali ketika furu’ fajar”  [Furu' fajar : awalnya,  permulaan].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riwayat beliau ini diselisihi oleh Yazid  bin Khashifah, beliau berkata :  “Dua puluh raka’at”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riwayat Yazid ini syadz  (ganjil/menyelisihi yang lebih shahih), karena  Muhammad bin Yusuf lebih  tsiqah dari Yazid bin Khashifah. Riwayat Yazid  tidak bisa dikatakan  ziyadah tsiqah kalau kasusnya seperti ini, karena  ziyadah tsiqah itu  tidak ada perselisihan, tapi hanya sekedar tambahan  ilmu saja dari  riwayat tsiqah yang pertama sebagaimana (yang disebutkan)  dalam Fathul  Mughits (1/199), Muhashinul Istilah hal. 185, Al-Kifayah  hal 424-425.  Kalaulah seandainya riwayat Yazid tersebut shahih, itu  adalah  perbuatan, sedangkan riwayat Muhammad bin Yusuf adalah perkataan,  dan  perkataan lebih diutamakan dari perbuatan sebagaiman telah  ditetapkan  dalam ilmu ushul fiqh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdur Razaq meriwayatkan dalam  Al-Mushannaf 7730 dari Daud bin Qais dan  lainnya dari Muhammad bin  Yusuf dari Saib bin Yazid : “Bahwa Umar  mengumpulkan manusia di bulan  Ramadhan, dengan dua puluh satu raka’at,  membaca dua ratus ayat,  selesai ketika awal fajar”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riwayat ini menyelisihi yang  diriwayatkan oleh Malik dari Muhamad bin  Yusuf dari Saib bin Yazid,  dhahir sanad Abdur Razaq shahih seluruh  rawinya tsiqah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang-orang yang berhujjah  dengan riwayat ini, mereka menyangka  riwayat Muhammad bin Yusuf  mudhtharib, hingga selamatlah pendapat  mereka dua puluh raka’at yang  terdapat dalam hadits Yazid bin Khashifah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangkaan mereka ini tertolak, karena  hadits mudhtarib adalah hadits yang  diriwayatkan dari seorang rawi satu  kali atau lebih, atau diriwayatkan  oleh dua orang atau lebih dengan  lafadz yang berbeda-beda, mirip dan  sama, tapi tidak ada yang bisa  menguatkan (mana yang lebih kuat).  [Tadribur Rawi 1/262]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun syarat seperti ini tidak terdapat  dalam hadits Muhammad bin Yusuf  karena riwayat Malik lebih kuat dari  riwayat Abdur Razaq dari segi  hafalan. Kami ketengahkan hal ini kalau  kita anggap sanad Abdur Razaq  selamat dari illat (cacat), akan tetapi  kenyataannya tidak demikian  (karena hadits tersebut mempunyai cacat,  pent) kita jelaskan sebagai  berikut :&lt;br /&gt;1. Yang meriwayatkan Mushannaf dari Abdur Razaq lebih dari seorang,   diantaranya adalah Ishaq bin Ibrahim bin Ubbad Ad-Dabari.&lt;br /&gt;2. Hadits ini dari riwayat Ad-Dabari dari Abdur Razaq, dia pula yang   meriwayatkan Kitabus Shaum [Al-Mushannaf 4/153]&lt;br /&gt;3. Ad-Dabari mendengar dari Abdur Razaq karangan-karangannya ketika   berumur tujuh tahun [Mizanul I'tidal 1/181]&lt;br /&gt;4. Ad-Dabari bukan perawi hadits yang dianggap shahih haditsnya, juga   bukan seorang yang membidangi ilmu ini [Mizanul I'tidal 1/181]&lt;br /&gt;5. Oleh karena itu dia banyak  keliru dalam meriwayatkan dari Abdur   Razaq, dia banyak meriwayatkan dari Abdur Razaq hadits-hadits yang   mungkar, sebagian ahlul ilmi telah mengumpulkan kesalahan-kesalahan   Ad-Dabari dan tashif-tashifnya dalam Mushannaf Abdur Razaq, dalam   Mushannaf [Mizanul I'tidal 1/181]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari keterangan di atas maka jelaslah  bahwa riwayat ini mungkar,  Ad-Dabari dalam meriwayatkan hadits  diselisihi oleh orang yang lebih  tsiqah darinya, yang menentramkan  hadits ini kalau kita nyatakan kalau  hadits inipun termasuk tashifnya  Ad-Dabari, dia mentashifkan dari  sebelas raka’at (menggantinya menjadi  dua puluh satu rakaat), dan engkau  telah mengetahui bahwa dia banyak  berbuat tashif [Lihat Tahdzibut  Tahdzib 6310 dan Mizanul I'tidal 1/181]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu riwayat ini mungkar dan  mushahaf (hasil tashif),  sehingga tidak bisa dijadikan hujjah, dan  menjadi tetaplah sunnah yang  shahih yang diriwayatkan di dalam  Al-Muwatha’ 1/115 dengan sanad Shahih  dari Muhammad bin Yusuf dari Saib  bin Yazid. Perhatikanlah.[3]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Footnote:&lt;br /&gt;[1] Dengan tanwin (‘abdin) dan (alqoriyyi) dengan bertasydid -tanpa   dimudhofkan- lihat Al-Bab fi Tahdzib 3/6-7 karya Ibnul Atsir.&lt;br /&gt;[2]Berkelompok-kelompok tidak ada bentuk tunggalnya, seperti nisa’ ibil   … dan seterusnya&lt;br /&gt;[3]Dan tambahan terperinci mengenai bantahan dari Syubhat ini, maka   lihatlah&lt;br /&gt;a. Al-Kasyfus Sharih ‘an Aghlathis Shabuni fii Shalatit Tarawih oleh   Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid&lt;br /&gt;b. Al-Mashabih fii Shalatit Tarawih oleh Imam Suyuthi, dengan ta’liq   Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, cetakan Dar ‘Ammar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul Asli : Shifat shaum an Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii  Ramadhan,  penulis Syaikh Salim bin  Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan  Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al  islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H.  Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh  terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR),  penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.  Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.(&lt;a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;amp;id_artikel=321"&gt;sumber&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-2732355800888210559?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/2732355800888210559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/tarawih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2732355800888210559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2732355800888210559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/tarawih.html' title='TARAWIH ??'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8916618628499464604</id><published>2011-07-15T13:06:00.000+07:00</published><updated>2011-07-15T13:06:36.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Rahasia Ibadah Shalat tarawih</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="alignleft" height="160" src="http://portalwongsukses.files.wordpress.com/2009/09/tarawih-risalah-new.jpg?w=143&amp;amp;h=160" width="143" /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Oleh : Drs.Achmad Qusyairi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Sebuah hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi  Thalib r.a, bahwa suatu hari Rasullullah saw ditanya oleh sahabatnya,  tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan ramadhan. Maka  Rasullullah saw bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Pertama ;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika  ia baru dilahirkan oleh ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Kedua ;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah swt memberi pengampunan kepadanya dan  kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Ketiga ;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malaikat berseru dari bawah Arsy ; mulailah  beramal semoga allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Keempat :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca  Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Qurâan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Kelima ;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala  orang yang shalat di masjid al haram (masjidil haram) di Makkah, masjid  Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;*Ket. Dalam suatu hadits dijelaskan shalat di  masjidku (Rasullullah) pahalanya dilipat gandakan seratus ribu kali  dibandingkan shalat di masjid lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Keenam;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah akan memberi pahala seperti pahala orang  yang tawaf di-baitul ma’mur, dan batu-batu serta &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tanah  liat memohonkan ampun untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;(subhanallah sungguh luar  biasa, batu dan tanah yang kita injak selama ini, ternyata bisa  memintakan ampunan kepada Allah untuk kita).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam Ketujuh;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian  menolongnya dari kejaran Fir’aun dan Hamman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam kedelapan;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah  Allah berikan kepada nabi Ibrahim a.s&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  kesembilan;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Dia menjadi seperti seorang hamba  Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam kesepuluh;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberikan anugerah kepadanya, berupa  kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam kesebelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan  seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /  husnul khotimah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduabelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Pada hari kiamat nanti wajahnya menjadi bersinar  putih berseri (pada hari kiamat nanti para kekasih Allah yaitu Nabi,  para wali danorang-orang yang sholeh calon penghuni surga, wajahnya  menjadi putih berseri, sebaliknya calon penghuni Neraka sejak  dibangunkan oleh Allah dari kuburnya dengan wajah yang hitam legam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  ketigabelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Pada hari kiamat nanti dijamin aman  dari nasib sial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keempatbelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malaikat datang kepadanya dan menjadi saksi  baginya bahwa ia telah melaksanakan shalat tarawih, maka orang tersebut  pada hari kiamat nanti tidak dihisab oleh Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  kelimabelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Para Malaikat dan semua yang ada di  arsy membaca shalawat untuknya (maksudnya mendoakan dan memohonkan  pengampunan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keenambelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberi jaminan keselamatan dari Neraka,  dan memberi jaminan surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam ketujuhbelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberikan pahala kepadanya sebanyak  pahala para Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam kedelapanbelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Para Malaikat berseru pada orang itu: Hai hamba  Allah ! sesungguhnya Allah telah meridhoi kamu dan kedua orang tuamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  kesembilanbelas;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah mengangkat derajat  orang itu didalam surga firdaus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluh;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberi pahala sebanyak pahala syuhada dan  sholihin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhsatu;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah membangunkan sebuah rumah untuknya  disurga, yang bahannya dari cahaya (Nur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  keduapuluhdua;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Pada hari kiamat nanti dia akan  aman dari panas dan susah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhtiga;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah membangun untuknya sebuah kota di surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  keduapuluhempat;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Baginya duapuluh empat macam  doâ yang dikabulkan (maksudnya sebanyak dua puluh empat macam doâ kita  dikabulkan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhlima;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah membebaskan dia dari siksa kubur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  keduapuluhenam;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah menyediakan pahala untuknya  senilai ibadah empat puluh tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhtujuh;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Ia akan melewati shirotol mustaqim pada hari  kiamat nanti secepat kilat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhdelapan;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah akan mengangkat derajatnya seribu derajat  di surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam keduapuluhsembilan;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala  seribu haji yang maqbul (haji yg diterima).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Malam  ketigapuluh;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Allah sendiri (bukan Malaikat lagi)  berseru kepada hamba-Nya: Hai hambaku ! Engkau berhak memakan segala  buah-buahan di surga dan mandi dengan air salsabil serta minum dengan  air telaga kautsar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;. Aku adalah Tuhanmu dan Engkau  adalah hamba-Ku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Tahoma','sans-serif'; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Mudah-mudahan  keistimewaan pahala 30 malam shalat tarawih ini ada manfaatnya untuk  kita semua,Amien&lt;/span&gt;&lt;!-- JOM COMMENT START --&gt; &lt;!-- Sharing toolbar --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8916618628499464604?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8916618628499464604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/rahasia-ibadah-shalat-tarawih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8916618628499464604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8916618628499464604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/rahasia-ibadah-shalat-tarawih.html' title='Rahasia Ibadah Shalat tarawih'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-5709182718983990839</id><published>2011-07-15T12:59:00.000+07:00</published><updated>2011-07-15T12:59:02.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah sedih dari mahkluk Allah</title><content type='html'>&lt;span class="excerpt"&gt;       Kisah ini merupakan kisah tauladan, sangat inspiratif dan mendidik.&amp;nbsp;  Kami mengutipnya dari akun facebook milik Ukhti Jeanny Dive, semoga  bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Bismillaahir rohmanir rohiim.&amp;nbsp; Assalamu’alaykum warohmatullahi wa  barokaatuh. &lt;br /&gt;Saudara-saudariku tercinta yang dirahmati oleh Allah ta’ala… &lt;br /&gt;Sesungguhnya seluruh makhluk ciptaan Allah ta’ala itu, pasti akan  dihimpun kembali oleh Allah pada ‘yaumul qiyamah’ nanti. Binatang,  tumbuh-tumbuhan, hingga makhluk ghaib yang tidak tertangkap oleh indera  kita sekali pun, juga merupakan makhluk-Nya yang berkaum-kaum dan umat  sebagaimana kita selaku manusia. Untuk itu marilah kita saksikan firman  Allah ta’ala yang menyebutkan perihal ini : &lt;br /&gt;“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung  yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.  Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Allah  mereka dihimpunkan.” (QS. Al-An’aam {6}:38). &lt;br /&gt;Oleh karena mereka juga umat seperti kita, maka (semisal) binatang,  tentu di antara mereka juga terdapat naluri rasa kasih dan sayang, serta  saling mencintai di antara sesama jenis atau kaumnya. Begitu juga  sebaliknya, bisa jadi mereka saling membenci bahkan saling membunuh! :’(  Maka sebagai makhluk (sejenis) yang bersaudara, tentu saja kita ingin  mengetahui “kesamaan” kita dengan binatang, dalam hal peranan cinta dan  kasih sayang di antaranya. &lt;br /&gt;Untuk itu duhai saudara-saudariku tersayang, saksikanlah adegan-adegan  gambar berikut ini… &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1122.snc4/148423_162940803740101_100000725479589_351419_4662408_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;Tampak seekor burung betina terseok-seok di sebuah jalan raya. Bisa  jadi ia sakit, sehingga tidak mampu mengepakkan sayapnya untuk terbang. &lt;strong&gt;“Ooh…  kemanakah engkau mencari makanan wahai suamiku..”&lt;/strong&gt; ucapnya  lirih ~~~ &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs968.snc4/76121_162948887072626_100000725479589_351470_6429892_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Istriku, maafkan aku telah membuatmu lama menungguku.  Sekarang makanlah ini dulu, semoga dapat menguatkanmu, dan kamu dapat  terbang agar kita segera pulang..”&lt;/strong&gt; ajak sang suami kepada  istrinya, dan berusaha menyuapi makanan yang di bawanya. Namun kondisi  sang istri kian melemah, semakin lemah, lalu terbaring… &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1135.snc4/149742_162955420405306_100000725479589_351497_4108311_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Wahai istriku, mengapa engkau tak memakan makanan yang aku  suapi? Dan mengapa pula engkau tidur di jalanan ini? Ayolah istriku,  mari kita pulang…”&lt;/strong&gt; Sang suami pun berusaha mengangkat tubuh  istrinya yang sudah terkulai dan tidak bergerak lagi…. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs963.snc4/75685_162955520405296_100000725479589_351498_4611300_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;Mendapati istrinya yang sudah tidak bergerak dan terbujur kaku,  barulah sang suami menyadari bahwa istrinya… telah mati!&amp;nbsp; &lt;strong&gt;“Istriku…  bangunlah, bangunlah sayang… Jangan engkau tinggalkan aku seperti ini…”&lt;/strong&gt;  jerit sang suami… &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs952.snc4/74565_162955727071942_100000725479589_351499_1276812_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Yaa Allaah… hidupkanlah kembali istriku yaa Allah,  hidupkanlah kembali yaa Allah… huu..huuu…”&lt;/strong&gt; ratap sang suami  memohon kepada Rabb-nya. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs475.ash2/74880_162955810405267_100000725479589_351500_2137988_n.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;Namun akhirnya suami burung itu menyadari, bahwa pertemuan, jodoh,  rezeki, dan maut merupakan kehendak dan ketentuan dari Allah subhanahu  wa ta’ala. Maka sang suami pun akhirnya pasrah dan berdoa… “Yaa Allah,  bila ini sudah menjadi ketentuanmu, maka aku ikhlas. Ampunilah kesalahan  dan dosa yang pernah dilakukan oleh istriku, dan tempatkanlah ia di  sisi-Mu yang terbaik. Yaa Allah, bila engkau mengizinkannya, pertemukan  dan satukanlah kami kembali di Jannah-Mu. Sungguh aku mencintainya  karena-Mu yaa Allah, maka dengarkanlah permohonanku ini. Inna lillaahi  wa inna illaaihi rooji’uun…” &lt;br /&gt;Wahai saudara-saudariku yang semestinya saling mencintai karena Allah… &lt;br /&gt;Tidakkah engkau merasa malu ketika mendapati keberadaan suatu umat,  dimana mereka sesungguhnya tidak memiliki akal, namun hanya dengan  menggunakan nalurinya saja, mereka mampu bersaudara dan saling mencintai  di antaranya…!? &lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Dan berpeganglah kamu semuanya  kepada tali (dienul) Allah, janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah  akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)  bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu  karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada  di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.  Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat  petunjuk.” (QS. Ali Imran {3}:103). &lt;br /&gt;Wahai hamba Allah yang semestinya bersaudara, hentikanlah permusuhan  sesamamu. Jadikanlah perbedaan dan khilafiyah itu,sebagai rahmat yang  memang ditakdirkan oleh Allah ta’ala untuk kita. Maka yakinlah wahai  saudara-saudariku tersayang, bahwa Ukhuwah Islamiyah dan rapatnya  barisan umat, merupakan KEMENANGAN Dien Islam yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;Yaa Allah, saksikanlah… ^_^, &lt;br /&gt;Billaahi taufik wal hidayah, &lt;br /&gt;Wassalamu’alaykum wr.wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-5709182718983990839?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/5709182718983990839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/kisah-sedih-dari-mahkluk-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5709182718983990839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5709182718983990839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/kisah-sedih-dari-mahkluk-allah.html' title='Kisah sedih dari mahkluk Allah'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7599485040056249147</id><published>2011-07-14T16:59:00.001+07:00</published><updated>2011-07-14T17:11:41.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Keutamaan Lailatul Qadar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img height="279" id="imgb" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y0mv5q_w5qs/SNZC2oqxfSI/AAAAAAAAAG0/iS1y78NtZ0s/s400/2865003780_3e6907f425_o.gif" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Lailatul Qadar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman (yang artinya), &lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”&lt;/i&gt; (QS. Al Qadar: 1). Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya (yang artinya), &lt;i&gt;“Malam  kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun  malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk  mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit  fajar.”&lt;/i&gt; (QS. Al Qadar: 3-5). Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada &lt;b&gt;malam lailatul qadar&lt;/b&gt; dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar. (&lt;i&gt;Zaadul Maysir&lt;/i&gt;, 6/179)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, lailatul qadar lebih baik dari  1000 bulan. An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik  dari amalan di 1000 bulan.”  Mujahid dan Qotadah berpendapat bahwa yang  dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan  pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang  tidak terdapat lailatul qadar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, menghidupkan malam lailatul qadar dengan &lt;a href="http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih" target="_blank"&gt;shalat&lt;/a&gt; akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa  melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap  pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari no. 1901)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari no. 2017)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kapan tanggal pasti lailatul qadar  terjadi? Ibnu Hajar Al Asqolani telah menyebutkan empat puluhan pendapat  ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai  pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh beliau adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;lailatul  qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan  Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;Fathul Baari&lt;/i&gt;, 6/306, &lt;i&gt;Mawqi’ Al Islam Asy Syamilah&lt;/i&gt;).  Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau  mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh  lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari no. 2021)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama mengatakan bahwa &lt;a href="http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan" target="_blank"&gt;hikmah&lt;/a&gt;  Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal pasti terjadinya lailatul  qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda  jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti  malah orang-orang akan bermalas-malasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Do’a di Malam Lailatul Qadar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat dianjurkan untuk memperbanyak  do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri  tauladan kita –Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt;  berkata, ”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku  mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di  dalamnya?” Beliau menjawab, &lt;i&gt;”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun  tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf  lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;shahih&lt;/span&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Adapun tambahan kata “&lt;i&gt;kariim&lt;/i&gt;” setelah “&lt;i&gt;Allahumma innaka ‘afuwwun …&lt;/i&gt;” tidak terdapat satu dalam manuskrip pun. Lihat &lt;i&gt;Tarooju’at &lt;/i&gt;no. 25)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda Malam Lailatul Qadar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Lailatul  qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas,  juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan  nampak kemerah-merahan.” &lt;/i&gt;(HR. Ath Thoyalisi.  Haytsami mengatakan periwayatnya adalah &lt;i&gt;tsiqoh&lt;/i&gt;/terpercaya)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, malaikat turun dengan membawa  ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan  kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang  lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” &lt;/i&gt;(HR. Muslim no. 1174)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lailatul qadar adalah malam yang penuh  berkah. Barangsiapa yang terluput dari lailatul qadar, maka dia telah  terluput dari seluruh kebaikan. Sungguh merugi seseorang yang luput dari  malam tersebut. Seharusnya setiap muslim mengecamkan baik-baik sabda  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Di bulan Ramadhan ini  terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa  diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput  dari seluruh kebaikan.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;shahih&lt;/span&gt;.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, sudah sepantasnya  seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan  tamak akan pahala melimpah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh  Nabinya yang giat ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.  ‘Aisyah menceritakan,  “Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan  melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim no.  1175)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya setiap muslim dapat  memperbanyak ibadahnya ketika itu, menjauhi istri-istrinya dari berjima’  dan membangunkan keluarga untuk melakukan ketaatan pada malam tersebut.  ‘Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan  sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan  malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no.  2024 dan Muslim no. 1174)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku  sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk  bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.”  Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksana kan shalat  jika mereka mampu. (&lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 331)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan &lt;a href="http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menantikan-malam-lailatul-qadar" target="_self"&gt;malam lailatul qadar&lt;/a&gt;  adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan bukan seluruh  malam. Pendapat ini dipilih oleh sebagian ulama Syafi’iyah.   Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa  pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an (Lihat &lt;i&gt;‘Aunul Ma’bud&lt;/i&gt;, 3/313, &lt;i&gt;Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;/i&gt;).  Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, &lt;i&gt;“Barangsiapa  melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap  pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari no. 1901)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia  pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita  nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan  berdzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”  Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian.  Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian  malam tersebut.” (&lt;i&gt;Latho-if Al Ma’arif&lt;/i&gt;, hal. 331)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari riwayat ini menunjukkan bahwa  wanita haidh, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul  qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan  shalat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan  ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah: (1)  Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf,  (2) Berdzikir dengan  memperbanyak bacaan tasbih (&lt;i&gt;subhanallah&lt;/i&gt;), tahlil (&lt;i&gt;laa ilaha illallah&lt;/i&gt;), tahmid (&lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;) dan dzikir lainnya, (3) Memperbanyak istighfar, dan (4) Memperbanyak do’a. (Lihat pembahasan di &lt;i&gt;“Al Islam Su-al wa Jawab”&lt;/i&gt; pada link &lt;a href="http://www.islam-qa.com/ar/ref/26753" target="_blank"&gt;http://www.islam-qa.com/ar/ref/26753&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beri’tikaf Demi Menanti Lailatul Qadar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. Inilah penuturan ‘Aisyah.  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan  malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia,  sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak  berdzikir ketika itu. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim 1172)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin beri’tikaf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;,  i’tikaf harus dilakukan di masjid dan boleh di masjid mana saja.  I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; (yang artinya), &lt;i&gt;“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) &lt;i&gt;“Sedang kamu beri’tikaf &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;dalam masjid&lt;/span&gt;”&lt;/i&gt;. Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan, &lt;i&gt;”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid yaitu masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqsho”&lt;/i&gt;. Perlu diketahui, hadits ini masih dipersilisihkan statusnya, apakah &lt;i&gt;marfu’&lt;/i&gt; (sabda Nabi) atau &lt;i&gt;mauquf &lt;/i&gt;(perkataan sahabat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, wanita juga boleh beri’tikaf sebagaimana Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. Namun wanita boleh  beri’tikaf di sini harus memenuhi 2 syarat: (1) Diizinkan oleh suami dan  (2) Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi laki-laki).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,  yang membatalkan i’tikaf adalah: (1) Keluar masjid tanpa alasan syar’i  atau tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak (misalnya untuk  mencari makan, mandi junub, yang hanya bisa dilakukan di luar masjid),  (2) Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah: 187 di  atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;,   hal-hal yang dibolehkan ketika beri’tikaf di antaranya: (1) Keluar  masjid disebabkan ada hajat seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat  lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid, (2) Melakukan hal-hal  mubah seperti bercakap-cakap dengan orang lain, (3) Istri mengunjungi  suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya, (4) Mandi dan berwudhu  di masjid, dan (5)  Membawa kasur untuk tidur di masjid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;,   jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka  seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada  hari ke-21 (sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;) dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;,  hendaknya ketika beri’tikaf, sibukkanlah diri dengan melakukan ketaatan  seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan  mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan  perbuatan yang tidak bermanfaat. (pembahasan i’tikaf  ini disarikan dari  &lt;i&gt;Shahih Fiqih Sunnah,&lt;/i&gt; 2/150-158)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah memudahkan kita  menghidupkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan dengan amalan  ketaatan. Hanya Allah-lah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7599485040056249147?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7599485040056249147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/keutamaan-lailatul-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7599485040056249147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7599485040056249147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/keutamaan-lailatul-qadar.html' title='Keutamaan Lailatul Qadar'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y0mv5q_w5qs/SNZC2oqxfSI/AAAAAAAAAG0/iS1y78NtZ0s/s72-c/2865003780_3e6907f425_o.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-1547687528355194967</id><published>2011-07-14T16:36:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T16:36:07.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Shalat Tarawih bagi Wanita Lebih Baik di Masjid Ataukah Di Rumah?</title><content type='html'>&lt;a href="http://portalwongsukses.files.wordpress.com/2009/09/tarawih-risalah-new.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://portalwongsukses.files.wordpress.com/2009/09/tarawih-risalah-new.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 144px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 129px;" /&gt;&lt;/a&gt;Manakah yang lebih baik bagi wanita, shalat tarawih di masjid ataukah di rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dahulu kita lihat bersama penjelasan para ulama mengenai shalat tarawih bagi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc6600; font-weight: bold;"&gt;Fatwa Komisi Tetap dalam Riset Ilmiyyah dan Fatwa di Saudi Arabia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal:  Apakah boleh bagi seseorang melaksanakan shalat tarawih sendirian jika  dia luput dari shalat berjama’ah? Dan apakah shalat tarawih untuk wanita  lebih baik di rumah ataukah di masjid?&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jawab:  Disyariatkan untuk laki-laki –apabila luput dari shalat jama’ah  tarawih-, maka dia menunaikannya sendirian. Adapun shalat tarawih untuk  wanita lebih baik dilakukan di rumah daripada di masjid. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa billahi taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Yang  menandatangani fatwa ini: Abdullah bin Qo’ud dan Abdullah bin Ghudayan  sebagai anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ‘Abdul  Aziz bin Baz sebagai Ketua. &lt;span style="color: #000099;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc9933;"&gt;Penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  menimbulkan godaan ketika keluar rumah (ketika melaksanakan shalat  tarawih), maka shalat di rumah lebih utama  bagi wanita daripada di  masjid. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As  Saa’idiy. Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat  bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ  عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ … وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ  لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ  قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku  telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat  bersamaku. ...  Shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid  kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di  masjidku&lt;/span&gt;.”&lt;span style="color: #000099;"&gt; [2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  jika wanita tersebut merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih  tersebut di rumah atau malah malas-malasan, juga jika dia pergi ke  masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (seperti dapat  mendengarkan nasehat-nasehat agama atau pelajaran dari orang yang  berilmu atau dapat pula bertemu dengan wanita-wanita muslimah yang  sholihah atau di masjid para wanita yang saling bersua bisa saling  mengingatkan untuk banyak mendekatkan diri pada Allah, atau dapat  menyimak Al Qur’an dari seorang qori’ yang bagus bacaannya), maka dalam  kondisi seperti ini, wanita boleh saja keluar rumah menuju masjid. Hal  ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan  menggunakan hijab yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman  (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami. Apabila wanita  berkeinginan menunaikan shalat jama’ah di masjid (setelah memperhatikan  syarat-syarat tadi), hendaklah suami tidak melarangnya. Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik&lt;/span&gt;.”&lt;span style="color: #000099;"&gt; [3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” &lt;span style="color: #000099;"&gt;[4]&lt;/span&gt;. Inilah penjelasan Syaikh Musthofa Al Adawi hafizhohullah yang penulis sarikan. &lt;span style="color: #000099;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc9933;"&gt;Menarik Pelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  penjelasan para ulama di atas dapat kita simpulkan bahwa shalat tarawih  untuk wanita lebih baik adalah di rumahnya apalagi jika dapat  menimbulkan fitnah atau godaan. Lihatlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam masih mengatakan bahwa shalat bagi wanita di rumahnya lebih baik  daripada di masjidnya yaitu Masjid Nabawi. Padahal kita telah mengetahui  bahwa pahala yang diperoleh akan berlipat-lipat apabila seseorang  melaksanakan shalat di masjid beliau yaitu Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  apabila pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah  berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain  shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu,  maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan  syarat-syarat ketika keluar rumah. Di antara syarat-syarat tersebut  adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;,  menggunakan hijab dengan sempurna ketika keluar rumah sebagaimana  perintah Allah agar wanita memakai jilbab dan menutupi seluruh tubuhnya  selain wajah dan telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami atau mahrom tidak melarangnya.&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika  istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah  mereka.” (HR. Muslim). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab  “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama  tidak menggunakan harum-haruman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan godaan.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Zainab -istri ‘Abdullah- mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada para wanita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi masjid, maka janganlah memakai harum-haruman.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid.&lt;br /&gt;Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ  رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ  حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا  قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى - وَاللَّهُ أَعْلَمُ - أَنَّ ذَلِكَ  كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ  الرِّجَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun  berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di  tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. Kami menilai –wallahu  a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan  masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan kami mengenai shalat tarawih bagi wanita. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foot note&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;[1] &lt;/span&gt;Soal Ketiga dari Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah no. 6505, Mawqi' Al Ifta'&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;[2] &lt;/span&gt;HR. Ahmad no. 27135. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;[3]&lt;/span&gt; HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;[4]&lt;/span&gt; HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;[5] &lt;/span&gt;Periksa http://www.islamfeqh.com/News/NewsItem.aspx?NewsItemID=1914&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-1547687528355194967?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/1547687528355194967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/shalat-tarawih-bagi-wanita-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1547687528355194967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1547687528355194967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/shalat-tarawih-bagi-wanita-lebih-baik.html' title='Shalat Tarawih bagi Wanita Lebih Baik di Masjid Ataukah Di Rumah?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8064139378239602749</id><published>2011-07-14T16:34:00.000+07:00</published><updated>2011-07-14T16:34:04.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Tugas-Tugas Seorang Mukmin Di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TGOop2EfHZI/AAAAAAAAAmA/yckIUeL9efk/s1600/kal.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504428606419312018" src="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TGOop2EfHZI/AAAAAAAAAmA/yckIUeL9efk/s200/kal.jpeg" style="cursor: pointer; float: left; height: 134px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 128px;" /&gt;&lt;/a&gt;Pada  bulan Ramadhan, seorang mu’min mempunyai beberapa tugas syar’i.  Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wassalam melalui sunnah qauliyah (perkataan) beliau, juga dengan  praktek-praktek beliau Shallallahu’alaihi Wassalam . Karena bulan  Ramadhan merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang  dianugerahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak dibandingkan  dengan bulan-bulan yang lain. 1) 1)[Fathul Baari 1/31.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas  ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh  amalan satu bulan yang penuh dengan amalan kebaikan dan ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama. Shiyam (puasa)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  umum, shiyam (puasa) memiliki keutamaan yang sangat besar, berdasarkan  sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam pada hadits qudsi yang  diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah,&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ  عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ  فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ  أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua  amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaan bani Adam sendiri, kecuali  puasa. Puasa itu kepunyaanKu, dan Aku yang akan memberikan balasan.  Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditanganNya, sungguh aroma mulut  orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi di  sisi Allah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mazari berkata dalam kitab Al Mu’lim  Bifawaidi Muslim (2/41),“Pengkhususan Allah terhadap puasa disini  sebagai “milikKu”, sekalipun semua perbuatan baik lain yang dilakukan  secara ikhlas juga hanya milikNya; dikarenakan pada puasa tidak mungkin  ada riya’, sebagaimana riya’ itu mungkin terjadi pada perbuatan  selainnya. Karena puasa itu perbuatan menahan diri dan menahan lapar,  sementara orang yang menahan lapar -baik karena berkecukupan atau  miskin- keadaannya sama dengan orang yang menahan lapar sebagai ibadah  kepada Allah k . Tetapi niat serta apa yang tersimpan di dalam hatilah  yang berpengaruh dalam perbuatan menahan lapar itu. Sedangkan shalat,  haji dan zakat merupakan perbuatan-perbuatan lahiriyah yang memungkinkan  riya’ dan sum’ah. Oleh karena itu, puasa dikhususkan sebagai milik  Allah sebagaimana disebutkan di atas, tanpa yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping  keutamaan ini –secara umum- adalah keutamaan khusus yang ada pada bulan  Ramadhan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat&lt;/span&gt;. 2) 2) [Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu bulan sabar (berpuasa Ramadhan) ditambah tiga hari puasa pada setiap bulan, sama dengan puasa satu tahun&lt;/span&gt;. 3) 3) [Diriwayatkan Imam Nasa’i, Ahmad dan Thayalisi 315 dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah dengan sanad yang shahih.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  dimaksud dengan bulan sabar yaitu bulan Ramadhan. 4) 4)[At Tamhid  19/61.] Ibnu Abdil Barr 5) 5)[At Tamhid.] memberikan penjelasan,“Arti  shaum (puasa) menurut kamus Lisanul Arab, (maknanya) sabar. Allah  berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa bata&lt;/span&gt;s. (QS Az Zumar:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Bakar Ibnul Anbari mengatakan, ”Shaum (puasa) itu dinamakan juga sabar,  karena puasa adalah menahan diri dari makan, minum, berkumpul  suami-istri serta menahan dari syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua. Qiyamullail (Tarawih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tarawih ini sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhan. Sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya  barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka  ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam&lt;/span&gt;. 6) 6)[Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Nashr dari Abu Dzar dengan sanad yang shahih.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerangkan keutamaan shalat tarawih ini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat&lt;/span&gt;. 7) 7) [Muttafaqun ‘alaihi.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Adapun)  petunjuk terbaik dalam jumlah raka’at shalat malam pada bulan Ramadhan  atau bulan lainnya, ialah petunjuk yang shahih dari Nabi  Shallallahu’alaihi Wassalam dan dari perbuatan beliau, yaitu shalat 11  raka’at. Karena beliau Shallallahu’alaihi Wassalam panutan yang  paripurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga. Shadaqah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  kedermawanan Rasululah Shallallahu’alaihi Wassalam paling menonjol pada  bulan Ramadhan. 8) 8)[Muttafaq alaih.] Kedermawanan ini mencakup semua  pengertian shadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan  itu banyak memberi dan sering memberi. 9) 9)[Lathaiful Ma’arif, halaman  173, karya Ibnu Rajab.] Dan ini mencakup berbagai macam amal kebajikan  dan perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat. Memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wassalam telah menekankan hal ini dan memberitahukan  hasilnya, yaitu berupa ganjaran yang besar dan agung. Beliau  Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa  yang memberikan makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia  akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yangberpuasa tanpa  mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa&lt;/span&gt;. 10) 10)[Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Zaid bin Khalid, dengan sanad yang shahih.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima. Membaca Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan, merupakan bulan Al Qur’an. Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beberapa  hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya  diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan  penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang  hak dan yang bathil&lt;/span&gt;). (QS Al Baqarah:185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sunnah  ‘amaliyah Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam, terdapat praktik nyata dari  hal tersebut. Sesungguhnya Jibril ‘Alaihissalam mengajak bertadarus Al  Qur’an kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam setiap malam pada bulan  Ramadhan. 11) 11) [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam. Umrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi  Shallallahu’alaihi Wassalam, bahwasanya beliau Shallallahu’alaihi  Wassalam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah keutamaan ini -semoga Allah merahmati anda sekalian-. Alangkah besar dan alangkah afdhalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh. Mencari Lailatul Qadar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِ  نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ  الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya  Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah  kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari  seribu bulan&lt;/span&gt;. (QS Al Qadar:1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, terdapat hadits bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa shalat pada malam qadar karena iman dan karena ingin mencari pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul  qadar itu berada pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari  bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi  dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Aisyah, beliau x berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا  رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا  أَقُوْلُ قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ  فَاعْفُ عَنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai  Rasulullah, apakah yang aku katakan, jika aku menepati lailatul qadar?  Beliau Shallallahu’alaihi Wassalam menjawab, ”Katakanlah: Ya Allah,  sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf, maka maafkanlah aku&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  ringkasan beberapa tugas syar’i, yang semestinya dilaksanakan oleh  seorang muslim pada bulan yang penuh barakah ini. Adapun tugas  selengkapnya yang wajib dijaga oleh seorang muslim pada bulan sabar ini,  yaitu berhenti dari segala perbuatan jelek, sabar terhadap penderitaan,  menjaga hati dan melaksanakan kewajiban lahir, dengan cara konsisten  menjalankan hukum-hukum Islam dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsary diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8064139378239602749?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8064139378239602749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/tugas-tugas-seorang-mukmin-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8064139378239602749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8064139378239602749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/tugas-tugas-seorang-mukmin-di-bulan.html' title='Tugas-Tugas Seorang Mukmin Di Bulan Ramadhan'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TGOop2EfHZI/AAAAAAAAAmA/yckIUeL9efk/s72-c/kal.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8813043836906319911</id><published>2011-07-14T16:32:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T16:32:31.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Hukum Makan Sahur ketika Adzan Subuh atau Beberapa saat setelahnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://agipras.files.wordpress.com/2008/09/sahur.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://agipras.files.wordpress.com/2008/09/sahur.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 140px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 139px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.’(Al-Baqarah:187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  bagaimana hukum orang yang masih melanjutkan makan sahurnya atau minum  ketika adzan subuh atau sekitar seperempat jam setelahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika  yang bertanya mengetahui bahwa waktu tersebut memang belum saatnya  Subuh, maka tidak perlu qodho, tapi jika ia tahu bahwa waktu tersebut  telah masuk waktu subuh, maka ia harus mengqodho’nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia  tidak tahu apakah ketika ia masih makan dan minum itu  telah masuk waktu  subuh atau belum, maka tidak perlu mengqodho’. Karena hukum asalnya  saat itu adalah masih malam (belum masuk wktu subuh). Namun demikian,  hendaknya seorang Mukmin berhati-hati dalam menjaga puasanya dan menahan  diri dari segala hal yang membatalkannya jika telah mendengar adzan,  kecuali jika ia tahu bahwa adzan tersebut sebelum masuk waktu subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa ash-shiyam, Lajnah Da'imah, hal.23].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://ikhwanmuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8813043836906319911?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8813043836906319911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/hukum-makan-sahur-ketika-adzan-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8813043836906319911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8813043836906319911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/hukum-makan-sahur-ketika-adzan-subuh.html' title='Hukum Makan Sahur ketika Adzan Subuh atau Beberapa saat setelahnya'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4258691317874190324</id><published>2011-07-14T16:29:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T16:29:22.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Apakah merokok termasuk pembatal puasa?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.rumaysho.com/images/stories/rokok.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.rumaysho.com/images/stories/rokok.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 112px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 148px;" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah  merokok termasuk pembatal puasa? Silakan simak nasehat yang amat bagus  bagi para perokok dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin  rahimahullah, ulama abad ke-20 dari Unaizah, Saudi Arabia. Di dalam  nasehat ini, kita akan menemukan bahwa di antara waktu yang tepat  meninggalkan rokok adalah di bulan Ramadhan sekarang ini. Semoga Allah  beri taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah Ta’ala pernah ditanyakan :&lt;br /&gt;Sebagian  orang yang berpuasa yang gemar merokok meyakini bahwa mengisap rokok di  bulan Ramadhan bukanlah pembatal puasa karena rokok bukan termasuk  makan dan minum. Bagaimana pendapat Syaikh yang mulia tentang masalah  ini?&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Beliau rahimahullah menjawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku,  ini adalah pernyataan yang tidak ada usulnya sama sekali. Bahkan  sebenarnya rokok termasuk minum (syariba). (Dalam bahasa Arab) mengisap  rokok disebut syariba ad dukhon. Jadi mengisap rokok disebut dengan  minum (syariba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian juga, asap rokok –tanpa diragukan lagi-  masuk hingga dalam perut atau dalam tubuh. Dan segala sesuatu yang  masuk dalam perut dan dalam tubuh termasuk pembatal puasa, baik yang  masuk adalah sesuatu yang bermanfaat atau yang mendatangkan bahaya.  Misalnya seseorang menelan manik-manik, besi atau selainnya (dengan  sengaja), maka puasanya batal. Oleh karena itu, tidak disyaratkan  sebagai pembatal puasa adalah memakan atau meminum sesuatu yang  bermanfaat. Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai  makanan dan minuman.&lt;br /&gt;Mereka meyakini bahkan mengenal bahwa mengisap  rokok itu disebut (dalam bahasa Arab) syariba (yang artinya = minum),  namun mereka tidak menyatakan bahwa rokok adalah pembatal puasa. Sama  saja kita katakan bahwa ini jumlahnya satu, namun dia menganggap  mustahil ini jumlahnya satu. Jadi, orang ini ada kesombongan dalam  dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berkaitan dengan bulan Ramadhan, ini adalah  waktu yang tepat bagi orang yang memiliki tekad yang kuat untuk  meninggalkan rokok yang jelek dan bisa mendatangkan bahaya. Waktu ini  adalah kesempatan yang baik untuk meninggalkan rokok karena sepanjang  siang seseorang harus menahan diri dari hal tersebut. Sedangkan di malam  hari, dia bisa menghibur diri dengan hal-hal yang mubah seperti makan,  minum, jalan-jalan ke masjid atau berkunjung ke majelis orang sholih.  Untuk meninggalkan kebiasaan merokok, seseorang juga hendaknya  menjauhkan diri dari para pecandu rokok yang bisa mempengaruhi dia untuk  merokok lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang pecandu rokok setelah sebulan  penuh meninggalkan rokoknya (karena moment puasa yang dia lalui), ini  bisa menjadi penolong terbesar baginya untuk meninggalkan kebiasaan  rokok selamanya, dia bisa meninggalkan rokok tersebut di sisa umurnya.  Bulan Ramadhan inilah kesempatan yang baik. Waktu ini janganlah sampai  dilewatkan oleh pecandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan rokoknya  selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Majmu’ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fatawa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, Bab Ash Shiyam&lt;/span&gt;, 17/148 (Asy Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semoga  Allah memberikan taufik kepada pecandu rokok untuk meninggalkan  kebiasaan rokok selamanya setelah dia berpuasa sebulan penuh di bulan  Ramadhan, Amin Ya Mujibas Sa’ilin-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel www.rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4258691317874190324?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4258691317874190324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/apakah-merokok-termasuk-pembatal-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4258691317874190324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4258691317874190324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/apakah-merokok-termasuk-pembatal-puasa.html' title='Apakah merokok termasuk pembatal puasa?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-5997952620586231025</id><published>2011-07-14T16:27:00.000+07:00</published><updated>2011-07-14T16:27:09.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Benarkah tidurnya orang puasa adalah ibadah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt; &lt;a href="http://www.rumaysho.com/images/stories/rsz_alone_2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.rumaysho.com/images/stories/rsz_alone_2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 119px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 158px;" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah benar tidur orang yang berpuasa itu berpahala? Apakah benar seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  bulan Ramadhan saat ini, kita sering mendengar ada sebagian da’i yang  menyampaikan bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah. Bahkan  dikatakan ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga  dengan penyampaian semacam ini, orang-orang pun akhirnya  bermalas-malasan di bulan Ramadhan bahkan mereka lebih senang tidur  daripada melakukan amalan karena termotivasi dengan hadits tersebut.  Dalam tulisan yang singkat, kami akan mendudukkan permasalahan ini  karena ada yang salah kaprah dengan maksud yang disampaikan dalam hadits  tadi. Semoga Allah memudahkan dan menolong urusan setiap hamba-Nya  dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Derajat Hadits Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang dimaksudkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidurnya  orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya  adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perowi  hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al  Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin  Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini  terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.&lt;br /&gt;Dalam  riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan  oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang  dho’if (lemah).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;:  Hadits ini adalah hadits yang dho’if. Syaikh Al Albani dalam Silsilah  Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang  dho’if (lemah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidur yang Bernilai Ibadah yang Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  kita menyaksikan bahwa hadits yang mengatakan “tidur orang yang  berpuasa adalah ibadah” termasuk hadits yang dho’if (lemah), sebenarnya  maknanya bisa kita bawa ke makna yang benar.&lt;br /&gt;Sebagaimana para ulama  biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah  (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan  pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah.  Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ الْمُبَاح إِذَا قَصَدَ بِهِ وَجْه اللَّه تَعَالَى صَارَ طَاعَة ، وَيُثَاب عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya  perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah  Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan  mendapatkan balasan (ganjaran)&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Rajab pun menerangkan hal yang sama, “Jika makan dan minum diniatkan  untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan  berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana  pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang  harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai  ibadah.” (Latho-if Al Ma’arif, 279-280)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, semuanya adalah tergantung niat. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Jika  niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari  pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia.  Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan  shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah  yang bernilai ibadah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi ingatlah “innamal a’malu bin niyaat”, setiap amalan tergantung dari niatnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  Allah menganugerahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan penuh  keberkahan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya, segala  kebaikan menjadi sempurna. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa  ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam, wal hamdu lillahi robbil ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rujukan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. As Silsilah Adh Dho’ifah, Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Ma’arif Riyadh, Asy Syamilah&lt;br /&gt;2. Latho-if Al Ma’arif fil Mawaasim Al ‘Aam minal Wazho-if, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy&lt;br /&gt;3. Syarh Muslim, Abu Zakaria Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;br /&gt;4. http://www.dorar.net/enc/hadith/نوم الصائم /pt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Diselesaikan pada waktu ifthor, 2 Ramadhan 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;div class="similiar"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-5997952620586231025?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/5997952620586231025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/benarkah-tidurnya-orang-puasa-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5997952620586231025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5997952620586231025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/benarkah-tidurnya-orang-puasa-adalah.html' title='Benarkah tidurnya orang puasa adalah ibadah'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-9045418599792119502</id><published>2011-07-14T16:24:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T16:24:48.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>4 Golongan yang Mendapat Keringanan Tidak Berpuasa</title><content type='html'>&lt;a href="" name="6383923087997497334"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFp9MxH2yiI/AAAAAAAAAl4/EB1vOxFs9_I/s1600/simbol+puasa.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501847553084672546" src="http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFp9MxH2yiI/AAAAAAAAAl4/EB1vOxFs9_I/s200/simbol+puasa.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 113px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 113px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama: Orang sakit ketika sulit berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  dimaksudkan sakit adalah seseorang yang mengidap penyakit yang  membuatnya tidak lagi dikatakan sehat. Para ulama telah sepakat mengenai  bolehnya orang sakit untuk tidak berpuasa secara umum. Nanti ketika  sembuh, dia diharuskan mengqodho’ puasanya (menggantinya di hari lain).  Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan  barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka  (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,  pada hari-hari yang lain&lt;/span&gt;.” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang sakit ada tiga kondisi:[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  pertama adalah apabila sakitnya ringan dan tidak berpengaruh apa-apa  jika tetap berpuasa. Contohnya adalah pilek, pusing atau sakit kepala  yang ringan, dan perut keroncongan. Untuk kondisi pertama ini tetap  diharuskan untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kedua adalah apabila sakitnya  bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya dan menjadi berat  jika berpuasa, namun hal ini tidak membahayakan. Untuk kondisi ini  dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin  berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ketiga adalah apabila tetap berpuasa akan  menyusahkan dirinya bahkan bisa mengantarkan pada kematian. Untuk  kondisi ini diharamkan untuk berpuasa. Hal ini berdasarkan firman Allah  Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu membunuh dirimu&lt;/span&gt;.” (QS. An Nisa’: 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang dalam kondisi sehat boleh tidak berpuasa karena jika berpuasa dia ditakutkan sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh  untuk tidak berpuasa bagi orang yang dalam kondisi sehat yang  ditakutkan akan menderita sakit jika dia berpuasa. Karena orang ini  dianggap seperti orang sakit yang jika berpuasa sakitnya akan bertambah  parah atau akan bertambah lama sembuhnya. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu membunuh dirimu&lt;/span&gt;.” (QS. An Nisa’: 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah&lt;/span&gt;: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia telah m&lt;/span&gt;emilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika aku memerintahkan kalian untuk melakukan suatu perkara, maka lakukanlah semampu kalian&lt;/span&gt;.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua: Orang yang bersafar ketika sulit berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musafir yang melakukan perjalanan jauh sehingga mendapatkan keringanan untuk mengqoshor shalat dibolehkan untuk tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan  barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka  (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,  pada hari-hari yang lain&lt;/span&gt;.” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Apakah jika seorang musafir berpuasa, puasanya dianggap sah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas sahabat, tabi’in dan empat imam madzhab berpendapat bahwa berpuasa ketika safar itu sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  riwayat dari Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu ‘Umar yang menyatakan  bahwa berpuasa ketika safar tidaklah sah dan tetap wajib mengqodho’. Ada  yang mengatakan bahwa seperti ini dimakruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendapat mayoritas ulama lebih kuat sebagaimana dapat dilihat dari dalil-dalil yang nanti akan kami sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Manakah yang lebih utama bagi orang yang bersafar, berpuasa ataukah tidak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama dalam hal ini berselisih pendapat. Setelah meneliti lebih jauh  dan menggabungkan berbagai macam dalil, dapat kita katakan bahwa musafir  ada tiga kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pertama adalah jika berat untuk  berpuasa atau sulit melakukan hal-hal yang baik ketika itu, maka lebih  utama untuk tidak berpuasa. Dalil dari hal ini dapat kita lihat dalam  hadits Jabir bin ‘Abdillah. Jabir mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ  اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، فَرَأَى زِحَامًا ، وَرَجُلاً  قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ ، فَقَالَ « مَا هَذَا » . فَقَالُوا صَائِمٌ .  فَقَالَ « لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصَّوْمُ فِى السَّفَرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang  berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun  mengatakan, “Ini adalah orang yang sedang berpuasa.” Kemudian Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah suatu yang baik jika  seseorang berpuasa ketika dia bersafar&lt;/span&gt;”.[3] Di sini dikatakan tidak baik berpuasa ketika safar karena ketika itu adalah kondisi yang menyulitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  kedua adalah jika tidak memberatkan untuk berpuasa dan tidak  menyulitkan untuk melakukan berbagai hal kebaikan, maka pada saat ini  lebih utama untuk berpuasa. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau masih tetap berpuasa  ketika safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Darda’, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَرَجْنَا  مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فِى بَعْضِ أَسْفَارِهِ فِى يَوْمٍ  حَارٍّ حَتَّى يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ  الْحَرِّ ، وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلاَّ مَا كَانَ مِنَ النَّبِىِّ – صلى  الله عليه وسلم – وَابْنِ رَوَاحَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami  pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di beberapa  safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu orang-orang  meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu panas. Di  antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu&lt;/span&gt;.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila  tidak terlalu menyulitkan ketika safar, maka puasa itu lebih baik  karena lebih cepat terlepasnya kewajiban. Begitu pula hal ini lebih  mudah dilakukan karena berpuasa dengan orang banyak itu lebih  menyenangkan daripada mengqodho’ puasa sendiri sedangkan orang-orang  tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ketiga adalah jika berpuasa akan  mendapati kesulitan yang berat bahkan dapat mengantarkan pada kematian,  maka pada saat ini wajib tidak berpuasa dan diharamkan untuk berpuasa.  Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ عَامَ الْفَتْحِ إِلَى مَكَّةَ فِى رَمَضَانَ  فَصَامَ حَتَّى بَلَغَ كُرَاعَ الْغَمِيمِ فَصَامَ النَّاسُ ثُمَّ دَعَا  بِقَدَحٍ مِنْ مَاءٍ فَرَفَعَهُ حَتَّى نَظَرَ النَّاسُ إِلَيْهِ ثُمَّ  شَرِبَ فَقِيلَ لَهُ بَعْدَ ذَلِكَ إِنَّ بَعْضَ النَّاسِ قَدْ صَامَ  فَقَالَ « أُولَئِكَ الْعُصَاةُ أُولَئِكَ الْعُصَاةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada tahun Fathul  Makkah (8 H) menuju Makkah di bulan Ramadhan. Beliau ketika itu  berpuasa. Kemudian ketika sampai di Kuroo’ Al Ghomim (suatu lembah  antara Mekkah dan Madinah), orang-0rang ketika itu masih berpuasa.  Kemudian beliau meminta diambilkan segelas air. Lalu beliau  mengangkatnya dan orang-orang pun memperhatikan beliau. Lantas beliau  pun meminum air tersebut. Setelah beliau melakukan hal tadi, ada yang  mengatakan, “Sesungguhnya sebagian orang ada yang tetap berpuasa.”  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Mereka itu  adalah orang yang durhaka. Mereka itu adalah orang yang durhaka”.”[5]  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela keras seperti ini karena  berpuasa dalam kondisi sangat-sangat sulit seperti ini adalah sesuatu  yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kapan waktu diperbolehkan tidak berpuasa bagi musafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita mesti melihat beberapa keadaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  jika safar dimulai sebelum terbit fajar atau ketika fajar sedang terbit  dan dalam keadaan bersafar, lalu diniatkan untuk tidak berpuasa pada  hari itu; untuk kondisi semacam ini diperbolehkan untuk tidak berpuasa  berdasarkan kesepakatan para ulama. Alasannya, pada kondisi semacam ini  sudah disebut musafir karena sudah adanya sebab yang memperbolehkan  untuk tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  jika safar dilakukan setelah fajar  (atau sudah di waktu siang), maka menurut pendapat Imam Ahmad yang lain,  juga pendapat Ishaq dan Al Hasan Al Bashri, dan pendapat ini juga  dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, boleh berbuka (tidak  berpuasa) di hari itu. Inilah pendapat yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari pendapat terakhir ini  adalah keumuman firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan  barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka  (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,  pada hari-hari yang lain&lt;/span&gt;.” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga  hadits Jabir sebagaimana telah disebutkan di atas: “Sesungguhnya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada tahun Fathul Makkah  (8 H) menuju Makkah di bulan Ramadhan. Beliau ketika itu berpuasa.  Kemudian ketika sampai di Kuroo’ Al Ghomim (suatu lembah antara Mekkah  dan Madinah), orang-0rang ketika itu masih berpuasa. Kemudian beliau  meminta diambilkan segelas air. Lalu beliau mengangkatnya dan  orang-orang pun memperhatikan beliau. Lantas beliau pun meminum air  tersebut. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang menguatkan hal ini adalah dari Muhammad bin Ka’ab. Dia mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَتَيْتُ  أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فِى رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ سَفَرًا وَقَدْ  رُحِلَتْ لَهُ رَاحِلَتُهُ وَلَبِسَ ثِيَابَ السَّفَرِ فَدَعَا بِطَعَامٍ  فَأَكَلَ فَقُلْتُ لَهُ سُنَّةٌ قَالَ سُنَّةٌ. ثُمَّ رَكِبَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku  pernah mendatangi Anas bin Malik di bulan Ramadhan. Saat ini itu Anas  juga ingin melakukan safar. Dia pun sudah mempersiapkan kendaraan dan  sudah mengenakan pakaian untuk bersafar. Kemudian beliau meminta   makanan, lantas beliau pun memakannya. Kemudian aku mengatakan pada  Annas, “Apakah ini termasuk sunnah (ajaran Nabi)?” Beliau mengatakan,  “Ini termasuk sunnah.” Lantas beliau pun berangkat dengan kendaraannya&lt;/span&gt;.”[6] Hadits ini merupakan dalil bahwa musafir boleh berbuka sebelum dia pergi bersafar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  jika berniat puasa padahal sedang bersafar, kemudian karena suatu sebab  di tengah perjalanan berbuka, maka hal ini diperbolehkan. Alasannya  adalah dalil yang telah kami sebutkan pada kondisi kedua dari hadits Abu  Darda: “Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu  orang-orang meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu  panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kapan berakhirnya keringanan untuk tidak berpuasa bagi musafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirnya  keringanan (rukhsoh) bagi musafir untuk tidak berpuasa adalah dalam dua  keadaan: (1) ketika berniat untuk bermukim, dan (2) jika telah kembali  ke negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang bersafar tersebut kembali ke  negerinya pada malam hari, maka keesokan harinya dia wajib berpuasa  tanpa ada perselisihan ulama dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan apabila dia  kembali pada siang hari, sedangkan sebelumnya tidak berpuasa, apakah  ketika dia sampai di negerinya, dia jadi ikut berpuasa hingga berbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  kasus yang satu ini ada dua pendapat. Pendapat yang lebih tepat adalah  dia tidak perlu menahan diri dari makan dan minum. Jadi boleh tidak  berpuasa hingga waktu berbuka. Inilah pendapat Imam Asy Syafi’i dan Imam  Malik. Terdapat perkataan yang shohih dari Ibnu Mas’ud,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ أَكَلَ أَوَّلَ النَّهَارِ فَلْيَأْكُلْ آخِرَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa  yang makan di awal siang, maka makanlah pula di akhir siang.”[8] Jadi,  jika di pagi harinya tidak berpuasa, maka di siang atau sore harinya pun  tidak perlu berpuasa.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga: Orang yang sudah tua rentah dan dalam keadaan lemah, juga orang sakit yang tidak kunjung sembuh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama sepakat bahwa orang tua yang tidak mampu berpuasa, boleh baginya  untuk tidak berpuasa dan tidak ada qodho baginya. Menurut mayoritas  ulama, cukup bagi mereka untuk memberi fidyah yaitu memberi makan kepada  orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan. Pendapat mayoritas  ulama inilah yang lebih kuat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan  wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak  berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS.  Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang sakit yang tidak kunjung  sembuh, dia disamakan dengan orang tua rentah yang tidak mampu melakukan  puasa sehingga dia diharuskan mengeluarkan fidyah (memberi makan kepada  orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah  mengatakan, “Orang sakit yang tidak diharapkan lagi kesembuhannya, maka  dia boleh tidak berpuasa dan diganti dengan memberi makan kepada orang  miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan. Karena orang seperti ini  disamakan dengan orang yang sudah tua.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat: Wanita hamil dan menyusui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  antara kemudahan dalam syar’at Islam adalah memberi keringanan kepada  wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Jika wanita hamil takut  terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut  terhadap bayi yang dia sapih –misalnya takut kurangnya susu- karena  sebab keduanya berpuasa, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa, dan  hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama. Dalil yang  menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ  اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ  الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya  Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan  meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui&lt;/span&gt;.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  apa kewajiban wanita hamil dan menyusui jika tidak berpuasa, apakah ada  qodho’ ataukah mesti menunaikan fidyah? Inilah yang diperselisihkan  oleh para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jashshosh rahimahullah mengatakan, “Para  ulama salaf telah berselisih pendapat dalam masalah ini menjadi tiga  pendapat. ‘Ali berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui wajib qodho’  jika keduanya tidak berpuasa dan tidak ada fidyah ketika itu. Pendapat  ini juga menjadi pendapat Ibrahim, Al Hasan dan ‘Atho’. Ibnu ‘Abbas  berpendapat cukup keduanya membayar fidyah saja, tanpa ada qodho’.  Sedangkan Ibnu ‘Umar dan Mujahid berpendapat bahwa keduanya harus  menunaikan fidyah sekaligus qodho’.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendapat terkuat&lt;/span&gt; adalah pendapat yang menyatakan cukup mengqodho’ saja. Ada dua alasan yang bisa diberikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pertama: dari hadits Anas bin Malik, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ نِصْفَ الصَّلَاةِ وَالصَّوْمَ وَعَنْ الْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al  Jashshosh rahimahullah menjelaskan, “Keringanan separuh shalat tentu  saja khusus bagi musafir. Para ulama tidak ada beda pendapat mengenai  wanita hamil dan menyusui bahwa mereka tidak dibolehkan mengqoshor  shalat. … Keringanan puasa bagi wanita hamil dan menyusui sama halnya  dengan keringanan puasa bagi musafir. … Dan telah diketahui bahwa  keringanan puasa bagi musafir yang tidak berpuasa adalah mengqodhonya,  tanpa adanya fidyah. Maka berlaku pula yang demikian pada wanita hamil  dan menyusui. Dari sini juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan  antara wanita hamil dan menyusui jika keduanya khawatir membahayakan  dirinya atau anaknya (ketika mereka berpuasa) karena Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam sendiri tidak merinci hal ini.”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan  Al Jashshosh ini sebagai sanggahan terhadap pendapat yang menyatakan  wajib mengqodho’ bagi yang hamil sedangkan bagi wanita menyusui adalah  dengan mengqodho’ dan memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari  yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua: Selain alasan di atas, ulama  yang berpendapat cukup mengqodho’ saja (tanpa fidyah) menganggap bahwa  wanita hamil dan menyusui seperti orang sakit. Sebagaimana orang sakit  boleh tidak puasa, ia pun harus mengqodho’ di hari lain. Ini pula yang  berlaku pada wanita hamil dan menyusui. Karena dianggap seperti orang  sakit, maka mereka cukup mengqodho’ sebagaimana disebutkan dalam firman  Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka  barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu  ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang  ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat  ini didukung pula oleh ulama belakangan semacam Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin  ‘Abdillah bin Baz rahimahullah. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,  “Hukum wanita hamil dan menyusui jika keduanya merasa berat untuk  berpuasa, maka keduanya boleh berbuka (tidak puasa). Namun mereka punya  kewajiban untuk mengqodho (mengganti puasa) di saat mampu karena mereka  dianggap seperti orang yang sakit. Sebagian ulama berpendapat bahwa  cukup baginya untuk menunaikan fidyah (memberi makan kepada orang  miskin) untuk setiap hari yang ia tidak berpuasa. Namun pendapat ini  adalah pendapat yang lemah. Yang benar, mereka berdua punya kewajiban  qodho’ (mengganti puasa) karena keadaan mereka seperti musafir atau  orang yang sakit (yaitu diharuskan untuk mengqodho’ ketika tidak  berpuasa, -pen). Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya),  “Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan  (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang  ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184)[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  ini berlaku bagi keadaan wanita hamil dan menyusui yang masih mampu  menunaikan qodho’[16]. Dalam kondisi ini dia dianggap seperti orang  sakit yang diharuskan untuk mengqodho’ di hari lain ketika ia tidak  berpuasa. Namun apabila mereka tidak mampu untukk mengqodho’ puasa,  karena setelah hamil atau menyusui dalam keadaan lemah dan tidak kuat  lagi, maka kondisi mereka dianggap seperti orang sakit yang tidak  kunjung sembuhnya. Pada kondisi ini, ia bisa pindah pada penggantinya  yaitu menunaikan fidyah, dengan cara memberi makan pada satu orang  miskin setiap harinya.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting yang perlu  diperhatikan bahwa wanita hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa jika  memang ia merasa kepayahan, kesulitan, takut membahayakan dirinya atau  anaknya. Al Jashshosh rahimahullah mengatakan, “Jika wanita hamil dan  menyusui berpuasa, lalu dapat membahayakan diri, anak atau keduanya,  maka pada kondisi ini lebih baik bagi keduanya untuk tidak berpuasa dan  terlarang bagi keduanya untuk berpuasa. Akan tetapi, jika tidak membawa  dampak bahaya apa-apa pada diri dan anak, maka lebih baik ia berpuasa,  dan pada kondisi ini tidak boleh ia tidak berpuasa.”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________&lt;br /&gt;[1] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/118-120.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Bukhari no. 7288 dan Muslim no. 1337, dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HR. Bukhari no. 1946 dan Muslim no. 1115.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR. Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] HR. Muslim no. 1114.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HR. Tirmidzi no. 799. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] HR. Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnaf-nya 2/286. Abu Malik mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/120-125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Al Mughni, 4/396.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HR. An Nasai no. 2275, Ibnu Majah no. 1667, dan Ahmad 4/347. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ahkamul Qur’an, 1/224. Lihat pula Bidayatul Mujtahid hal. 276 dan Shahih Fiqh Sunnah 2/125-126.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] HR. An Nasai no. 2274 dan Ahmad 5/29. Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Ahkamul Qur’an, Ahmad bin ‘Ali Ar Rozi Al Jashshosh, 1/224&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Majmu’ Al Fatawa Ibnu Baz, 15/225&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16]  Wanita yang dalam kondisi semacam ini menunaikan qodho’ di saat dia  mampu. Jika sampai dua tahun ditunda karena masih butuh waktu untuk  menyusui, maka tidak mengapa dia tunda qodho’nya sampai dia mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Lihat Panduan Ibadah Wanita Hamil, hal. 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Ahkamul Qur’an, Al Jashshosh, 1/223&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-9045418599792119502?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/9045418599792119502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/4-golongan-yang-mendapat-keringanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/9045418599792119502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/9045418599792119502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/4-golongan-yang-mendapat-keringanan.html' title='4 Golongan yang Mendapat Keringanan Tidak Berpuasa'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFp9MxH2yiI/AAAAAAAAAl4/EB1vOxFs9_I/s72-c/simbol+puasa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-1872670257797194423</id><published>2011-07-14T16:22:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T16:22:35.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>6 Perkara yang membatalkan puasa</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFgUYr9Tu9I/AAAAAAAAAlo/icNkDFrqF3I/s1600/rsz_kurma.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501169359182347218" src="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFgUYr9Tu9I/AAAAAAAAAlo/icNkDFrqF3I/s200/rsz_kurma.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 118px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 157px;" /&gt;&lt;/a&gt;Apa saja yang termasuk pembatal puasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah rincian enam pembatal puasa diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;1. Makan dan minum dengan sengaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  ini merupakan pembatal puasa berdasarkan kesepakatan para ulama[1].  Makan dan minum yang dimaksudkan adalah dengan memasukkan apa saja ke  dalam tubuh melalui mulut, baik yang dimasukkan adalah sesuatu yang  bermanfaat (seperti roti dan makanan lainnya), sesuatu yang membahayakan  atau diharamkan (seperti khomr dan rokok[2]), atau sesuatu yang tidak  ada nilai manfaat atau bahaya (seperti potongan kayu)[3]. Dalilnya  adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُوا  وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ  الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى  اللَّيْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan makan minumlah  hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.  Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam&lt;/span&gt;.” (QS. Al Baqarah: 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  orang yang berpuasa lupa, keliru, atau dipaksa, puasanya tidaklah  batal. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا نَسِىَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila  seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap  menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum&lt;/span&gt;.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِى الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah menghilangkan dari umatku dosa karena keliru, lupa, atau dipaksa&lt;/span&gt;.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  juga termasuk makan dan minum adalah injeksi makanan melalui infus.  Jika seseorang diinfus dalam keadaan puasa, batallah puasanya karena  injeksi semacam ini dihukumi sama dengan makan dan minum.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa  saja yang batal puasanya karena makan dan minum dengan sengaja, maka ia  punya kewajiban mengqodho’ puasanya, tanpa ada kafaroh. Inilah pendapat  mayoritas ulama.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;2. Muntah dengan sengaja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa  yang dipaksa muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada  qodho’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib  baginya membayar qodho&lt;/span&gt;’.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;3. Haidh dan nifas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila  seorang wanita mengalami haidh atau nifas di tengah-tengah berpuasa  baik di awal atau akhir hari puasa, puasanya batal. Apabila dia tetap  berpuasa, puasanya tidaklah sah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Keluarnya  darah haidh dan nifas membatalkan puasa berdasarkan kesepakatan para  ulama.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ » . قُلْنَ بَلَى . قَالَ « فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukankah  kalau wanita tersebut haidh, dia tidak shalat dan juga tidak menunaikan  puasa?” Para wanita menjawab, “Betul.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, “Itulah kekurangan agama wanita&lt;/span&gt;.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  wanita haidh dan nifas tidak berpuasa, ia harus mengqodho’ puasanya di  hari lainnya. Berdasarkan perkataan ‘Aisyah, “Kami dahulu juga mengalami  haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan tidak  diperintahkan untuk mengqadha' shalat."[11] Berdasarkan kesepakatan para  ulama pula, wanita yang dalam keadaan haidh dan nifas wajib mengqodho’  puasanya ketika ia suci.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;4. Keluarnya mani dengan sengaja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya  mani tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa hubungan jima’ seperti  mengeluarkan mani dengan tangan, dengan cara menggesek-gesek kemaluannya  pada perut atau paha, dengan cara disentuh atau dicium. Hal ini  menyebabkan puasanya batal dan wajib mengqodho’, tanpa menunaikan  kafaroh. Inilah pendapat ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah.  Dalil hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Allah  Ta’ala berfirman): ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum dan  syahwat karena-Ku”[13]. Mengeluarkan mani dengan sengaja termasuk  syahwat, sehingga termasuk pembatal puasa sebagaimana makan dan  minum.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mencium istri dan keluar mani, puasanya  batal. Namun jika tidak keluar mani, puasanya tidak batal. Adapun jika  sekali memandang istri, lalu keluar mani, puasanya tidak batal.  Sedangkan jika sampai berulang kali memandangnya lalu keluar mani, maka  puasanya batal.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika sekedar membayangkan atau  berkhayal (berfantasi) lalu keluar mani? Jawabnya, puasanya tidak  batal.[16] Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِى مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا ، مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتَكَلَّمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah memaafkan umatku apa yang terbayang dalam hati mereka, selama tidak melakukan atau pun mengungkapnya&lt;/span&gt;”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;5. Berniat membatalkan puasa&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  seseorang berniat membatalkan puasa sedangkan ia dalam keadaan  berpuasa. Jika telah bertekad bulat dengan sengaja untuk membatalkan  puasa dan dalam keadaan ingat sedang berpuasa, maka puasanya batal,  walaupun ketika itu ia tidak makan dan minum. Karena Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang ia niatkan&lt;/span&gt;.”[18] Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa berniat membatalkan puasa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, maka puasanya batal&lt;/span&gt;.”[19] Ketika puasa batal dalam keadaan seperti ini, maka ia harus mengqodho’ puasanya di hari lainnya.[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #336666; font-weight: bold;"&gt;6. Jima’ (bersetubuh) di siang hari&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjima’  dengan pasangan di siang hari bulan Ramadhan membatalkan puasa, wajib  mengqodho’ dan menunaikan kafaroh. Namun hal ini berlaku jika memenuhi  dua syarat: (1) yang melakukan adalah orang yang dikenai kewajiban untuk  berpuasa, dan (2) bukan termasuk orang yang mendapat keringanan untuk  tidak berpuasa. Jika seseorang termasuk orang yang mendapat keringanan  untuk tidak berpuasa seperti orang yang sakit dan sebenarnya ia berat  untuk berpuasa namun tetap nekad berpuasa, lalu ia menyetubuhi istrinya  di siang hari, maka ia hanya punya kewajiban qodho’ dan tidak ada  kafaroh.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيْنَمَا  نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - إِذْ جَاءَهُ  رَجُلٌ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ . قَالَ « مَا لَكَ » .  قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى وَأَنَا صَائِمٌ . فَقَالَ رَسُولُ  اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا » .  قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ  مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . فَقَالَ « فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ  سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ . قَالَ فَمَكَثَ النَّبِىُّ - صلى الله  عليه وسلم - ، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِىَ النَّبِىُّ - صلى  الله عليه وسلم - بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ - وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ -  قَالَ « أَيْنَ السَّائِلُ » . فَقَالَ أَنَا . قَالَ « خُذْهَا  فَتَصَدَّقْ بِهِ » . فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّى يَا  رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا - يُرِيدُ  الْحَرَّتَيْنِ - أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى ، فَضَحِكَ  النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ «  أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari kami duduk-duduk di dekat Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;  kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa  sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.”  Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;  berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku  telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang  budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau mampu  berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas  beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat  memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab,  “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas  diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu  wadah kurma kepada Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;. Kemudian beliau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;  berkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas  menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi  mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin  dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di  ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi  taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,  “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.”[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mayoritas  ulama, jima’ (hubungan badan dengan bertemunya dua kemaluan dan  tenggelamnya ujung kemaluan di kemaluan atau dubur) bagi orang yang  berpuasa di siang hari bulan Ramadhan (di waktu berpuasa) dengan sengaja  dan atas kehendak sendiri (bukan paksaan), mengakibatkan puasanya  batal, wajib menunaikan qodho’, ditambah dengan menunaikan kafaroh.  Terserah ketika itu keluar mani ataukah tidak. Wanita yang diajak  hubungan jima’ oleh pasangannya (tanpa dipaksa), puasanya pun batal,  tanpa ada perselisihan di antara para ulama mengenai hal ini. Namun yang  nanti jadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan apakah keduanya  sama-sama dikenai kafaroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang tepat adalah pendapat  yang dipilih oleh ulama Syafi’iyah dan Imam Ahmad dalam salah satu  pendapatnya,  bahwa wanita yang diajak bersetubuh di bulan Ramadhan  tidak punya kewajiban kafaroh, yang menanggung kafaroh adalah si pria.  Alasannya, dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidak memerintah wanita yang bersetubuh di siang hari untuk membayar  kafaroh sebagaimana suaminya. Hal ini menunjukkan bahwa seandainya  wanita memiliki kewajiban kafaroh, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam tentu akan mewajibkannya dan tidak mendiamkannya. Selain itu,  kafaroh adalah hak harta. Oleh karena itu, kafaroh dibebankan pada  laki-laki sebagaimana mahar.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafaroh yang harus dikeluarkan adalah dengan urutan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membebaskan seorang budak mukmin yang bebas dari cacat.&lt;br /&gt;2. Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;3. Jika tidak mampu, memberi makan kepada 60 orang miskin. Setiap orang miskin mendapatkan satu mud[24] makanan.[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  orang yang melakukan jima’ di siang hari bulan Ramadhan tidak mampu  melaksanakan kafaroh di atas, kafaroh tersebut tidaklah gugur, namun  tetap wajib baginya sampai dia mampu. Hal ini diqiyaskan (dianalogikan)  dengan bentuk utang-piutang dan hak-hak yang lain. Demikian keterangan  dari An Nawawi rahimahullah.[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sajian ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan dari Buku Panduan Ramadhan, &lt;a href="http://rumaysho.com/" target="_blank"&gt;rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-1872670257797194423?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/1872670257797194423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/6-perkara-yang-membatalkan-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1872670257797194423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/1872670257797194423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/6-perkara-yang-membatalkan-puasa.html' title='6 Perkara yang membatalkan puasa'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TFgUYr9Tu9I/AAAAAAAAAlo/icNkDFrqF3I/s72-c/rsz_kurma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7045813263850753905</id><published>2011-07-14T16:21:00.000+07:00</published><updated>2011-07-14T16:21:03.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Hikmah puasa di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TEv0r37HM5I/AAAAAAAAAkw/1hJoQHLG150/s1600/berpuasa.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497756804719260562" src="http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TEv0r37HM5I/AAAAAAAAAkw/1hJoQHLG150/s200/berpuasa.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 110px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 126px;" /&gt;&lt;/a&gt;Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Beberapa manfaat, puasa secara kejiwaan adalah puasa membiasakan  kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana  menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh  dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta 'ala : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai  orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana  diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa&lt;/span&gt;." (Al-Baqarah: 183) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Penting&lt;/span&gt;  : Dalam kesempatan ini, kami mengingatkan kepada para saudaraku kaum  muslimin yang suka merokok. Sesungguhnya dengan cara berpuasa mereka  bisa meninggalkan kebiasaan merokok yang mereka sendiri percaya tentang  bahayanya terhadap jiwa, tubuh, agama dan masyarakat, karena rokok  termasuk jenis keburukan yang diharamkan dengan nash Al-Qur'anul Karim.  Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan  menggantinya dengan yang lebih balk. Hendaknya mereka tidak berpuasa  (menahan diri) dari sesuatu yang halal, kemudian berbuka dengan sesuatu  yang haram, kami memohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Termasuk manfaat puasa secara sosial adalah membiasakan umat  berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan  perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong   mereka berbuat  kebajikan. Sebagaimana ia juga menjaga masyarakat dari  kejahatan dan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Sedang di antara manfaat puasa  ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki  kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan,  mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk  dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu  berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan  kelengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Di antara manfaatnya juga adalah mengosongkan  hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai  nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati,  selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga  membuatnya lengah. Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan  minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati  sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan  berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Orang kaya menjadi tahu seberapa nikmat Allah  atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang  sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan,  minuman dan tidak pula menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati  hal-hal tersebut pada saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia  hadapi karenanya. Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang-orang  yang sama sekali tak dapat menikmatinya. Ini akan mengharuskannya  mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan  menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan  mendorongnya untuk membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Termasuk manfaat  puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan  pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan  aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan,  kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu  'alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi  nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu  menikah dengan berpuasa (Lihat kitab Larhaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu  Rajab, hlm. 163) sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh  Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7045813263850753905?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7045813263850753905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/hikmah-puasa-di-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7045813263850753905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7045813263850753905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/07/hikmah-puasa-di-bulan-ramadhan.html' title='Hikmah puasa di Bulan Ramadhan'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/TEv0r37HM5I/AAAAAAAAAkw/1hJoQHLG150/s72-c/berpuasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-5319198451460653738</id><published>2011-06-08T00:30:00.000+07:00</published><updated>2011-06-08T00:30:02.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Naskah Kitab Abad 17 'Bahrul Lahut' Ditemukan di Pamekasan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-FRwJ5hUbCfE/TX5wl5czwfI/AAAAAAAAA5E/32_YdHT6W5Y/s1600/bahrul+lahut.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="https://lh5.googleusercontent.com/-FRwJ5hUbCfE/TX5wl5czwfI/AAAAAAAAA5E/32_YdHT6W5Y/s400/bahrul+lahut.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naskah kuno kitab 'Bahrul Lahut' (Samudera Ketuhanan) yang merupakan  kitab filsafat tulisan tangan ulama asal Aceh telah ditemukan di  Pamekasan, Madura, Jawa Timur. "Kalau dilihat dari kertasnya, kitab ini  diperkirakan ditulis pada sekitar abad ke-17," kata peneliti naskah  kitab kuno di pesantren itu, Umi Masfiah, Rabu (9/3).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab itu ditemukan tim peneliti  dari Balai Litbang Kantor Kementerian Agama Semarang di Pondok  Pesantren Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan,  Pamekasan. Kondisi kitab karya ulama asal Aceh ini sebagian sudah tidak  utuh lagi dan banyak yang berlubang, karena dimakan rayap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sekitar 80 eksemplar naskah  kitab kuno yang ada di pesantren itu dan semuanya ditulis dengan tangan.  "Kalau jenis kitabnya sekitar 120 kitab, karena dalam satu naskah ada  yang lebih dari satu kitab," kata Ketua Pengurus Perpustakaan Sejarah di  pesantren itu, Kholis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab 'Bahrul Lahut' merupakan  salah satu kitab yang membahas tentang filsafat ketuhanan di antara  sejumlah kitab dalam naskah-naskah kuno yang ada di perpustakaan itu.  Bahrul Lahut atau Samudera Ketuhanan ini sempat didaku (diklaim) sebagai  karya ulama Malaysia, karena menggunakan bahasa Melayu, tetapi kitab  ini sebenarnya merupakan kitab karya ulama Indonesia asal Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain kitab Bahrul Lahut, juga  ditemukan naskah kitab kuno karya intelektual Muslim, Ibnu Arabi, yakni  kitab 'Tuhfatul Mursalah' dan 'Kitabul Waqad' atau ilmu astronomi yang  juga ditulis dengan tangan. Salah satu isi kitab astronomi yang  berbahasa Arab ini menjelaskan tentang peredaran bumi, bulan, dan  matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut koordinator tim peneliti  Balai Litbang Kemenang Semarang, Zainul Atfal, penelitian naskah kuno  ini dilakukan untuk meneliti khazanah keilmuan keagamaan di Indonesia.  "Kami memilih pesantren ini sebagai lokasi penelitian, karena untuk  sementara, naskah kuno terbanyak berada di pesantren ini," kata Zainul  Atfal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/03/09/168246-naskah-kitab-abad-17-bahrul-lahut-ditemukan-di-pamekasan"&gt;Republika &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-5319198451460653738?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/5319198451460653738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/naskah-kitab-abad-17-bahrul-lahut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5319198451460653738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/5319198451460653738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/naskah-kitab-abad-17-bahrul-lahut.html' title='Naskah Kitab Abad 17 &apos;Bahrul Lahut&apos; Ditemukan di Pamekasan'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-FRwJ5hUbCfE/TX5wl5czwfI/AAAAAAAAA5E/32_YdHT6W5Y/s72-c/bahrul+lahut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7233457714004210045</id><published>2011-06-08T00:22:00.002+07:00</published><updated>2011-06-08T00:22:25.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Saatnya meluruskan arah kiblat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ubliRnBB4Oo/TeVDZhmsJ2I/AAAAAAAABG8/rScpjAAJyMU/s1600/kakbah.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-ubliRnBB4Oo/TeVDZhmsJ2I/AAAAAAAABG8/rScpjAAJyMU/s400/kakbah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari ini adalah waktu yang tepat untuk meluruskan arah  kiblat ke Kabah di Mekkah, Arab Saudi, sebagai penunjuk arah shalat bagi  umat Islam. Hal tersebut karena Matahari akan berada tepat di atas  Kabah sehingga arah jatuhnya bayangan tepat ke sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matahari akan berada di atas  Mekkah, Arab Saudi, Sabtu, 28 Mei 2011 pukul 12.18 waktu setempat atau  pukul 16.18 waktu Indonesia barat. Saat itu, bayangan di seluruh dunia  yang masih bisa melihat Matahari mengarah ke Kabah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangan ke arah Kabah yang  dapat dijadikan patokan arah kiblat itu dapat diperoleh dari benda yang  berdiri tegak lurus di tempat datar. Cara itu dapat digunakan di  sejumlah wilayah yang tak bisa melihat Kabah secara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini cara paling sederhana dan  paling mudah dengan akurasi tinggi dalam menentukan arah kiblat," kata  Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga  Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang juga anggota Badan Hisab Rukyat  (BHR) Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin, Senin (23/5/2011) di  Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski demikian, penentuan kiblat  tidak perlu terpaku pada hari dan jam saat Matahari benar-benar tepat  di atas Mekkah. Pergeseran Matahari yang lambat membuat Matahari berada  di atas Mekkah selama dua hari sebelum dan sesudah 28 Mei serta dalam  rentang waktu lima menit sebelum dan sesudah pukul 16.18 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya, pelurusan arah kiblat  dapat dilakukan pada 26-30 Mei pukul 16.13-16.23 WIB. Jadi masih ada  waktu dua hari kesempatan meluruskan arah kiblat Anda. Jangan khawatir,  dalam setahun akan ada momen yang sama beberapa kali lagi jika saat ini  terlewatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7233457714004210045?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7233457714004210045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/saatnya-meluruskan-arah-kiblat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7233457714004210045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7233457714004210045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/saatnya-meluruskan-arah-kiblat.html' title='Saatnya meluruskan arah kiblat'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ubliRnBB4Oo/TeVDZhmsJ2I/AAAAAAAABG8/rScpjAAJyMU/s72-c/kakbah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-948855557746618047</id><published>2011-06-08T00:20:00.002+07:00</published><updated>2011-06-08T00:20:42.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>5 Fakta mengagumkan tentang Azan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-drSSxxiO-_o/TeAFnrFNSTI/AAAAAAAABFE/NbsjHrPcysE/s1600/adzan.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-drSSxxiO-_o/TeAFnrFNSTI/AAAAAAAABFE/NbsjHrPcysE/s400/adzan.jpg" width="298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap   Maha yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan   juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di   seluruh dunia lima kali setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa  mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh  dunia,  adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia  misalnya,  sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan  penduduk  muslim terbesar di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika  azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga   beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera   menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran   psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung   secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi)   mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Asal Mula Yang Menakjubkan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat  waktu  shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara.  Ada  yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu  tiba,  ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet,  dan  bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan   kurang cocok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah  Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang   memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz   adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah   bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di   rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya   dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku   benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu   Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.” Dan kemudian Rasulullah  menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz  adzan itu untuk menyerukan  panggilan shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adzan  Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat.  Selain  itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika  lahirnya  seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .&lt;br /&gt;Peristiwa besar yang dimaksud adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi  pada  tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad  beserta  10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian   menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala   yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan   Adzan Diatas Ka’bah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan   pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa   perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu   mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak  pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar  1500  tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari .   berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah   umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam   saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2   juta muadzin saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 =  5.340.000.000.000&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu  fajar fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, di sekitar  5:30 waktu  setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan  Muadzin di  kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada  yang Maha  Kuasa, dan risalah Muhammad saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses  itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan  Indonesia.  Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di  Indonesia adalah  satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan  selesai di Sulawesi,  maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula  sumatra. Dan adzan  belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di  Malaysia. Burma  adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa  jam dari Jakarta,  maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan  begitu adzan  berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di  barat India,  dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan  seluruh  kawasan India.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Srinagar  dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu  adzan yang  sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan  Gowadar (kota  di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat  puluh menit,  dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di  Pakistan.  Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan  Muscat.  Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan   kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah   dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan  waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu  jam. Adzan  terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam  tersebut.  Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang  sama.  Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah  jam,  dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iskandariyah  dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu  yang sama. Proses  panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui  seluruh kawasan  Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan  kenabian Muhammad  saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu  tiba di pantai  timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum  Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah  dimulai  di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan  Ashar  telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira  satu  setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama   setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah   dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan   Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sumber: eramuslim &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-948855557746618047?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/948855557746618047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/5-fakta-mengagumkan-tentang-azan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/948855557746618047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/948855557746618047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/06/5-fakta-mengagumkan-tentang-azan.html' title='5 Fakta mengagumkan tentang Azan'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-drSSxxiO-_o/TeAFnrFNSTI/AAAAAAAABFE/NbsjHrPcysE/s72-c/adzan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4901189738168943080</id><published>2011-05-28T13:49:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T13:49:06.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Sutrah dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eNk70q_QBzQ/TeCa2o0WK4I/AAAAAAAAAEU/hsXE_zrUACY/s1600/sutrah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-eNk70q_QBzQ/TeCa2o0WK4I/AAAAAAAAAEU/hsXE_zrUACY/s1600/sutrah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Dari Ibnu `Umar radliallahu `anhu ia berkata:        Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah (batas tempat sholat) dan        jangan biarkan seorang pun lewat di depanmu, jika ia enggan maka        perangilah karena bersamanya ada qarin (teman)." (HR. Muslim dalam As-Shahih        no. 260, Ibnu Khuzaimah dalam As-Shahih 800, Al- Hakim dalam Al-Mustadrak        1/251 dan Baihaqi dalam As-Sunan Al- Kubra 2/268) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Abu Said Al-Khudri radliallahu `anhu ia berkata: "Rasulullah        shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika shalat salah seorang diantara kalian, hendaklah shalat menghadap        sutrah dan hendaklah mendekat padanya dan jangan biarkan seorangpun lewat        antara dia dengan sutrah. Jika ada seseorang lewat (didepannya) maka        perangilah karena dia adalah syaitan." (HR. Ibnu Abi yaibah dalam Al-Mushannaf        1/279, Abu Dawud dalam As-Sunan 297, Ibnu Majah dalam As-Sunan no. 954,        Ibnu Hibban dalam As-Shahih 4/48, 49-Al-Ihsan, dan Al-Baihaqi dalam As-Sunanul        Kubra 2/267, sanadnya hasan) Di dalam riwayat lain (yang artinya): "(Karena)        sesungguhnya setan lewat antara dia dengan sutrah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari hadits Abu Said di atas As-Syaukani berkata: "Padanya (menunjukkan)        bahwa memasang sutrah itu adalah wajib." (Nailul Authar 3/2). Beliau juga        berkata: "Dan kebanyakan hadits- hadits (dalam masalah ini) mengandung        perintah dengannya dan dhahir perintah (menunjukkan) wajib. Jika dijumpai        sesuatu yang memalingkan perintah-perintah ini dari wajib ke mandub maka        itulah hukumnya. Dan tidak tepat dijadikan pemaling (pengubah hukum) sabda        shallallahu `alaihi wa sallam (yang artinya): "Sesungguhnya tidak        memudharatkan apapun yang lewat di depannya karena menghindarnya orang        shalat dari perkara yang memudharatkan shalatnya dan menghindari hilangnya        sebagian pahalanya adalah wajib atasnya." (As-Sailul Jarar 1/176) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perkara yang menguatkan wajibnya: Sesungguhnya sutrah merupakan        sebab syari yang menyebabkan tidak sahnya shalat karena lewatnya wanita        baligh, keledai dan anjing hitam sebagaimana telah sah yang demikian itu        dalam hadits yang menyatakan larangan orang lewat di depan orang shalat,        dan hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengan sutrah. (Tamamul Minnah hal.        300) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Qurrah bin Iyas berkata: "Umar melihatku sedangkan aku (ketika itu)        shalat di antara dua tiang. Maka dia memegang tengkukku dan mendekatkan        aku ke sutrah seraya berkata: Shalatlah menghadap kepadanya." (HR. Al-Bukhari        dalam Shahihnya 1/577 [lihat pula Al-Fath] secara muallaq 3 dengan lafadz        jazm (pasti datang dari Rasulullah, pent) dan disambungkan [sanadnya] oleh        Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 2/370) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Umar memaksudkan perbuatannya itu agar        shalat (Qurrah bin Iyas) menghadap sutrah." (Fathul Bari 1/577) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dari Nafi,ia berkata :"Bahwa Ibnu Umar jika tidak mendapati tempat yang        menghadap tiang dari tiang-tiang Masjid, lalu ia berkata padaku :"Palingkan        kepadaku punggungmu (untuk dijadikan sutroh,pent).(Ibnu Abi Syaibah dalam        Al-Mushannaf 1/279 dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. (Dalam suatu riwayat) bahwa Salamah bin Al-Akhwa meletakkan batu di        tanah.Jika dia mau mengejakan Sholat ,dia menghadap kepadanya.(Ibnu        Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/278)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dari Ibnu Abbas r.a. "Aku memasang tongkat di depan Rosulullah SAW        ketika di Arafah.Beliau sholat menghadapnya dan keledai lewat dibelakang        tongkat."(Ahmad dalam Al-Musnad 1/243,Ibnu Khuzaimah dalah As-Shahih        840,Thabari dalam Al-Mujamul Kabir 11/243 dan sanad dari Imam Ahmad:hasan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;TENTANG JARAK KITA DENGAN SUTROH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;9. Diriwayatkan bahwa :"Rasulullah SAW berdiri di        dekat tabir.Jarak antara beliau dengan tabir itu ada 3 hasta (HR.Bukhari        dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Diantara tempat sujud beliau dengan dinding ada tempat berlalu kambing        (H.R Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Beliau bersabda :"Apabila salah seorang di antara kamu sholat        menghadap tabir, maka hendaklah ia mendekatkan dirinya kepada tabir itu,        sehingga setan tidak memutuskan dia dari sholatnya ". (Abu Daud Al-Bazzar        (p.54 Az-Zawaid),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh        Adz-Dzahabi dan An-Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;BENDA-BENDA YANG BISA DIJADIKAN SUTROH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;12. Dan kadangkala beliau menjadikan kendaraannya        sebagai tabir,lalu sholat dengan menghadap kendaraannya itu. (H.R Bukhari        dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hal ini berbeda dengan sholat di tempat berbaring unta .Karena beliau        telah melarangnya (Muslim dan Ibnu Khuzaimah (92/2) dan Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kadangkala :"Beliau membawa semacam pelana ,lalu meluruskannya ,kemudian        beliau sholat dengan menghadap kepada ujung pelana itu (H.R Bukhari dan        Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Rasulullah SAW bersabda : "Apabila salah seorang diantara kamu        meletakkan semacam ujung pelana di hadapannya,maka hendaklah ia shalat        dengan tidak menghiraukan orang yang berlalu di belakangnya(ujung pelana        itu)" (H.R Mulim dan Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Diriwayatkan bahwa :"Sesekali beliau shalat dengan menghadap ke sebuah        pohon.(H.R NasaI dan Ahmad dengan sanad yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. "Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur,sedangkan        Aisyah r.a berbaring di atasnya -dibawah beludrunya- (Al        Bukhari,Muslim,dan Abu Yala(3/1107 -Mushawwaratu l-Maktab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan sesuatu berlalu diantara        dirinya dengan tabir.Dan pernah : "Beliau shalat,tiba-tiba datanglah        seekor kambing berlari di hadapannya,lalu beliau berlomba dengannya hingga        beliau menempelkan perutnya ke tabir -dan berlalulah kambing itu di        belakang beliau-" (Ibnu Khuzaimah di dalam ash-Shahih        (1/95/1),Ath-Thabrani(3/104/3),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan        disepakati oleh Adz-Dzahabi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PERINGATAN KERAS BAGI YANG MELANGGAR SUTROH ORANG        YANG SHOLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;19. :"Sekiranya orang yang berlalu di hadapan orang        yang shalat itu mengetahui apa yang akan menimpanya,niscaya untuk berhenti        selama 40 tahun,adalah lebih baik baginya daripada untuk berlalu        dihadapannya ".(H.R Al - Bukhari dan Muslim,riwayat lainnya adalah riwayat        Ibnu Khuzaimah(1/94/1)).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;20. HAL-HAL YANG MEMUTUSKAN SHALAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: "Shalat seorang        laki-laki,apabila tidak ada semacam ujung pelana dihadapannya,maka akan        diputus oleh :wanita -yang haid (atau balighah), keledai dan anjing hitam        ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar berkata bahwasanya ia berkata,"Wahai Rasulullah,apa bedanya        antara anjing hitam dengan anjing merah ?" beliau bersabda,"Anjing hitam        adalah setan ". (H.R Muslim,Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah (1/95/2)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4901189738168943080?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4901189738168943080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/sutrah-dalam-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4901189738168943080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4901189738168943080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/sutrah-dalam-shalat.html' title='Sutrah dalam Shalat'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eNk70q_QBzQ/TeCa2o0WK4I/AAAAAAAAAEU/hsXE_zrUACY/s72-c/sutrah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4424154240489438601</id><published>2011-05-28T13:45:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T13:45:18.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Jilbab Wanita Muslimah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;       &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-esT44IGo5Qc/TeCZ5igsd0I/AAAAAAAAAEQ/IDB-ttMQZj8/s1600/jilbab.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-esT44IGo5Qc/TeCZ5igsd0I/AAAAAAAAAEQ/IDB-ttMQZj8/s1600/jilbab.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;       &lt;b&gt;&lt;span style="color: green; font-size: large;"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;       &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah        dan atsar-atsar Salaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban        kepada kami bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib        menutup seluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun        perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus        menggunakan pakaian (jilbab) yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG        DIKECUALIKAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat        An-Nuur : 31 berbunyi : "Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah        mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan        janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak        dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka,        dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka        atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka        atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudar mereka (kakak dan        adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra        saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau        budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak        mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti        aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui        perhiasan yang mereka sembunyikan.&lt;br /&gt;Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu        beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : "Hai Nabi        katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri        orang mumin : "Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh        mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka        tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya : "Janganlah kaum wanita        menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi,        kecuali yang tidak mungkin disembunyikan." Ibnu Masud berkata : Misalnya        selendang dan kain lainnya. "Maksudnya adalah kain kudung yang biasa        dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya        yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin        disembunyikan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak        tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu        Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia        memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata        kepadanya : "Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah        mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat,        kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah        Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : "Dan        janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka." Secara umum        kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu,        yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini        dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : "Dan hendaklah        kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku        seperti oang-orang jahiliyah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Nabi : "Ada tida golongan yang tidak akan ditanya        yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya        serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki        yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang        ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan        duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan        ditanya." (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad        VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi        dalam As-Syuaib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan        kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat        membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud        kecuali harus tebal. Jika tipis, maka hanya akan semakin memancing fitnah        (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah        bersabda : "Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain        namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat        bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum        wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan : "Mereka        tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya        surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian." (At-Thabrani        dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh        Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-HAdits As-Shahihah no. 1326).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr berkata : Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang        mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk        tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu&lt;br /&gt;tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (dikutip oleh        As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik III/103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsannya Umar bin Al-Khattab pernah        memakai baju Qubthiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna        putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk        istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah        saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah        depan maupun belakang, namun aku tidk melihatnya sebagai pakaian yang        tipis ! Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan        lekuk tubuh). (Riwayat Al-Baihaqi II/234-235; Muslim binAl-Bitthin dari        Ani Shalih dari Umar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar di atas menunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang mensifati dan        menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Yang tipis (transparan)        itu lebih parah daripada yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal). Oleh&lt;br /&gt;karena itu Aisyah pernah berkata : "Yang namanya khimar adalah yang dapat        menyembunyikan kulit dan rambut."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK        DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju        Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi        kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya        kepadaku : "Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?" Aku menjawab :        Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : "Perintahkan ia        agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir        baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya." (Ad-Dhiya Al-Maqdisi        dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad        Hasan). Aisyah pernah berkata : Seorang wanita dalam shalat harus        mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah        mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu        Sad VIII/71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita        menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju,        khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf        II:26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua juga menguatkan pendapat yang kami pegangi mengenai wajibnya        menyatukan antara khimar dan jilbab bagi kaum wanita jika keluar rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata :        Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia        melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah        pezina." (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad        IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan        disepakati oleh Adz-Dzahabi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda : "Jika salah seorang        diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali        mendekatinya dengan (memakai) wewangian." (Muslim dan Abu Awanah&lt;br /&gt;dalam kedua kitab Shahih-nya; Ash-Shabus Sunan dn lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : "Siapapun        wanita yang memakai bakhur (wewangian yang berasal dari pengasapan), maka        janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat Isya yang akhir."        (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan        dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai        hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu        Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena        sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Jika seorang        wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah        tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu        mandi." (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan        nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan        haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid,        karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki (Al-Munawi        dalam Fidhul Qadhir dalam mensyarahkan hadits dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Al-Albany) katakan : Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang        hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju        pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu       &lt;br /&gt;jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Al-Haitsami dalam kitab        AZ-Zawajir II/37 menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya        dengan memakai wewangian dn berhias adalah termasuk perbuatan kabair (dosa        besar) meskipun suaminya mengizinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat        wanita yang menyrupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian        maupun lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian        wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah        I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda :        "Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan        kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita." (Ahmad        II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah        kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau        bersabda : "Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si        fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan." Dalam lafadz lain : "Rasulullah        melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum        wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria." (Al-Bukhari X/273-274;        Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no.        1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu        Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Tiga golongan        yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada        hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang&lt;br /&gt;bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan        dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)." (An-Nasai !/357;        Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan        Ahmad II/182). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai        diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits        yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki        maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang        kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas        mereka. Dalilnya : Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : "Belumkah        datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka        mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan        janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab        kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati        mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang        yang fasik." Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal.        43 : Firman Allah "Janganlah mereka seperti..." merupakan larangan mutlak        dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari        tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan.        Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini (IV/310) berkata : Karena itu        Allah melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara        pokok maupun cabang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada        Muhammad) : "Raaina" tetapi katakanlah "Unzhurna" dan dengarlah. Dan bagi        orang-orang yang kafir siksaan yang pedih." Ibnu Katsir I/148 berkata :        Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan        dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka        menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin        mengatakan "Denagrlah kami" mereka mengatakan "Raaina" sebagai plesetan        kata "ruunah" (artinya&lt;br /&gt;ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi tahukan (dalm surat Al-Mujadalah : 22) bahwa tidak ada        seorang mumin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai        orang-orang kafir, maka ia bukan orang mumin, sedangkan tindakan&lt;br /&gt;menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai        wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN        KEBESARAN)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata :        Rasulullah bersabda : "Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di        dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari        kiamat, kemudian membakarnya&lt;br /&gt;dengan api neraka." (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk        meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut        mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan        perhiasannya,&lt;br /&gt;maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk        menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul        Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : "Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu.&lt;br /&gt;Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan        orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga        terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah :&lt;br /&gt;Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan        perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan        perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh,        tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian        wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah        fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4424154240489438601?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4424154240489438601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/jilbab-wanita-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4424154240489438601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4424154240489438601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/jilbab-wanita-muslimah.html' title='Jilbab Wanita Muslimah'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-esT44IGo5Qc/TeCZ5igsd0I/AAAAAAAAAEQ/IDB-ttMQZj8/s72-c/jilbab.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8026350665028732978</id><published>2011-05-28T13:28:00.002+07:00</published><updated>2011-05-28T13:36:16.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Kitab Zakat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TouYcQ278Vk/TeCX0vypWXI/AAAAAAAAAEA/CK569-ZzduI/s1600/emas.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-TouYcQ278Vk/TeCX0vypWXI/AAAAAAAAAEA/CK569-ZzduI/s1600/emas.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Zakat harta atau kekayaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Emasnisabnya 94 gram, haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5%         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perak nisabnya 672 gram, haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5%         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Logam mulia dan batu permata nisabnya senilai 94 gram emas, haulnya          satu tahun dan kadar zakatnya 2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumah dan tanah (yang wajib dikeluarkan zakatnya) Nisabnya senilai          94 gram emas, haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendaraan bermotor (yang wajib dikeluarkan zakatnya) Nisabnya          senilai 94 gram emas, haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabungan, deposito, surat berharga dan lain-lain Nisabnya senilai 94          gram emas, haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zakat Perusahaan dan Perdagangan Nisabnya senilai 94 gram emas,          haulnya satu tahun dan kadar zakatnya 2,5%. Cara menghitung nilai          kekayaan perusahaan dengan menghitung jumlah modal ditambah laba          perusahaan pada waktu akan mengeluarkan zakatnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zakat Tumbuh-tumbuhan Nisabnya senilai 1350 kg gabah atau padi atau          senilai 759 kg beras, haulnya setiap panen dan kadar zakatnya 5% jika          pengairan sulit dan 10% jika pengairannya mudah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zakat Barang Tambang Nisabnya senilai 94 gram emas, haulnya satu          tahun dan kadar zakatnya 2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zakat Barang Temuan Nisabnya senilai 94 gram emas, haulnya pada          waktu ditemukan dan kadar zakatnya 20% &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8026350665028732978?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8026350665028732978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8026350665028732978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8026350665028732978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-zakat.html' title='Kitab Zakat'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TouYcQ278Vk/TeCX0vypWXI/AAAAAAAAAEA/CK569-ZzduI/s72-c/emas.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4413351744157215967</id><published>2011-05-28T13:27:00.003+07:00</published><updated>2011-05-28T13:36:46.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Kitab Thaharah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-W4NJmIe_Dck/TeCX-CG0wOI/AAAAAAAAAEE/4ySaX2MJ8iY/s1600/bersuci.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-W4NJmIe_Dck/TeCX-CG0wOI/AAAAAAAAAEE/4ySaX2MJ8iY/s1600/bersuci.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;ARTI BERSUCI &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bersuci artinya menurut syara' ialah suci dari hadas        dan najis. &lt;br /&gt;Bersuci dari hadas ialah dengan berwudhu', mandi dan tayammum; &lt;br /&gt;Bersuci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan, pakaian        dan tempat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;PEMBAGIAN AIR &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Air yang suci dan menyucikan; boleh digunakan        untuk bersuci seperti air sungai, air hujan, air sumur, air telaga, air        laut, air embun, air salju dan mata air. &lt;br /&gt;Air yang suci tetapi tidak menyucikan atau tidak sah digunakan untuk        bersuci seperti air kopi, air teh, air yang sedikit (kurang dari dua        qullah) dan telah digunakan untuk mengangkat hadats atau menghilangkan        najis walaupun air itu tidak berubah sifatnya (warna, rasa dan baunya)        serta air buah-buahan seperti air kelapa. &lt;br /&gt;Air yang makruh digunakan untuk bersuci seperti air yang terjemur sinar        matahari di tempat yang berkarat. &lt;br /&gt;Air yang bernajis. Air yang bernajis ini terbagi dua yaitu Air yang        berubah salah satu sifatnya (warna, rasa dan baunya) karena terkena najis,        air ini tidak boleh digunakan untuk bersuci walaupun air tersebut lebih        dari dua qullah. &lt;br /&gt;Air yang tidak berubah salah satu sifatnya (warna, rasa dan baunya) karena        terkena najis; Air ini tidak boleh digunakan untuk bersuci jika kurang        dari dua qullah dan boleh digunakan untuk bersuci jika lebih dari dua        qullah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PEMBAGIAN NAJIS &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Najis Mugallazhah (berat) seperti air liur anjing        dan babi. Cara mencuci benda yang terkena najis ini, hendaklah dicuci (dibasuh)        tujuh kali dan dicampur dengan tanah pada saat dicuci untuk yang pertama        kalinya. &lt;br /&gt;Najis Mukhaffafah (ringan) seperti air kencing bayi laki-laki yang belum        berumur dua tahun dan belum pernah makan sesuatu selain air susu ibunya.       &lt;br /&gt;Najiis Mutawassithah (pertengahan) yaitu najis yang lain daripada dua        macam najis tersebut di atas. Najis ini terbagi menjadi dua bagian yaitu       &lt;br /&gt;Najis Hukmiah ialah najis yang kita yakini adanya tetapi tidak nyata warna,        rasa atau baunya seperti kencing yang sudah lama kering. &lt;br /&gt;Najis 'aniyah ialah najis ysng masih ada warna, rasa atau baunya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;'ISTINJA &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti buang air kecil dan        buang air besar wajib disucikan dengan air hingga bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;WUDHU' &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wudhu' artinya bersih dan indah, sedangkan        menurut syara' artinya membersihkan anggota wudhu' untuk menghilangkan        hadats kecil. &lt;br /&gt;Orang yang hendak melaksanakan shalat wajib berwudhu' karena wudhu'        merupakan syarat sahnya shalat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat-syarat Wudhu' &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Islam;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Tidak berhadats besar; Dengan air        suci dan menyucikan; &lt;br /&gt;Tidak ada yang menghalangi air sampai ke anggota wudhu' seperti getah, cat        dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fardhu Wudhu' &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Niat; Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya        rambut sampai bawah dagu dan dari telinga kanan hingga telinga kiri);        Membasuh kedua tangan sampai siku; Mengusap sebagian rambut kepala;        Memasuh kedua telapak kaki sampai kedua mata kaki; Tertib yaitu        mendahulukan mana yang harus didahulukan dan mengakhirkan mana yang        terakhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Membatalkan Wudhu'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Keluar sesuatu dari qubul dan dubur misalnya          buang air kecil, buang air besar atau keluar angin dan sebagainya;         &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hilang akal karena mabuk, gila, pingsan dan          tidur nyenyak; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bersentuhan kulit laki-laki dan kulit          perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup (muhrim          artinya keluarga yang tidak boleh dinikahi); &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menyentuh kemaluan (qubul dan dubur) dengan          telapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun          kemaluannya sendiri). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;TAYAMMUM &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tayammum ialah mengusapkan muka dan tangan dengan        debu yang suci. &lt;br /&gt;Tayammum dapat menggantikan wudhu' dan mandi dengan syarat-syarat tertentu.       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat-syarat Tayammum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Telah masuk waktu shalat; Tidak ada air dan telah        berusaha mencarinya tetapi tidak ditemukan; Dengan debu atau tanah yang        suci; &lt;br /&gt;Berhalangan menggunakan air misalnya karena sakit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fardhu Tayammum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Niat; Mengusap muka; Mengusap kedua tangan sampai        ke siku; &lt;br /&gt;Tertib yaitu mendahulukan mana yang harus didahulukan dan mengakhirkan        mana yang terakhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hal-hal yang membatalkan Tayammum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Segala yang membatalkan wudhu', membatalkan        tayammum; Adanya air sebelum memulai shalat, bagi orang yang tayammum        karena tidak adanya air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;MANDI WAJIB &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mandi Wajib yaitu membasuh seluruh tubuh mulai        dari ujung rambut kepala hingga ujung kaki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyebab Mandi Wajib &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bersetubuh, keluar mani ataupun tidak; Keluar          mani, disebabkan bermimpi atau sebab lain dengan sengaja atau tidak,          dengan perbuatan sendiri atau tidak; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mati, terkecuali orang yang mati syahid;          Selesai haidh; Selesai nifas (setelah berhenti keluar darah sesudah          melahirkan). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Fardhu Mandi Wajib &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Niat dan membasuh seluruh badan dengan air. &lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Larangan bagi orang yang sedang junub (berhadats besar) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Shalat fardhu dan shalat sunat; Thawaf fardhu          dan thawaf sunat; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berdiam diri dalam masjid; Menyentuh atau          membawa dan membaca Al-Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Larangan bagi orang yang sedang haidh dan nifas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Shalat fardhu dan shalat sunat; Thawaf fardhu          dan thawaf sunat; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berdiam diri dalam masjid; Menyentuh atau          membawa dan membaca Al-Qur'an; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Puasa fardhu dan puasa sunat; Dijatuhi thalaq          (cerai); Bersetubuh. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4413351744157215967?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4413351744157215967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-thaharah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4413351744157215967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4413351744157215967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-thaharah.html' title='Kitab Thaharah'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-W4NJmIe_Dck/TeCX-CG0wOI/AAAAAAAAAEE/4ySaX2MJ8iY/s72-c/bersuci.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-3698097589138304943</id><published>2011-05-28T13:26:00.001+07:00</published><updated>2011-05-28T13:37:18.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Kitab Shalat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iFV6WvuHszI/TeCYFdZpQQI/AAAAAAAAAEI/nVIDnn3_ubY/s1600/shalat.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-iFV6WvuHszI/TeCYFdZpQQI/AAAAAAAAAEI/nVIDnn3_ubY/s1600/shalat.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syarat-syarat Shalat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beragama Islam; Baligh dan berakal; Suci dari hadats besar dan          hadats kecil; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat shalat dari najis;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menutup aurat; Mengetahui masuknya waktu shalat; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghadap ke kiblat (Ka'bah); &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Rukun Shalat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Niat; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdiri tegak, bagi yang tidak mampu boleh duduk atau berbaring;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takbiratul-ihram (membaca "Allahu Akbar"); &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruku' dengan tuma'ninah (berdiam sebentar); &lt;/li&gt;&lt;li&gt;I'tidal dengan tuma'ninah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sujud dua kali dengan tuma'ninah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk tasyahud akhir dengan tuma'ninah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca tasyahud akhir; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca shalawat Nabi Muhammad saw pada tasyahud akhir; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca salam yang pertama (ke kanan); &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertib, berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Hal-hal yang membatalkan shalat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meninggalkan salah satu rukun shalat atau sengaja tidak          menyelesaikan salah satu rukun; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhadats; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terkena najis yang tidak dimaafkan; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbuka aurat; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sengaja berkata-kata; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membelakangi kiblat; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertawa; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendahului imam. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Waktu Shalat Fardhu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Zhuhur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Awal waktunya setelah tergelincir matahari dari pertengahan langit; &lt;br /&gt;Akhir waktunya apabila bayang-bayang sesuatu telah sama dengan panjangnya.       &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat 'Ashar &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Waktunya mulai dari habis waktu Zhuhur sampai terbenam matahari. &lt;br /&gt;Shalat Maghrib &lt;br /&gt;Waktunya dari terbenamnya matahari sampai hilangnya syafaq (awan senja)        merah. &lt;br /&gt;Shalat 'Isya &lt;br /&gt;Waktunya mulai dari terbenam syafaq (awan senja) merah sampai terbit fajar        kedua. &lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Shalat Subuh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Waktunya mulai dari terbit fajar kedua sampai terbit matahari. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Waktu-waktu yang dilarang untuk shalat &lt;/span&gt;       &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat Subuh hingga terbitnya matahari; Ketika terbitnya        matahari sampai setinggi tombak (±10 derajat dari permukaan bumi); Ketika        matahari di atas kepala hingga condong sedikit ke barat; Setelah shalat 'Ashar        hingga terbenamnya matahari; Ketika hampir terbenam &lt;br /&gt;sampai terbenamnya matahari. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Shalat-shalat Sunat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Sunat Rawatib&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Dua rakaat sebelum shalat Subuh; Dua rakaat sebelum shalat Zhuhur; &lt;br /&gt;Dua rakaat sesudah shalat Zhuhur; Dua rakaat sesudah shalat &lt;br /&gt;Maghrib dan dua rakaat sesudah shalat 'Isya. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Sunat Wudhu' &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap selesai berwudhu' disunatkan mengerjakan shalat wudhu' dua rakaat.       &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Dhuha &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Shalat Dhuha ialah shalat sunat yang dikerjakan setelah terbitnya matahari,        sekurang-kurangnya dua rakaat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Tahiyatul Masjid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Shalat Tahiyatul Masjid ialah shalat sunat dua rakaat yang dikerjakan        ketika seseorang masuk ke masjid, sebelum ia duduk di dalam masjid. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Shalat Tahajjud &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Shalat Tahajjud ialah shalat sunat yang dikerjakan malam hari sesudah        shalat 'Isya dan sesudah tidur malam sampai terbit fajar, sedikitnya &lt;br /&gt;dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. &lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Shalat Istikharah &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Shalat Istikharah ialah shalat sunat dua rakaat yang dikerjakan        ketikaseseorang akan mengerjakan suatu pekerjaan yang ia ragu-ragu apakah        pekerjaan itu baik atau tidak untuk dilaksanakan. Shalat Istikharah juga        dapat dilakukan ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang ia harus        memilih salah satu diantara keduanya&lt;span lang="en-us"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-3698097589138304943?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/3698097589138304943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3698097589138304943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3698097589138304943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/kitab-shalat.html' title='Kitab Shalat'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iFV6WvuHszI/TeCYFdZpQQI/AAAAAAAAAEI/nVIDnn3_ubY/s72-c/shalat.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-733028379972586272</id><published>2011-05-28T13:24:00.001+07:00</published><updated>2011-05-28T13:38:48.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Ikrimah Bin Abu Jahal (Sahabat Nabi)</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-q1EKj1fjqq4/TeCYZlwJ4lI/AAAAAAAAAEM/mPec0bie0eY/s1600/sahabat+nabi.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-q1EKj1fjqq4/TeCYZlwJ4lI/AAAAAAAAAEM/mPec0bie0eY/s1600/sahabat+nabi.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Abu Ishaw As-Ayabi'i meriwayatkan, ketika          Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Makkah, maka Ikrimah berkata:          Aku tidak akan tinggal di tempat ini!" Setelah berkata demikian, dia pun          pergi berlayar dan&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;memerintahkan supaya          isterinya membantunya. Akan tetapi isterinya berkata: "Hendak kemana          kamu wahai pemimpin pemuda Quraisy?" Apakah kamu akan pergi kesuatu          tempat yang tidak kamu ketahui?" Ikrimah pun melangkahkan kakinya tanpa          sedikitpun memperhatikan perkataan isterinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat lainnya telah berhasil          menaklukkan kota Makkah, maka kepada Rasulullah isteri Ikrimah berkata:          "Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri          Yaman karena ia takut kalau-kalau kamu akan membunuhnya. Justeru itu aku          memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin keselamatannya." &lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab: "Dia akan berada dalam keadaan aman!" Mendengar          jawapan itu, maka isteri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari          suaminya. Akhirnya dia berhasil menemukannya di tepi pantai yang berada          di Tihamah. Ketika Ikrimah menaiki kapal, maka orang yang mengemudikan          kapal tersebut berkata kepadanya: "Wahai Ikrimah, ikhlaskanlah saja!"         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah bertanya: "Apakah yang harus aku ikhlaskan?" &lt;br /&gt;"Ikhlaskanlah bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan akuilah bahwa          Muhammad adalah utusan Allah!" Kata pengemudi kapal itu. &lt;br /&gt;Ikrimah menjawab: "Tidak, jesteru aku melarikan diri adalah karena          ucapan itu." &lt;br /&gt;Selepas itu datanglah isterinya dan berkata: "Wahai Ikrimah putera bapa          saudaraku, aku datang menemuimu membawa pesan dari orang yang paling          utama, dari manusia yang paling mulia dan manusia yang paling baik. Aku          memohon supaya engkau jangan menghancurkan dirimu sendiri. Aku telah          memohonkan jaminan&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;keselamatan untukmu kepada          Rasulullah SAW." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada isterinya Ikrimah bertanya: "Benarkah apa yang telah engkau          lakukan itu?" &lt;br /&gt;Isterinya menjawab: "Benar, aku telah berbicara dengan baginda dan          baginda pun akan memberikan jaminan keselamatan atas dirimu." Begitu          saja mendengar berita gembira dari isterinya itu, pada malam harinya          Ikrimah bermaksud untuk melakukan persetubuhan dengan isterinya, akan          tetapi isterinya menolaknya sambil berkata: "Engkau orang kafir,          sedangkan aku orang Muslim." &lt;br /&gt;Kepada isterinya Ikrimah berkata: "Penolakan kamu itu adalah merupakan          suatu masalah besar bagi diriku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama selepas Ikrimah bertemu dengan isterinya itu, mereka pun          pulang kembali, setelah mendengar berita bahwa Ikrimah sudah pulang,          maka Rasulullah SAW segera ingin menemuinya. Karena rasa kegembiraan          yang tidak terkira, sehingga membuatkan Rasulullah SAW terlupa memakai          serbannya. &lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan Ikrimah, baginda pun duduk. Ketika itu Ikrimah          berserta dengan isterinya berada di hadapan Rasulullah SAW Ikrimah lalu          berkata: "Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan          Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Mendengar          ucapan Ikrimah itu, Rasulullah SAW sangat merasa gembira, selanjutnya          Ikrimah kembali berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu yang baik          yang harus aku ucapkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab: "Ucapkanlah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan          melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Ikrimah kembali bertanya: "Selepas itu apa lagi?" Rasulullah menjawab: "Ucapkanlah          sekali lagi, aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan          Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad&lt;span lang="en-us"&gt;&amp;nbsp;         &lt;/span&gt;adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya." Ikrimah pun mengucapkan apa yang          dianjurkan oleh Rasulullah SAW selepas itu baginda bersabda: "Jika          sekiranya pada hari ini kamu meminta kepadaku sesuatu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana yang telah aku berikan kepada orang lain, niscaya aku akan          mengabulkannya." &lt;br /&gt;Ikrimah berkata: "Aku memohon kepadamu ya Rasulullah, supaya engkau          berkenan memohonkan ampunan untukku kepada Allah atas setiap permusuhan          yang pernah aku lakukan terhadap dirimu, setiap perjalanan &lt;br /&gt;yang aku lalui untuk menyerangmu, setiap yang aku gunakan untuk          melawanmu dan setiap perkataan kotor yang aku katakan di hadapan atau di          belakangmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah SAW pun berdoa: "Ya Allah, ampunilah dosanya atas setiap          permusuhan yang pernah dilakukannya untuk bermusuh denganku, setiap          langkah perjalanan yang dilaluinya untuk menyerangku yang tujuannya          untuk memadamkan cahaya-Mu dan ampunilah dosanya atas segala sesuatu          yang pernah dilakukannya baik secara langsung berhadapan denganku          mahupun tidak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar doa yang dimohon oleh Rasulullah SAW itu, alangkah senangnya          hati Ikrimah, maka ketika itu juga ia berkata: "Ya Rasulullah! Aku          bersumpah demi Allah, aku tidak akan membiarkan satu dinar pun biaya          yang pernah aku gunakan untuk melawan agama Allah, melainkan akan aku          ganti berlipat ganda demi membela agama-Nya. Begitu juga setiap          perjuangan yang dahulu aku lakukan untuk melawan agama Allah, akan aku          ganti dengan perjuangan yang berlipat ganda demi membela agama-Nya, aku          akan ikut berperang dan berjuang sampai ke titisan darah yang terakhir."         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan Ikrimah, setelah ia memeluk Islam, ia sentiasa ikut          dalam peperangan hingga akhirnya ia terbunuh sebagai syahid. Semoga          Allah berkenan melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada Ikrimah. Dalam          riwayat yang lain pula diceritakan, bahwa ketika terjadinya Perang          Yarmuk, Ikrimah juga ikut serta berperang sebagai pasukan perang yang          berjalan kaki, pada waktu itu Khalid bin Walid mengatakan: "Jangan kamu          lakukan hal itu, karena bahaya yang akan menimpamu adalah lebih besar!"          Ikrimah menjawab: "Karena kamu wahai Khalid telah terlebih dahulu ikut          berperang bersama Rasalullah SAW, maka biarlah hal ini aku lakukan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah tetap meneruskan niatnya itu, hingga akhirnya ia gugur di medan          perang. Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih          kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah.          Abdullah bin Mas'ud pula berkata: Di antara orang-orang yang termasuk          dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu          Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang          sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap          kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang          bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: "Berikan saja air          itu kepada sahabat di sebelahku." Demikianlah keadaan mereka seterusnya,          sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam          keadaan belum sempat meminum air itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: "Sebenarnya Ikrimah bermaksud          untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya,          ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka          Ikrimah berkata: "Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia          lebih memerlukannya daripadaku." Suhail pula melihat kepada Haris,          begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: "Berikanlah          air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih          memerlukannya daripadaku." Begitulah keadaan mereka, sehingga air          tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya,          sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan          rahmat-Nya kepada mereka bertiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Amin."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-733028379972586272?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/733028379972586272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/ikrimah-bin-abu-jahal-sahabat-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/733028379972586272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/733028379972586272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/ikrimah-bin-abu-jahal-sahabat-nabi.html' title='Ikrimah Bin Abu Jahal (Sahabat Nabi)'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-q1EKj1fjqq4/TeCYZlwJ4lI/AAAAAAAAAEM/mPec0bie0eY/s72-c/sahabat+nabi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7202544423107569338</id><published>2011-05-28T13:09:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T13:09:49.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati ??</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-BUUhlz3n8d8/TbtqZWovzkI/AAAAAAAAO_M/jQ3ZqtmjT5U/s1600/cat.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan dalam suatu kisah, &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD12"&gt;Nabi&lt;/span&gt; Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu,nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke  &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;rumah&lt;/span&gt;, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11"&gt;badan&lt;/span&gt; mungil kucing itu sebanyak 3 kali.&lt;br /&gt;Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;azan&lt;/span&gt;, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.&lt;br /&gt;Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.&lt;br /&gt;Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri,Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BVSYEdvbe1Y/TbtqZ6c-eII/AAAAAAAAO_Q/wSfRQ1lr2Ck/s1600/white-persian-cat.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-_Xh7o2cuB8o/Tbtrefj5GPI/AAAAAAAAO_U/o664G3lyBs0/s1600/cats_of__Cairo.JPG" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-0nrJ5BFWrts/Tbtr7nGtSII/AAAAAAAAO_w/uipgyAuX4HY/s1600/CatsOfCairo13.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pengaruh Kucing dalam &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5"&gt;Seni&lt;/span&gt; Islam.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;sastra&lt;/span&gt;, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kucing yang memberi inspirasi bagi para &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;sufi&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah ataprumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorangsufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067. &lt;br /&gt;Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.&lt;br /&gt;Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hukum membunuh kucing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahukah agan Nabi Muhammad saw juga membela kucing?&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. &lt;/i&gt;(Shahih &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;Muslim&lt;/span&gt; No.4160)&lt;br /&gt;dan Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[1] dan Abu Hurairah.[2]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para doktermuslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;hertz&lt;/span&gt;. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.&lt;br /&gt;Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kucing “Muqawwamah”: Kucing &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10"&gt;Palestina&lt;/span&gt; yang Dipenjara di Sel Khusus Israel&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh iri, kaum muslimin mungkin harus iri kepada kucing Palestina. Pasalnya, ditengah ketidakmampuan kita ikut membela saudara-saudara kita di Palestina yang kini sedang berjuang mempertahankan Masjidil Aqsha dari ancaman israel, justru seekor kucing tampil sebagai pahlawan. Kucing itu dinilai zionis-israel dapat membangkitkan perlawanan (muqawwamah).&lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip situs www.maannews.net, zionis-israel telah memenjarakan seekor kucing Palestina. Kucing ini dinilai menjadi penghubung di sel isolasi di kamp tahanan pejuang-pejuang Palestina di Negev.&lt;br /&gt;Menurut pejabat israel, kucing tersebut membantu para tahanan dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dan lainnya dari satu sel ke sel lain. Peran itu dimainkan si kucing selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ketahuan.&lt;br /&gt;Penjaga penjara Negev lalu menjebloskan kucing itu ke dalam sel khusus. Nah, siapa bersedia menjenguk kucing yang pintar ini? Adakah kira-kira pengacara dermawan yang akan membelanya?&lt;br /&gt;Cholis Akbar/Suara Hidayatullah &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7202544423107569338?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7202544423107569338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/didalam-perkembangan-peradaban-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7202544423107569338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7202544423107569338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/didalam-perkembangan-peradaban-islam.html' title='Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati ??'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BUUhlz3n8d8/TbtqZWovzkI/AAAAAAAAO_M/jQ3ZqtmjT5U/s72-c/cat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8210394429414012307</id><published>2011-05-20T13:51:00.002+07:00</published><updated>2011-05-20T13:51:51.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Sudah sempurnakah amalan kita?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:QQbNVT9Ewctz3M:http://www.noviasyahidah.com/wp-content/uploads/2008/09/ramadhan9.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:QQbNVT9Ewctz3M:http://www.noviasyahidah.com/wp-content/uploads/2008/09/ramadhan9.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Sudahkah  kita berbuat baik hari ini? Jawablah dengan jujur wahai saudaraku. Jika  memang kita sudah melakukan suatu kebaikan pada hari ini, maka  introspeksi diri kita lagi. Sudah benarkah kebaikan kita? Sudah luruskah  niat kita untuk berbuat baik? Sudah sempurnakah kebaikan kita? Sudah  benarkah cara kita untuk melakukan kebaikan itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sahabat…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Janganlah kita mengira bahwa setiap perbuatan yang kita anggap baik itu  adalah baik pula di hadapan orang lain dan Allah. Karena sering sekali  kita melihat banyak orang yang berbuat baik, tetapi niatnya ternyata  agar mendapatkan pujian dan jabatan. Hal ini mungkin pernah terjadi di  sekitar hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sesungguhnya setiap&amp;nbsp; perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Book Antiqua';"&gt;tergantung  niatnya.&amp;nbsp; Dan&amp;nbsp; sesungguhnya&amp;nbsp; setiap&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; (akan dibalas) berdasarkan  apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan  keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah  dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya  atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai  sebagaimana) yang dia niatkan.&lt;/span&gt;” (H.R Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Hadits ini sebenarnya berkenaan tentang seseorang yang berhijrah ke  Madinah demi seorang wanita yang ingin dinikahinya. Berkaitan dengan hal  itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam mengeluarkan hadits ini.  Hal ini karena beliau sadar bahwa di antara barisan kaum muhajirin,  ternyata ada yang hijrah dengan niat yang salah. Tentu beliau tidak  menyukai hal itu karena hijrah bukanlah perkara yang mudah. Hijrah  adalah perkara yang sulit karena mereka harus keluar dari kampung  halaman mereka sendiri. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam ingin  agar hijrah mereka itu mendapatkan pahala yang besar dari Allah karena  keikhlasan mereka. Namun ternyata ada seseorang yang berniat lain, maka  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dalam hadits  tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:foo5xsSbuPo6LM:http://qitori.files.wordpress.com/2007/08/ibadah.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:foo5xsSbuPo6LM:http://qitori.files.wordpress.com/2007/08/ibadah.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Begitu pula dengan amal kebaikan kita. Kita harus ikhlas dalam beramal  dan beribadah agar mendapatkan pahala dari Allah. Jangan sampai kita  banyak berbuat baik namun tidak mendapatkan apa-apa hanya karena niat  kita yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;Lain  halnya dengan orang yang melakukan kebaikan yang mulanya berniat baik,  tetapi ternyata caranya salah. Seperti contohnya bersedekah dengan  menggunakan uang curian, mengajarkan Islam dengan kekerasan, yasinan,  dll. Hal ini pun tentu salah. Karena meskipun niatnya baik, tetapi  ternyata caranya salah maka hal itu tidak akan bermanfaat sama sekali.  Seperti halnya para ahli bid’ah di dunia ini. Mereka melakukan suatu  amalan yang dianggap baik namun ternyata amalan tersebut tidak  berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Maka amalan itu pun tertolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur'an),  sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara  ialah yang diada-adakan (bid'ah), dan setiap bid'ah itu sesat." (H.R.  Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Jika kita beramal, maka kita harus tahu dasar akan amalan tersebut.  Adakah dalil yang kuat tentang amalan kita? Apakah Allah dan rasulNya  pernah memerintahkan amalan tersebut kepada kita? Jangan sampai kita  mengada-adakan suatu perkara yang tidak ada dalilnya. Karena hal itu  adalah bid’ah yang kesesatannya adalah nyata. Bahkan, ada pepatah yang  mengatakan bahwa setiap perbuatan kita di dunia itu adalah haram,  kecuali jika ada dalil yang menyuruh kita untuk melakukan hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:trFauXR1-XJgDM:http://pondokhati.files.wordpress.com/2009/03/shollu.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:trFauXR1-XJgDM:http://pondokhati.files.wordpress.com/2009/03/shollu.jpg" width="167" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Intinya, dalam beribadah sebenarnya dikenal dengan dua prinsip, yaitu  niat dan dalil. Jangan sampai kita melakukan suatu kebaikan dengan niat  yang salah atau melakukan kebaikan tanpa dalil yang menguatkan amalan  tersebut. Jangan sampai kita melakukan suatu amalan kebaikan namun hal  itu tidak mendapatkan balasan dari Allah karena kita melakukannya dengan  niat yang salah atau bid’ah. Jangan sampai seluruh amalan kita menjadi  sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang  yang paling merugi perbuatannya?", Yaitu orang-orang yang telah sia-sia  perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka  bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. mereka itu orang-orang yang telah  kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan  dengan Dia. Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak  Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat,” (Q.S.  al-Kahf: 103-105)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua'; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8210394429414012307?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8210394429414012307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/sudah-sempurnakah-amalan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8210394429414012307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8210394429414012307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/sudah-sempurnakah-amalan-kita.html' title='Sudah sempurnakah amalan kita?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-222838748916060260</id><published>2011-05-20T13:47:00.002+07:00</published><updated>2011-05-20T13:47:31.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Hukum Onani</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUTExQWFRUVGBwaGRgWGR4dHhwhHiAdGB0fHCAhHCggHx4jHhYeIi8gJCcrLyw4GiAxNTItNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGjAkHyUyMiwtLSorLCosNS0tNC80LCksNCwsLCwsLC0sLCwpLCwpLCwsLCw0LCwsLCwsLCwsLP/AABEIAHYAWQMBIgACEQEDEQH/xAAbAAABBQEBAAAAAAAAAAAAAAAGAAIDBAUHAf/EAD4QAAICAAQEBAIHBQcFAQAAAAECAxEABBIhBRMxQQYiUWEUcQcyQlKBkaEjYrHR4RVTgpLB0vAXJGSisjP/xAAZAQACAwEAAAAAAAAAAAAAAAACAwABBAX/xAArEQACAgEDBAEBCQEAAAAAAAAAAQIRAxIhMQQUQVETYTJCcZGhweHw8SL/2gAMAwEAAhEDEQA/AAZIMTpBg0+j7wnl88ZuYZFEQQjSwF6tV3an7uN3hH0axOuYMpkQxyyLGFI8yJWljamyfbGeMpSVpG+bjB0zmyZXFiPKYM/DnhGCbh0Gcdc27S3aQaSR5mW6K9KX174ZwHwpDmc/PlyM1FHFGjDmaVk1NV35SKogjE/7JrgC4ywHUgfPDkMf3gflv/TBHnfASwZXPSz6y+WJMdEBXWgVbdT1vejsQR2xp8N8AwZmPLzZdm5bGpg5BZKF0tKN7Ff4gemAfyBqePyB+VETNpZgp7WRvjU/sMYl4d4VyufzeYWN3XKZUeaawS7b3oOmgnlO9G9N9xWhDHlhw6TOZGSaWGEnXHOKNCrK+UEeUhh1B6bHCpxzVcWHHLhumjK/sqsIZH2wZeHeERZrLJKxaMyluWtgXV9qN/VJ27YzvDuQTMxTO+pWhU2oIsMuoMDY7FKwuMs6q1yFJ4N6fAP/AAo9MQfDYvZDMc2JJNNB1B+V4bp98RdSvOwT6eXgz+A+JlymWzi6XLzw6I+WoNNpcAtZFAFh0vvgnm+lWN51bkziMZaRSAgsySGMivP9UBDv183TALl469bPp12xZRtq9P8Anvv8xio9RKCpBZOljklqZucC8XZePhmWycyZ0NGLZsqdG+piBqEimqbpj3w74qy2WzeYmSLONHJEi3KeZIWBo2WfoBQ+tjIHvVXVj+N+nz/riRDZNUSPs7bgd1/52xO6l6B7OO+5pS+PGk4McpPHM2YeLlhwAQaoAuSwIPqaN9e+HcJ8RLlslmIykrPPFpTli6Yoy2fMK3I367e2KAagf3Bvt/EbH9DiRSNIsdKLbVV2QV7V8qwL6mVp+gl0kEnH2WfBHF1yUNPEXhljp1WtXfsSL6kVYxHxPxLB8E3DuHwTqJtneYAaV2uvMSx0ih0+ZOG6hub8tWGUEgX2I3o++2EyAIrEd9+w+YI9vW/lio9TKKoKfSRk7Nr/AKgos2Xiy+U1QwLWuYAOoHkblUSL0X1Iu6xW4Z4wysWZz8vIzPLzQTyhF1XTLJXnqjeq7+0cZm3UUy12oj0+yDpP+EYrtIDZ6jp+PptZ/wDUYPu5ehfZQ9lPiLZVeUnD4s3BROsyk1VbVTne8V+ZN/fvi6+Yoe9Dfr87v096xT+JP3l/X+eAlk1O6Hwx6FV2KP0I+Q7+5F1sBh2qkIO1sNJFjb09R+W2IoD5ihqwpo9q2697w7mFoSDd3W12b2DG9/lWFD/Ac8PdcpwybPiBJcwrBFD0QBqVASR282onYnptibiumSLhmaMMcck+YijkjUAqwfVdf5LB9GN3gb4d4tnyx5ULxkOu6zqWRm6VsQQSKHXeumKnEeP53Mzw5ido1GVkuOJFIj1CtyQSe1WTtuB3vZDJj0JM5uTDl+Rtfnf6HVZfD0L51JY9H7IFJoqFeZNSEjpY1D5g/u4FfBmU1ZriEroXjgmmVYwqkNTNpVRV2FWgvTzDA7kfE+dGbmzSvGJZo18oUtEwQUNuZeoDuD3OII/EWdTLvHG8UXxMrSyPGGWTU7B20am9tO3bp64Y8uFsWsGdKvpQYceyITiuTbSFizGmkK1TKRqXYbWrL5W2NNglj4BCc4JYtFIDHNGAKDEK6mqq6YX6gqexvmWa8Q5wmCF5Im+HkWSKSYMXZlvZm1b7NXa9t7GH8P8AEudjzGZzGuJMxNpBjZW5Z0qFBA1g3Q6g9z7YpZcKd+9y3gztJetjUyb1wrik2leZHPmFViosAEAAEiwtdumB2yVBbWo0+7L09RqH5rj2LiWYGTnypMUZzMkjyl1arcgnlm6A273iLh6jUY3A1AbMjaSR0o0aOM+ecZJafBq6bHOLevyexuGChCNa39U2CPUgbd9wQMVecPuD9f8AdiXLzqJGVzfdeYQTfoCSf0xBZ+6v+YfzwijUUYJtajQbYiypIsn39sTyT6lGoPE61bdRfzHtjIy7W5ZV3AobVXr7emLKZxxFoYFHsltYO+/y9K3GGuDBU0bOWzJY21OgXysCLvpvW94igfRHsSryMR1I7kbj5enXGdn3qFQVoCtgb2vt3xocQWW0dVLad9JU2R6gEfjhekPUi69h449LOppBQtwTtsR13rbHQfEXhaGLIuqZZnAiVYlRXebmm/rVYC/VvsPN7Y53w6cmRJ47WSNwwDKQNQ7Ee/TBFD9J06vNJDw9BIzJzmM7lW0gDZdICnTtfyu6xp6dQSevkxdX8ja+Pj6A7K7pGY5lfr1K6yvqrA77H1vHs0tLG6EMnl1qCSlHbYNen/TFOF5JJZZ0QQs0jOYabTTG6N9b9R3/ACw6YjUHC8mQddSkI3qCwFEH3rGaUKlSNkJ3FNlqZamUUQj3pKkqQeoGxojt09MVpntzbAMvTWNDfgwNH5VjzNr5SeXIoq9ULWAfWrrHrs8ltCRMFHmStW38V/PFJMJtHkk5scxfKbprVl9t6H64q6F/d/JP92FaJIHjGgfaFlRv2IIAP54n5i/cX8lwVUDt5DD6M8kuY4PmsqTXxEskS+zGBWH5ab/DGv4xygzHE+ExJ9RWnsdqhKWD+MdfjjlvAvHM+SSOOJI20S/Ektqsnl8krsfq6TfrizB9KOajKS8qFnjWdVY6r/7hxKzdeoK0Pxx1YyjpSZxsmPJrckg/8XOE4pw3OSQy6JNcbIELMDGSUYqASdnLbb0uG+P/ABBLl0ymehnimjSeVRIym1LrIOW4UgFVArcBgY1uzeOf/wDVDOpFldTLK8M3NEsllzYZCh3AKlXI9enpiLxl46mzqxRNDDFCJDIUhvzu12zX38zfixu8RyjvRSxTtWuDpfizxROeI8OygCcqT4adyAdWrmEEA6q07DasZfEGZYfEbBiDzEr227fO8AnHfGc82ZgzS6E5KJEoF/YYsC1k01nGn4q+k7NZ2BssYYYhIVMuiw8gWjW+32R69AOmK1p8lvBJJUjrnibNtHls08kivAuT3gVLcOwYBywN6T06baSb2OGcAzp+HyMbTITJkR/2zgapSETcMTsBuCKN6r7Y5U/0m5hp5ZlihdZcusDwtqAKqWIJ3vVUjD03xPwz6Ws0kMUMcWVV4ohEjyhtewC2Dqo3QNdDi/kjyB2+SqoMvos4URw7S8TKc28kbkbhQqMln0GpSPmww36Nc6UyqwO3w0/xDLqZLScqCmjUQLNqfKrBvJtteATh/wBIudi+FiUBEythljY/tjsSZATvZs7V9Y4tcK+lDMIJahy7lpmnWOQN+zdtyU3+8SfXzHffAqUFQbxZXdrn9jU46sg4PnUkKl14lpKx3pHmQ6V1dt9vYjHPv7PT7kv+Ufzxo5jxRmZclLDIscgmzJzErresNamgLoDy7YyviIfWT8j/ADwqbv7Jpwwcb1FeDcknua/D+uJ+IZNoZ3ikoNC2llsHfe+nzxq+FuKw5fWHkMLtywkoQuVAYGQACyrOmwYDbptd415/F+WZZzrZPiTKHj5JJZpMzq5hetwuX8qp2IPrZKME97JPK4uqBLO8LaIy5eWldG01YNGtVWNsVwNfL3G25+Ywb5rxdlmTMEOyHMHMhk5JJdpZrSQv6JAaCdiD63j3O+O45TMoJ0t8dS8lR5XUJlUsLsAbc++5s4twXsFZpcaQKEJMjGiYyBrNbC9lJPQWdhhkTeYxPuo3F9R8jgx8HcSTLZNpZX5anMwK9Rl2lWNHkeGvq02pfrUBZN9Bh3D/ABTlVgiQsyBxArwiIncZhZZnL15yYkCqOoBI27zRtyW8zTewFcy1Yk2UJpu4/HF7P5dl1wyhRNHQZbBINA2CPYix88EkPjWKVwWcxT8qQc0RXy9WYL6QFF//AIUquAdOo+pIkzvjLLMM0yOyNmPiQU5R1SNLL+zkL+iQGgh6EE1veJ8a9ldxJfdA0zrIh3IdBuQf1w/46wokNmvLIO/sfX8cdF4VxlM7m3Kg/sjnGUiKmjjfkxQaAI2N2GYnQ+nUxI3sZnFfFUUfxaysIpmObR4kTWGZl5UAEgFcuIXttuLrfafEvZO5foCXl0Hzjr9tNj+I74i1R/3x/XBF4z8VxzxhI7KLmXMY0aahEcaIOg3ZgzEeoGBXVD7/AJYmiv4GRyOS4r8TQjjs6j26YbMmpgfQ4cnqcIMBt1vCLH+BZqS6A7HBFlPCMzvl0XRrzMRmXzUFQbFnJFKNr74GyaB9Tjo/EZ54eJoMvCZ/g8hDFJHp1AowtwQN6PMHQGutUDg4xTW4nJklFqvILx+EOZmUhizOWnaRXcNFIWRQgOrV5bBpT232xjcJyjTyIsY1M7BUHuTQ/jjo0fh1MtnMy2WidSeFvMkNEyRtL+zEZAskg3Xf8sYngXhpyEc2cziywLCuiLVEdRkkGlSqtp1aBZ6j9MMcBMc9W3/WDvGOAS5fiByzgGZSo8hJBLgFaJAJvUO2LfF/BM54gMgun4gkdCdO6h9V1ekLZJrscGUeXjbOZTiNtJBDw/nM8g0s75bVENQsgOWKGrPTEuV8Rrp4fnS157PcnKt+6sc1TP8ANwVT8du+DWNWLfUSrj/TmvGciyvJExHNgco2kmiVOlqNA9sZkqDQCo2HX+uN7xY1cQzx/wDKm/8As4w6KNfVWG4wvh0ak9UVJ+SQgFB6Hof9Dil8Li5GoFgbqe2IeWvqfzxIui2rLqmhhsQ+1hYWFeBhIBveJl4hKsjSrNKJW6yCRg3oPNd9AB17YWFiW0W4prcaM9KjNIs8wkk+u4lcM3pbXZ/HEGd4lNIo5s00gU6gJJHYX0sBiRe/64WFhkW2KlCN8Fhc68iiPmSBKrQHYKQTrordbnf574jzKlSGBIMZ8pBPl+1t6G99sLCwttqVDdK03RVzdkFiSzMSzFiSSTuSSdyffHknQDHuFg0BVbIgDUcS6W9RhYWDYB//2Q==" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fenomena  perzinahan memang sangatlah marak di dunia saat ini. Dan imbasnya  adalah perilaku seksual yang menyimpang, seperti homoseksual dan  lesbian. Hal itu sudah dijelaskan dalam Islam bahwa hukumnya haram.  Tapi, banyak remaja yang masih bingung tentang perkara onani atau  masturbasi. Bagaimana sebenarnya kedudukan dua hal itu dalam Islam?  Berikut petikan fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dan Yusuf  Qardhawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (terima kasih kepada teman-teman saya yang telah memberikan masukan dalam postingan kali ini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;Disalin dari Majalah Fatawa Vol. III/No. 9/Agustus 2007/Rajab-Sya’ban 1428&lt;br /&gt;FATWA ULAMA&lt;br /&gt;(Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilah Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan IV/273-274)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saya  seorang pelajar muslim (selama ini saya terjerat oleh kebiasaan  onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu  sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat  dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk  menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal. Terkadang setelah  melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya.  Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima? Lantas, apa hokum onani?  Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton  televisi atau video.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Arial;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Onani/Masturbasi  hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih  kesenangan/kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah halalkan. Allah  tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali  pada istri atau budak wanita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Allah  berfirman: “Dan orangorang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap  istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki.” (Al-Mukminun: 5-6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jadi,  istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan,  maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi telah memberi petunjuk  kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan  pengaruh negative syahwat. Beliau bersabda, &lt;span style="color: #009900;"&gt;“Wahai  para pemuda, barangsiapa diantar kalian telah mampu menikah, maka  hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menjaga kemaluan. Sedang  barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa karena puasa  itu akan menjadi tameng baginya.”&lt;/span&gt; (Muttafaqun ‘alaihi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rasulullah  memberi kita petunjuk untuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan  diri dari bahayanya dengan dua cara berpuasa untuk yang tidak mampu  menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan  bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan  menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka  onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam  kondisi apapun menurut jumhur ulama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wajib  bagi Anda untuk bertobat kepada Allah dan tidak mengulanginya kembali  perbuatan seperti itu. Begitu pula, Anda harus menjauhi hal-hal yang  dapat mengobarkan syahwat Anda, sebagaimana yang Anda sebutkan bahwa  Anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang  membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan  memutar video atau televise yang menampilkan acara-acara yang  membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang  mendatangkan keburukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seorang  muslim seyogyanya (senantiasa) munutup pintu-pintu keburukan untuk  dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang  mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri Anda, hendaknya Anda jauhi.  Diantara sara fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang  menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar  syahwat. Jadi Anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada  Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a href="" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhISEBMUEhQVFRQWFhYWGBgWGBcTFxkYGRgbFBgaFxgXHSYeGBkjGRcXIS8iIycpLy0sFR49NTIqNS8rLi0BCQoKDgwOGg8PGikkHyQ1Kik1KSwsKSwpLCktMiksKSksLCwpKSwsLCspLCwpLCksKSwpLCw1LCkpKSwpKSwsKf/AABEIAHYAWgMBIgACEQEDEQH/xAAbAAABBQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAgMEBQcBBv/EADkQAAIBAgQDBwEFBgcAAAAAAAECEQADBBIhMQVBUQYTIjJhcYGRByNCUqEUM2PR8PFTYnJzscHh/8QAGAEAAwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAECAwT/xAAhEQEBAAICAgEFAAAAAAAAAAAAAQIRITEDEkEiMkJhcf/aAAwDAQACEQMRAD8AxYGuqabBpQNEZ6OVeYgqbgLFgxW2zgAHxFATGogmZPqT7VVYPAPckqNB5mOgXQmSekKx+K9FgLCXs1wI9wWVVQmsuogZ3I1CidhqMyCt8JuJ6en48ovcKwbr4RbNy0Z1GbwvJIHPMTtWaY20VOv8/wBRvWpWcW68LutcM9+8Wk0KgWw0lQdABmVQB09Ky/iFwkmd5PKDqZj6n9aM428nwr2pLNNdak1jQKKKKQFFFFAOzQKRmoBplpY8NWWb/buz1jI21XXBLM2VknuxdLXWGmVVClQTyLGY6lR0qqwdkLbYs2WVUtAnKuYMukiWYhdOQ561L4fjUYPZtgjvQPEQASyeNRlBIVCQREnUg8oro8fDOx72/cbEcIZtCVxGZgPwKUyiByBIIJ6qOdZpxC2Z1Jr0fZXtQ1h9gyFcjIZyup3Bj6+hAq77W8BwxsWsVbLW0u5hkjvCrKYYAkrK6g/POnZ7Nr9WO58Mvca0irDiPDHQzGZNYdfEhAMTI23GhgiRIFQXQgwRB6HSsMsddplJoooqDFFFFAFdFcooC14peCju1mSLRY6AGLSgAfJJ5b+lI4Ik3QcxXLLggZm8AzwokSdOoqFibuZ2PUzUzgZi7n/w1a4BvJUZh+uvsDW2N3kV6WXDrXe3jkEBmJAmYBMgesCvfdv7Aw2Dw+GnMyG4znkHYISo9hl+tef+y29bGNQ3CJ1yFvKLkfdlv8uaJqw4vaxH7TdtXwSWF0sra+IIzBgPzSAQRE7TrW0m+Dx4wtZ+OIXLZORmWfysV15HTnuPk07bvG/acXGlrYVldpJC5grKTBJEuCBygxuaVj8J3ZJugZ9Pux4SJ18YA8MCNNDrUbh18m+sAfeHIR5VIfwkabDXflANZ3e9VGPSJeRRsc3UxA+J1PzFN09i7YW44WYDMBmENAMCRyPUUzWFWKKKKQFFFFAFTuFmS6De4mRffMrAH3yx81BqXgGjOfxBGy+50J+FLH4qsbqg7w3FFGBFa9ZYcR4fnkNiLFu4jA+Z7TKVU+oXMR12rFrTa1ofZXi1zh9sXysNd8FtWiDbPmcqd1MZROh8XSunx8xMy9cv68jxfh9wMS4YkncySfk1UFYrau0GDs47AnE2LeR1aLqqZWCNHA3UEyI2rIsfZgmanLHfIsuN/R1iMQBP78CB/ECjSf4kCBvmjXXVqs0q3cKsGG4II9xqKm4nurg7z92STmUSwnTVOg1Mgkxy6DHLlSvorpFcqAKKKKAKVbcgyKTT2EwzXHVFEsxAHLU+p2HrTk3QtsBh/wBnU37ogkfcqQGJLDS4VOyqNQT5jliRMdx2Ma4tm4WJkMpkljmVyxknUmLimfU1F4/eDX2ZGzKwWCJA0UKQJAOUEECRsBXcJimSwR+E3F0IkHwsP00mOq+ldMyk3jOkWbjQ/sx4qguNbutlS7be3O4BYQCRzExXmO3HBGw+Ie2w1BI9D6jqKkdg2Y4uzlAJLrAOxM1Zfaney469s6M7MJ1mSQYO41BEgjy1dit78bNjRNLv3JMgAegpuuTLsxRRRUgUUUUAVbYO2bVh70eJj3SegdWDsOugKj/UeYqNg8AT4nBW2BmJ2JA0hZ3JJA9Jp+/ijcsXDtFy3oNsuVwir0y+L3zGtMeOQrWeY9P70614mBygCPYfzk/Jpil29xU49hpn2SYIHE963lsq11vZBI+c0VQcf46zXn7z7y2WJZT6nUr+RtSZHzIkV7b7MAE761s5w1wsuxLMJy+6pBjrNZp2gSLje5rrt0n8Ir8fhVXKyEsjgkEiCCDBUgEiR77EHnUSp3eK1kJMMpZ9djIgj3hVI9yOlQa5Mu1CiiipApSNBn/2k12KAki6TbeSZLJJ5nRt/mKcF4HDFPxC5mPKVy5R7wZ+vvUU2m2g9fpXGtnpHLn/AN09gip3BkU37efy5gTy0GsfO3zUMoa4DRLqh7TsV2ia1jFvAalyxHI5jJGvKCRUv7U+DLYxTFPI4FxfRXGYA+wMfFeU4Dict1Ses17L7X8Xmx5gz4bZHPdFYf8AO1dPtvEp1Yzk1ynHtHcg66zGn9aj6104donKY3mDEEkD9QR8GuUzVFOLYY7AnSdATp19qRFAepxPZNxavXT3eW0blvKGuGDbLSwJ31Gg21+vncVbYQWMlvFMknUA6zz1ooqcbtON2t7eNIsW0S1YDC1ec3CpZ2ViUac0jMMnhIAiTtJqenaNruFOGSzaQrba490tce4+UZ5licrcxECaKKr1h2SqvAcQQqFexbusAy5na4DDAZfKwjLlJEfnMzUBLTeJl0ya+vwfiiikNOYjDlJBIlWjQek7/SkHEkg5hmJjUkyI06wfmuUVRrDiVnLaw7zPeoxAObwBWNrKMzGR4c06b+gqLhcXlJDM2WIgAEnfTXRfMddYJmCaKKRRadoMYiX2TD3MQbAC5FuvDKCgJEKSNzy6VS3LoJJE7n+t6KKnD7Ydf//Z" width="152" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Adapun  tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi  Anda. Perbuatan dosa yang Anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang  telah Anda kerjakan. Jika Anda mengerjakan shalat witir atau nafilah  atau tahajjud, kemudian setelah itu Anda melakukan onani, maka onani  itulah yang diharamkan –Anda berdosa karena melakukannya-, sedangkan  ibadah yang Anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu  ibadah jika ditunaikan dengan tata cara yang sesuai syariat, maka tidak  akan batal/gugur kecuali oleh syirik atau murtad –kita berlindung  kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka  tidak membatalkan amal shalih yang telah dikerjakan, namun pelakunya  tetap berdosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial;"&gt;Disalin  dari kitab Halal dan Haram dalam Islam, Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi,  penerbit Robbani Press, cetakan pertama, September 2000 M.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kadang-kadang  naluri seksual anak muda bergejolak, lalu dia mengeluarkan sperma  dengan tangannya untuk mengendorkan saraf dan menenangkan gejolaknya.  Perbuatan ini dikenal dengan istilah “onani”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mayoritas ulama mengharamkannya. Imam Malik berdalil dengan firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan  orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri  mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka  dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka  mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(QS al-Mu’minun: 5-7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sedang orang yang melakukan onani, sesungguhnya dia telah melampiaskan syahwatya dengan “cara di balik itu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Adapun  hukum yang membolehkan onani bagi remaja yang belum menikah, dapat  dilihat dari pendapat Imam Ahmad bin Hanbal yang mengatakan bahwa sperma  atau mani adalah benda atau barang lebih yang ada pada tubuh yang mana  boleh dikeluarkan sebagaimana halnya memotong dan menghilangkan daging  lebih dari tubuh. Dan pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Akan  tetapi, kondisi ini diperketat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh  ulama-ulama Hanafiah dan fuqaha hanbali, yaitu: &lt;b&gt;Takut melakukan zina&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Tidak mampu untuk kawin (nikah)&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;dan tidaklah menjadi kebiasaan serta adat&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kita  dapat mengambil pendapat Imam Ahmad ketida syahwat sedang bergejolak  dan dikhawatirkan akan terjatuh ke dalam perbuatan zina, seperti seorang  pemuda yang sedang menuntut ilmu atau bekerja di negeri asing yang jauh  dari tanah airnya, sedangkan hal-hal yang dapat merangsang syahwat  banyak terdapat di depannya, dan dia khawatir akan berbuat zina. Maka  tidaklah terlarang dia melakukan onani ini untuk memadamkan gejolah  syahwatnya, dengan catatan tidak berlebih-lebihan dan tidak  menjadikannya sebagai kebiasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sikap  yang lebih utama ialah mengikuti petunjuk Rasulullah saw terhadap  pemuda Muslim yang belum mampu menikah agar banyak berpuasa. Karena  puasa dapat mendidik kehendaknya mengajari kesabaran, menguatkan mental  taqwa dan merasa diawasi oleh Allah. Beliau bersbda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wahai  segenap kaum muda! Barangsiapa di antara kalian sudah mempunyai  kemampuan maka hendaklah dia menikah, karena menikah lebih dapat  menundukkan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barang  siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia perpuasa, karena puasa  merupakan perisai baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;-HR. Bukhari Muslim-&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-222838748916060260?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/222838748916060260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/hukum-onani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/222838748916060260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/222838748916060260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/hukum-onani.html' title='Hukum Onani'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7900694625941895534</id><published>2011-05-20T13:45:00.000+07:00</published><updated>2011-05-20T13:45:27.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Mani, Wadi, dan Madzi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSgaBaSPZdrdBUYx2E0WWt8DaGYq-a_l75LLF09e29hqDKUFB_FWQ" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSgaBaSPZdrdBUYx2E0WWt8DaGYq-a_l75LLF09e29hqDKUFB_FWQ" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-weight: normal;"&gt;Pernahkah  anda semua mendengar tentang mani, madzi, dan wadi? Ya, istilah yang  digunakan untuk menunjukkan beberapa jenis cairan yang mampu keluar dari  kemaluan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-weight: normal;"&gt;Mungkin,  ada sebagian dari kita yang menganggap bahwa hal ini adalah tabu untuk  dibicarakan. Tetapi sesungguhnya, hal ini adalah salah satu hal yang  penting. Yaitu tentang bagaimana kita mampu mengenali berbagai jenis  cairan dari kemaluan kita dan bagaimana kita mampu untuk bersuci dari  hal itu. Karena sesungguhnya, hal ini adalah bagian dari fiqh, dan fiqh  itu bagian dari agama Islam. Dan sesungguhnya, Islam itu manusiawi,  sesuai dengan kodrat manusia yang telah Allah ciptakan dalam  sebaik-baiknya rupa. Oleh karenanya, mari kita lihat penjelasan tentang  hal itu yang telah dirangkum dari berbagai sumber.&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mani  adalah cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan,  biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi  dengan syahwat. Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena  berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal  dengan sebutan “mimpi basah”). Keluarnya mani menyebabkan seseorang  harus mandi besar / mandi junub. Hukum air mani adalah suci dan tidak  najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat). Apabila pakaian seseorang  terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika  air maninya masih dalam keadaan basah. Adapun apabila air mani telah  mengering, maka cukup dengan mengeriknya saja. Hal ini berdasarkan  perkataan Aisyah, beliau berkata &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;“Saya pernah mengerik mani yang sudah kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;Anas bin Malik berkata,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;“Bahwa  Ummu Sulaim pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi  Shallallahu'alaihiwasallam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama)  sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah  Shallallahu'alaihiwasallam bersabda, "Apabila perempuan tersebut  bermimpi keluar mani, maka dia wajib mandi." Ummu Sulaim berkata, "Maka  aku menjadi malu karenanya". Ummu Sulaim kembali bertanya, "Apakah  keluarnya mani memungkinkan pada perempuan?" Nabi  Shallallahu'alaihiwasallam bersabda, "Ya (wanita juga keluar mani, kalau  dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan (anak dengan  ibunya)? Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih,  sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani  dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya  kemiripan terjadi karenanya."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(HR. Muslim no. 469)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Imam An-Nawawi&amp;nbsp; berkata dalam Syarh Muslim (3/222), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;"Hadits  ini merupakan kaidah yang sangat agung dalam menjelaskan bentuk dan  sifat mani, dan apa yang tersebut di sini itulah sifatnya di dalam  keadaan biasa dan normal. Para ulama menyatakan: Dalam keadaan sehat,  mani lelaki itu berwarna putih pekat dan memancar sedikit demi sedikit  di saat keluar. Biasa keluar bila dikuasai dengan syahwat dan sangat  nikmat saat keluarnya. Setelah keluar dia akan merasakan lemas dan akan  mencium bau seperti bau mayang kurma, yaitu seperti bau adunan tepung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGDlF_zJ2yqTw2V8k6K0lVTc2e41JVAT_65RMP-4YDLOMjONcorbyzLrA-Ig" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGDlF_zJ2yqTw2V8k6K0lVTc2e41JVAT_65RMP-4YDLOMjONcorbyzLrA-Ig" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Warna  mani bisa berubah disebabkan beberapa hal di antaranya: Sedang sakit,  maninya akan berubah cair dan kuning, atau kantung testis melemah  sehingga mani keluar tanpa dipacu oleh syahwat, atau karena terlalu  sering bersenggama sehingga warna mani berubah merah seperti air perahan  daging dan kadangkala yang keluar adalah darah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wadi  adalah cairan putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah  kencing atau mungkin setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan.  Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Wadi termasuk hal yang  najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian  berwudhu jika hendak sholat. Apabila wadi terkena badan, maka cara  membersihkannya adalah dengan dicuci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Madzi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Madzi  adalah air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket.  Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang  memikirkan atau membayangkan jima’ (hubungan seksual) atau ketika  pasangan suami istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;foreplay&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;/pemanasan).  Air madzi keluar dengan tidak memancar. Keluarnya air ini tidak  menyebabkan seseorang menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani,  yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas) dan terkadang air ini keluar  tanpa disadari (tidak terasa). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki  dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita.  Sebagaimana air wadi, hukum air madzi adalah najis. Apabila air madzi  terkena pada tubuh, maka wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi,  adapun apabila air ini terkena pakaian, maka cukup dengan memercikkan  air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut, sebagaimana sabda  Rasulullah terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi,&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;“cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Keluarnya  air madzi&amp;nbsp; membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan  seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak  sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;“Cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tentang Mandi Junub&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Yang pertama&lt;/i&gt;,  Mandi junub hanya diwajibkan saat ihtilam (mimpi jima’) ketika ada  cairan yang keluar. Adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang  keluar maka dia tidak wajib mandi. Berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri  secara marfu’:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Sesungguhnya air itu hanya ada dari air.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(HR. Muslim no. 343)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Maksudnya: Air (untuk mandi) itu hanya diwajibkan ketika keluarnya air (mani).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Yang kedua&lt;/i&gt;,  Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat  ketika keluarnya mani -dalam keadaan terjaga. Artinya jika mani keluar  tanpa disertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca yang  terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak  mewajibkan mandi junub darinya. Berbeda halnya dengan Imam Asy-Syafi’i  dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi  yang keluar mani, baik disertai syahwat maupun tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kami akhiri pembahasan tentang fiqh ini dengan ayat Allah yang sangat mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Allah tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(QS. Al Ahzab: 53)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7900694625941895534?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7900694625941895534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/mani-wadi-dan-madzi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7900694625941895534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7900694625941895534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/mani-wadi-dan-madzi.html' title='Mani, Wadi, dan Madzi'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-2774146512871557562</id><published>2011-05-20T13:42:00.002+07:00</published><updated>2011-05-20T13:42:59.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Masalah Hukum Doa Qunut ??</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTzbKWkfegvGMiG_PgEC9mdhEhFz-ainr8RxY69fe8fq0gzG1Rs" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTzbKWkfegvGMiG_PgEC9mdhEhFz-ainr8RxY69fe8fq0gzG1Rs" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di  Indonesia, sepertinya banyak sekali yang mengenal istilah qunut dalam  masalah ibadah. Doa qunut yang sudah dianggap sebagai sebuah kewajiban  sepertinya selalu dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin di Indonesia  karena mereka merasa tanpa qunut subuh, maka tidak afdhal ibadah  subuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Namun,  ada sebagian ummat Islam yang rupanya berang karena menganggap bahwa  hal itu adalah bid’ah yang sesat. Mereka mencela pelaku qunut sebagai  ahlul bid’ah yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu, bagaimana pendapat para ulama dalam hal ini? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Bagaimana pendapat empat Imam Madzhab mengenai qunut?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Jawab&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pendapat imam madzhab dalam masalah qunut adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Ulama Malikiyyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mereka  berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada shalat shubuh saja.  Tidak ada qunut pada shalat witir dan shalat-shalat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Ulama Syafi’iyyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mereka  berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam shalat witir kecuali ketika  separuh akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak ada qunut dalam shalat lima  waktu yang lainnya selain pada shalat shubuh dalam setiap keadaan (baik  kondisi kaum muslimin tertimpa musibah ataupun tidak, -pen). Qunut juga  berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yaitu  qunut nazilah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Ulama Hanafiyyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Disyariatkan  qunut pada shalat witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya  kecuali pada saat nawaazil yaitu kaum muslimin tertimpa musibah, namun  qunut nawaazil ini hanya pada shalat shubuh saja dan yang membaca qunut  adalah imam, lalu diaminkan oleh jama’ah dan tidak ada qunut jika  shalatnya munfarid (sendirian).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Ulama Hanabilah (Hambali)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mereka  berpendapat bahwa disyari’atkan qunut dalam witir. Tidak disyariatkan  qunut pada shalat lainnya kecuali jika ada musibah yang besar selain  musibah penyakit. Pada kondisi ini imam atau yang mewakilinya berqunut  pada shalat lima waktu selain shalat Jum’at.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan  Imam Ahmad sendiri berpendapat, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan qunut witir sebelum  atau sesudah ruku’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Inilah  pendapat para imam madzhab. Namun pendapat yang lebih kuat, tidak  disyari’atkan qunut pada shalat fardhu kecuali pada saat nawazil (kaum  muslimin tertimpa musibah). Adapun qunut witir tidak ada satu hadits  shahih pun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan  beliau melakukan qunut witir. Akan tetapi dalam kitab Sunan ditunjukkan  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan Al Hasan bin ‘Ali  bacaan yang diucapkan pada qunut witir yaitu “Allahummah diini fiiman  hadayt …”. Sebagian ulama menshahihkan hadits ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud, dan Nasa’i. dishahihkan oleh Al-Albani)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.  Jika seseorang melakukan qunut witir, maka itu baik. Jika  meninggalkannya, juga baik. Hanya Allah yang memberi taufik. (Majmu’  Fatawa wa R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sail Ibnu ‘Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun mengenai qunut shubuh secara lebih spesifik, Syaikh Muhammad bin Sh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;lih  Al Utsaimin menjelaskan dalam fatwa lainnya. Beliau pernah ditanya:  “Apakah disyari’atkan do’a qunut witir (Allahummah diini fiiman hadayt  …) dibaca pada raka’at terakhir shalat shubuh?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Beliau  rahimahullah menjelaskan: “Qunut shubuh dengan do’a selain do’a ini  (selain do’a “Allahummah diini fiiman hadayt …”), maka di situ ada  perselisihan di antara para ulama. Pendapat yang lebih tepat adalah  tidak ada qunut dalam shalat shubuh kecuali jika di sana terdapat sebab  yang berkaitan dengan kaum muslimin secara umum. Sebagaimana apabila  kaum muslimin tertimpa musibah -selain musibah wabah penyakit-, maka  pada saat ini mereka membaca qunut pada setiap shalat fardhu. Tujuannya  agar dengan do’a qunut tersebut, Allah membebaskan musibah yang ada.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Apakah perlu mengangkat tangan dan mengaminkan ketika imam membaca qunut shubuh?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQC-pSo1_kF0OyIhgL1mJ__XejiunFGHnplt2_ZSFG2E8or3hFUZw" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQC-pSo1_kF0OyIhgL1mJ__XejiunFGHnplt2_ZSFG2E8or3hFUZw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam lanjutan perkataannya di atas, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Oleh  karena itu, seandainya imam membaca qunut shubuh, maka makmum hendaklah  mengikuti imam dalam qunut tersebut. Lalu makmum hendaknya mengamininya  sebagaimana Imam Ahmad rahimahullah memiliki perkataan dalam masalah  ini. Hal ini dilakukan untuk menyatukan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun  jika timbul permusuhan dan kebencian dalam perselisihan semacam ini  padahal di sini masih ada ruang berijtihad bagi umat Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ini selayaknya tidaklah terjadi.  Bahkan wajib bagi kaum muslimin –khususnya para penuntut ilmu syar’i-  untuk berlapang dada dalam masalah yang masih boleh ada perselisihan  antara satu dan lainnya. ” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam penjelasan lainnya, Syaikh Muhammad bin Sh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;lih  Al Utsaimin mengatakan, “Yang lebih tepat makmum hendaknya mengaminkan  do’a (qunut) imam. Makmum mengangkat tangan mengikuti imam karena  ditakutkan akan terjadi perselisihan antara satu dan lainnya. Imam Ahmad  memiliki pendapat bahwa apabila seseorang bermakmum di belakang imam  yang membaca qunut shubuh, maka hendaklah dia mengikuti dan mengamini  do’anya. Padahal Imam Ahmad berpendapat tidak disyari’atkannya qunut  shubuh sebagaimana yang sudah diketahui dari pendapat beliau. Akan  tetapi, Imam Ahmad rahimahullah memberikan keringanan dalam hal ini  yaitu mengamini dan mengangkat tangan ketika imam melakukan qunut  shubuh. Hal ini dilakukan karena khawatir terjadinya perselisihan yang  dapat menyebabkan renggangnya hati (antar sesama muslim).”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WallahuA'lam bissawahh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-2774146512871557562?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/2774146512871557562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/masalah-hukum-doa-qunut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2774146512871557562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2774146512871557562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/masalah-hukum-doa-qunut.html' title='Masalah Hukum Doa Qunut ??'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-9111129781208140385</id><published>2011-05-20T13:37:00.000+07:00</published><updated>2011-05-20T13:37:45.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>10 Hal yang mendatangkan keberkahan dalam ber dagang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7bRvd7l8AjA/TaKKDqmj9LI/AAAAAAAABAM/SDOTQm0jzPs/s1600/berkah.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-7bRvd7l8AjA/TaKKDqmj9LI/AAAAAAAABAM/SDOTQm0jzPs/s400/berkah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara materi para pedagang memperoleh kemakmurannya melalui dua hal  yaitu perputaran modal dan margin perdagangan yang wajar.  Namun diluar  hal yang bersifat materi ini, ada yang jauh lebih penting yaitu  keberkahan dari harta itu sendiri. Lantas bagaimana caranya agar kita  bisa meraih keberkahan dalam perdagangan ini ?. Berikut saya ambilkan  diantaranya 10 hal dari Kitab Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara konkrit yang bisa kita  ikuti dan praktekan untuk jual beli yang mabrur atau halal dan berkah  ini adalah jual beli yang dilakukan dengan cara-cara atau mengandung  hal-hal yang antara lain sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Sigap&lt;/b&gt;, mensegerakan  berpagi-pagi mencari rizki. Dasarnya adalah do’a Rasulullah Shallallahu  Alaihi Wassalam “ Ya Allah, berkahilah bagi umatku yang bersegera  mencari rizki di pagi buta”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Jual beli yang dilakukan dengan saling ridlo dan tidak ada paksaan&lt;/b&gt;,  penjual tidak boleh mengkondisikan agar seseorang terpaksa membeli –  pembeli juga tidak boleh mengkondisikan agar seseorang terpaksa menjual.  Dasarnya adalah Ayat “&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu  saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan  jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu...”&lt;/i&gt; (QS 4 : 29).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Menyempurnakan takaran/timbangan dan tidak menguranginya&lt;/b&gt;. Dasarnya ada di beberapa ayat antara lain  QS 6 : 152 ; QS 17 : 35 dan QS 83 : 1 - 6.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Jual beli yang saling  memudahkan. Dasarnya adalah hadits Bukhari dan Tirmidzi yang  meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam  bersabda, “Allah merahmati seseorang yang memberikan kemudahan apabila  dia menjual, membeli dan menagih haknya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Tidak bersumpah untuk sekedar melariskan perdagangan&lt;/b&gt;. Dasarnya adalah hadits “&lt;i&gt;Sumpah itu bisa melariskan dagangan, akan tetapi dapat menghapus keberkahannya”&lt;/i&gt;. (HR Bukhari dan lainnya dari Abu Hurairah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Tidak mempermainkan harga&lt;/b&gt;.  Dasarnya adalah hadits Ashabus Sunan dengan sanad perawi yang sahih  telah meriwayatkan dari Ansa R.A, ia berkata “Orang-orang bertanya  kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah harga-harga barang naik (mahal),  tetapkanlah harga-harga untuk kami”. Rasulullah menjawab, “ Allah  Penentu harga, Penahan, Pembentang dan Pemberi rizki, aku berharap  tatkala bertemu Allah, tidak ada seorangpun yang meminta padaku tentang  adanya kedzaliman dalam urusan darah dan harta””.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Tidak menimbun barang yang dibutuhkan masyarakat&lt;/b&gt;.  Dasarnya hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Hakim, Ibnu Syaibah dan  Al –Bazzaz, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, : “Barang  siapa yang menimbun barang pangan selama 40 hari, ia sungguh telah lepas  dari Allah dan Allah telah berlepas darinya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Tidak menyembunyikan kelemahan atau cacat barang  yang dijualnya&lt;/b&gt;. Cacat barang, kelemahan atau kekurangan harus ditunjukkan/dijelaskan ke pembeli. Dasarnya hadits &lt;i&gt;“Seseorang  muslim itu saudara, maka tidak dihalalkan menjual kepada saudara sesama  Muslim barang yang cacat, kecuali ia telah menjelaskan cacat tersebut”&lt;/i&gt;. (HR Ahmad, Ibnu Majjah, Daruquthni, Hakim dan Thabrani).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Tidak menipu atau konspirasi mempermainkan pembeli, kartel harga dan sejenisnya&lt;/b&gt;. Dasarnya antara lain Hadits “Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Tidak mengandung Maisir (perjudian), Gharar (Spekulatif) dan Riba&lt;/b&gt;.  Dasarnya ada di sejumlah ayat Al-Qur’an antara lain QS 2:279 ; QS 4 :  161 ; QS 30 : 39 dan sejumlah hadits yang terkait dengan masalah-masalah  ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama dengan ikhtiar yang  sifatnya materi.  Ikhtiar untuk memperoleh keberkahan ini juga bukan hal  yang tidak mungkin untuk kita laksanakan dalam perdagangan sehari-hari.  Yang diperlukan adalah keistiqomahan kita dalam mengamalkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-9111129781208140385?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/9111129781208140385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/10-hal-yang-mendatangkan-keberkahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/9111129781208140385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/9111129781208140385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/05/10-hal-yang-mendatangkan-keberkahan.html' title='10 Hal yang mendatangkan keberkahan dalam ber dagang'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7bRvd7l8AjA/TaKKDqmj9LI/AAAAAAAABAM/SDOTQm0jzPs/s72-c/berkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-4559496418946065433</id><published>2011-04-24T14:14:00.000+07:00</published><updated>2011-04-24T14:14:39.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Keajaiban Alquran dalam keterkaitan nya dengan ilmu pengetahuan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="post-62 post type-post status-publish format-standard hentry category-iman-kepada-kitab-suci"&gt;     &lt;div class="entry"&gt;              &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/04/solar.jpg"&gt;&lt;img alt="Tata Surya Matahari dengan 8 planetnya" class="alignleft size-full wp-image-164" height="199" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2008/04/solar.jpg?w=198&amp;amp;h=199" style="float: left; margin: 9px;" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Benar  kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak,  ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana  ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata  dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern  yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sebagai contoh ayat di bawah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan  apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan  bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan  antara keduanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="more-62"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Saat  itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu.  Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa  alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya  pecah menjadi sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian  ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu  pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah  satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada  kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tatkala  merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa  masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan  Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.  Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al  Qur’an, 21:33)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Langit yang mengembang (Expanding Universe)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam  Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih  terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut  ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sejak  terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara  terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan  peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang  ditiup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Hingga  awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia  ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada  sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan  perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa  alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus  “mengembang”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pada  awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli  kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan  menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Fakta  ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929.  Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom  Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak  saling menjauhi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Gunung yang Bergerak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Gerakan  gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka  berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang  lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah,  seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa  benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun  kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika  mereka bergerak saling menjauhi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/gunungbergerak2.jpg" title="Gambar Gerakan Gunung / Benua"&gt;&lt;img alt="Gambar Gerakan Gunung / Benua" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/gunungbergerak2.jpg?w=500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Para  ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun  1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan  oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500  juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya  adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di  kutub selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sekitar  180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang  masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau  benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia,  Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri  dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun  setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi  daratan-daratan yang lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Benua-benua  yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada  permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per  tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara  wilayah daratan dan lautan di Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pergerakan  kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di  awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana  berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kerak  dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi  atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan  utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng  tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa  benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan  berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut  terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi  secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi  sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe;  General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s.  30)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada  hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut  Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya  perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah  “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan  ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C.,  1978, s.12-13)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tidak  dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta  ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah  dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dan  Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan  dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali  bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Alif,  Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan  mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi).  Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an,  30:1-4)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ayat-ayat  ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun  setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia,  ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat  ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu  itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil  baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut  kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar,  Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium.  Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel.  Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak  yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai  pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan  dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia,  Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh  Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;(Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Diselamatkannya Jasad Fir’aun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Maka  pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi  pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/ramses.jpg" title="ramses.jpg"&gt;&lt;img align="right" alt="ramses.jpg" hspace="9" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/ramses.jpg?w=500" vspace="9" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Maurice  Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi  Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat  tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di  Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan  oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Injil  &amp;amp; Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya  Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah  swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Perhatikan  bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan  tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat  ditemukan beliau (karena di Injil &amp;amp; Taurat pun tidak disebut). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Al  Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam  tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih  umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Maha  Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari  apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa  yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kita  dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang  manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia  tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang  berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling  besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah  untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang  dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan  Sains masa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Meskipun  gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan,  atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka  ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini,  cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris,  Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan,  dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini,  yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan  jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan  dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi  bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan  dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“…setiap  partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan  hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan  berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap  saat, di setiap tempat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Semua  ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan  dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar  angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan  dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara  ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Harun Yaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dr. Maurice Bucaille&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penerbit Bulan Bintang, 1979&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kramat Kwitang I/8 Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-4559496418946065433?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/4559496418946065433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/keajaiban-alquran-dalam-keterkaitan-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4559496418946065433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/4559496418946065433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/keajaiban-alquran-dalam-keterkaitan-nya.html' title='Keajaiban Alquran dalam keterkaitan nya dengan ilmu pengetahuan'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-6486513842149800828</id><published>2011-04-23T22:15:00.001+07:00</published><updated>2011-04-23T22:21:25.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Hukum Oral Sex dalam islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GMjfiEXSSQY/S44SHIbFilI/AAAAAAAAAOs/ZMHLUH8EkrU/36.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://3.bp.blogspot.com/_GMjfiEXSSQY/S44SHIbFilI/AAAAAAAAAOs/ZMHLUH8EkrU/36.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;Oleh: Syaikh Al-Allamah A&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;mad bin Ya&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ya An-Najmi &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;afizhahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apa hukum oral seks?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jawab:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mufti Saudi   Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;hafizhahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; menjawab sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;Adapun  isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah  haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar.  Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut  kesepakatan (ulama’)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Apabila (air &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;madzy&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Baz &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut –sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0in 0in 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman"; }p { margin-right: 0in; margin-left: 0in; font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman"; }div.Section1 { page: Section1; }&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany  karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda  AI-Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah  Muhammad Nashiruddin AI-Albany &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; ditanya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Ini  adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya  dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;tasyabbuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti  turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala dan mematuk seperti  patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Shallallahu `alahi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; telah melarang untuk &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;tasyabbuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dengan orang &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;kafir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;tasyabbuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan  yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim  -dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai  hewan-hewan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;hafizhahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Apa hukum oral seks’?” Beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Ini adalah &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-weight: normal;"&gt;haram&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, karena is termasuk &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;tasyabbuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;syari’at&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,  akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan  waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau  televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk  menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai  dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat  yang Allah &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;halal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;kan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;shallallahu ‘alahi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.” Wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-6486513842149800828?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/6486513842149800828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/hukum-oral-sex-dalam-islam_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6486513842149800828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6486513842149800828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/hukum-oral-sex-dalam-islam_23.html' title='Hukum Oral Sex dalam islam'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GMjfiEXSSQY/S44SHIbFilI/AAAAAAAAAOs/ZMHLUH8EkrU/s72-c/36.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-3871049264368554356</id><published>2011-04-23T10:58:00.001+07:00</published><updated>2011-04-23T11:08:19.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Bagaimanakah hukum KB dalam islam?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTubQOAF0MCDBcmrcEplgE-N5UfXZgnQTnEOOo1pK6_kwVAddWf" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTubQOAF0MCDBcmrcEplgE-N5UfXZgnQTnEOOo1pK6_kwVAddWf" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apakah  ada nash yang mengharamkan penggunaan obat-obatan seperti pil pencegah  kehamilan? Bagaimana pendapat Syaikh tentang pembatasan keturunan atau  KB? Sesungguhnya jika kita melihat kepada alam saat ini kita temukan  ledakan populasi penduduk yang luar biasa melebihi hasil kebutuhan  pangan. Apakah boleh kita katakan bahwa ijma' para ulama dan para dokter  itu berlaku sebagaimana terjadi di masa generasi Sahabat. Jika hal itu  benar, maka saya berharap penjelasannya lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terbit  sebuah keputusan dari Majlis Dewan Kibar Ulama pada pertemuan kedelapan  yang diselenggarakan di Riyadh pada bulan Rabi'ul Awal 1396 H, tentang  hukum pencegahan kehamilan atau pembatasan keturunan atau pengaturannya,  yang isinya adalah sebagai berikut:&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7075661164063208710&amp;amp;postID=3871049264368554356" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Haram  hukumnya secara mutlak melakukan pembatasan keturunan (anak), karena  bertentangan dengan fitrah suci manusia yang telah Allah fitrahkan  kepada kita, karena bertentangan dengan &lt;i&gt;maqashid&lt;/i&gt; (tujuan-tujuan)  syariat Islam, yang menganjurkan agar memperbanyak anak keturunan dan  karena dapat memperlemah eksistensi kaum Muslimin dengan makin  berkurangnya jumlah mereka, karena hal itu mirip dengan perbuatan kaum  jahiliyah yang mengandung buruk sangka kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan  tidak boleh melakukan pencegahan kehamilan dengan cara apa saja apabila  motivasinya adalah kekhawatiran akan kemiskinan, karena hal itu  bermakna buruk sangka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Padahal Dia telah  berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pemberi rizki lagi Pemilik kekuatan lagi Mahakokoh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(QS. Adz-Dzariyat: 58).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan firmanNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan tidak satu binatang melata pun di bumi ini melainkan Allah lah yang menjamin rizkinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(QS. Hud: 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Namun,  jika pencegahan kehamilan karena darurat (terpaksa), seperti tidak bisa  melahirkan secara alami, sehingga terpaksa harus melalui operasi untuk  mengeluarkan bayi, maka pencegahan kehamilan boleh dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Adapun  penggunaan obat seperti pil dan yang serupa untuk menunda kehamilan  untuk masa tertentu demi kemaslahatan isteri, seperti karena kondisi  fisiknya yang sangat lemah sehingga tidak kuat untuk hamil secara  berturut-turut, bahkan itu bisa membahayakannya, maka tidak berdosa;  bahkan dalam kondisi atau masa tertentu penundaan harus dilakukan sampai  teratur, atau bahkan mencegahnya sama sekali apabila dipastikan  kehamilan membahayakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Berikut sedikit cuplikan tentang pertumbuhan Manusia di dunia ini,,,&lt;br /&gt;&lt;iframe title="YouTube video player" width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/ga0OASB5hmo" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sesungguhnya  Syariat Islam datang untuk membawa maslahat bagi manusia, mencegah  hal-hal yang menimbulkan kerusakan dan memilih yang lebih kuat diantara  dua maslahat serta mengambil yang lebih ringan bahayanya apabila terjadi  kontradiksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Semoga shalawat dan salam tetap Allah curahkan kepada Nabi Muhammad keluarga dan para sahabatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fatwa Lajnah Da'imah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal. 407-408, Penerbit Darul Haq. Dengan pengeditan seperlunya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-3871049264368554356?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/3871049264368554356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/bagaimanakah-hukum-kb-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3871049264368554356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3871049264368554356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/bagaimanakah-hukum-kb-dalam-islam.html' title='Bagaimanakah hukum KB dalam islam?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/ga0OASB5hmo/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7211047347870813845</id><published>2011-04-23T10:40:00.000+07:00</published><updated>2011-04-23T10:40:12.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Sunnahkah Memakai Cincin bagi Laki-laki?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_I1AhoSh3NYw/TRVvCF8DuxI/AAAAAAAAADg/uWVUfiULSVE/s1600/diamond-mens-ring.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_I1AhoSh3NYw/TRVvCF8DuxI/AAAAAAAAADg/uWVUfiULSVE/s1600/diamond-mens-ring.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 143px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 143px;" /&gt;&lt;/a&gt;Ummu sabit &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bertanya&lt;/span&gt; kepada anda pertanyaan terkahir :&lt;br /&gt;Bolehkah laki-laki memakai perhiasan dengan menggunakan batu mulia dan memakainya menggunakan tasbeh dan sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  laki-laki yang telah ada pengharaman atas mereka yaitu emas, mereka  tidak boleh memakainya sebagai perhiasan. Oleh karena itu ketika nabi  shalallohu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki yang ditangannnya  ada cincin emas, maka beliau lepas dan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Apakah  salah seorang diantara kalian suka untuk diberikan bara api untuk  diletakkan ditangannya?” Dikatakan kepada laki-laki ini : “ambillah  cincinmu dan manfaatkanlah!” Maka laki-laki inipun menjawab : “ Demi  Allah aku tidak akan mengambil cincin yang telah dilepas oleh Rosulullah  sholallohu ‘alaihi wasallam”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan faedah  bahwa terkadang penggunaan metode yang tegas itu adalah hikmah,  sehingga tidaklah mesti yang dikatakan hikmah itu harus selalu lemah  lembut, terkadang sikap tegas itu bisa menjadi penuh hikmah. Oleh karena  itu, dalam kejadian tersebut Nabi Shalallohu ‘alaihi wasallam  menggunakan metode yang tegas dan kemudian beliau mengambil cincin itu  lalu beliau melemparkannya seraya bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah salah seorang diantara kalian suka untuk diberikan bara api untuk diletakkan ditangannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  demikian sahabat ini dapat mengambil manfaat dari cara nasehat dan  ucapan nabi shalallohu ‘alaihi wasallam dan berbekas pada dirinya  sendiri, dimana dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Demi Allah aku tidak akan mengambil cincin yang telah dilepas oleh Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bahwa emas itu tidak boleh dipakai untuk laki-laki, tidak boleh bagi laki-laki menggunakan emas secara mutlak&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Adapun perak telah ada berita dari Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu ‘alaihi wasallam&lt;/span&gt;  bahwa beliau menggunakannya sebagai cincin. Maka tidak apa-apa memakai  cincin perak, Namun permasalahannya apakah dengan demikian memakai  cincin itu sunnah? Lantas ada yang mengatakan disunnahkan bagi laki-laki  menggunakan cincin perak? Atukah itu cuma mubah (boleh)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  yang jelas bagi kita adalah perlu perincian terhadap hukum ini. Apabila  dia menggunakan cincin perak itu untuk suatu keperluan, misalnya dia  menggunakannya karena dia seorang hakim atau yang diberi tugas sebagai  pemberi stempel, sedangkan capnya itu dicincinya, maka ketika kondisi  seperti itu memakai cincin perak itu sunnah.&lt;br /&gt;Apabila dia menggunakan  cincin perak itu untuk sekedar perhiasan, maka ketika itu hukumnya  mubah, tidaklah dikatakan bahwa itu sunnah. Hal itu karena nabi  shalallohu ‘alaihi wasallam memakai cincin perak bukan untuk perhiasan  melainkan untuk suatu keperluan, dimana mereka berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wahai rosulullah mereka para penguasa diseluruh dunia itu tidak mau menerima surat kecuali diberi stempel”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliaupun membuat cincin dan dicetak disitu “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Rosullah&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad” lalu garis&lt;/span&gt;, “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;” lalu garis, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lafdzul jalalah (Allah) lalu garis&lt;/span&gt;. Sebagaimana telah ada riwayat akan hal itu dalam riwayat bukhari, dan hal yang demikian itu juga ada dalam riwayat Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa  nabi menjadikan kepala cincin beliau ditelapak tangan bagian dalam,  kalaulah beliau hendak menjadikannya sebagai perhiasan, tentu beliau  menjadikan kepala cincin itu ditelapak tangannya bagian luar. Namun  beliau menjadikan kepala cincin itu ditelapak tangan bagian dalam, hal  ini menunjukkan bahwa nabi shalallohu ‘alaihi wasallam memakai cincicn  ini karena suatu keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Maka siapa yang ingin  memakainya karena suatu keperluan maka itu sunnah, namun siapa yang  ingin memakai cincin itu karena untuk perhiasan maka itu mubah, sekali  lagi kita katakan bahwa itu mubah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalau selain emas dan perak maka hukum asalnya adalah halal dan mubah&lt;/span&gt;,  selama tidak adanya penyerupaan. Misalkan kalau adanya penyerupaan  cincin itu adalah cincin khusus orang perempuan atau orang kafir, maka  itu dilarang karena adanya penyerupaan. Namun bila tidak ada penyerupaan  baik itu bentuknya pena atau tasbeh. Maka dalam hal ini hukum asalnya  adalah boleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diketik ulang dari video tanya jawab Syaikh Saad al-Ghojlan, Marjan Production, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://sunnahkami.blogspot.com&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7211047347870813845?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7211047347870813845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/sunnahkah-memakai-cincin-bagi-laki-laki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7211047347870813845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7211047347870813845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/sunnahkah-memakai-cincin-bagi-laki-laki.html' title='Sunnahkah Memakai Cincin bagi Laki-laki?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_I1AhoSh3NYw/TRVvCF8DuxI/AAAAAAAAADg/uWVUfiULSVE/s72-c/diamond-mens-ring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-7333361129095514892</id><published>2011-04-23T10:35:00.002+07:00</published><updated>2011-04-23T10:35:48.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Apakah Anak Boleh Menghajikan Bapaknya?</title><content type='html'>&lt;a href="http://doniismanto.files.wordpress.com/2008/11/hajj.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://doniismanto.files.wordpress.com/2008/11/hajj.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 116px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 178px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang  bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya,  ayahku masuk Islam setelah tua dan lanjut usia. Dia tidak sanggup  mengendarai kendaraan, padahal haji suatu kewajiban atasnya. Bolehkah  aku menghajikannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah kamu anaknya yang paling besar?” Dia menjawab, “Benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;قَالَ:  أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَى أَبِيْكَ دَيْنٌ فَقَضَيْتَهُ عَنْهُ، كَانَ  ذَلِكَ يَجْزِئُ عَنْهُ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَحُجَّ عَنْهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagaimana menurutmu jika  ayahmu mempunyai hutang lalu engkau membayarnya, apakah itu bisa  memadai?” Dia menjawab, “Ya.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Karena itu, hajikanlah dia&lt;/span&gt;.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar bertanya kepada Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;, “Ayahku seorang yang lanjut usia, tidak mampu melaksanakan haji dan umrah, bahkan (melakukan) pelajaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;فَقَالَ لَهُ: حُجَّ عَنْ أَبِيْكَ وَاعْتَمِرْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hajikanlah untuk ayahmu dan lakukan umrah untuknya&lt;/span&gt;.” (Ad-Daraquthni berkata, “Semua rawi pada sanad hadits ini terpercaya.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  “Sesungguhnya ayahku meninggal, tetapi dia belum sempat mengerjakan  haji. Apakah aku boleh menghajikannya?” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam menjawab, “Bagaimana menurutmu jika ayahmu mempunyai utang,  apakah engkau akan membayarnya?” Dia menjawab, “Ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;قَالَ: فَدَيْنُ اللهِ أَحَقُّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau begitu, utang kepada Allah lebih berhak (untuk dibayar)&lt;/span&gt;.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ad-Daraquthni meriwayatkan bahwa ada seorang yang bertanya kepada Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;,  “Ayahku meninggal, tetapi belum mengerjakan haji?” Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagaimana menurutmu jika ayahmu mempunyai  utang, lalu engkau membayar untuknya, apakah pembayaranmu diterima?” Dia  menjawab, “Ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;قَالَ: فَاحْجُجْ عَنْهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau begitu, berhajilah untuknya&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits  di atas menunjukkan bahwa tanya jawab yang terjadi adalah semata-mata  menjelaskan bahwa hukum menghajikan itu sah, bukan untuk menetapkan  bahwa hukumnya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fatawa Rasulullah&lt;/span&gt;:  Anda Bertanya Rasulullah Menjawab, Tahqiq dan Ta’liq oleh Syaikh Qasim  ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1,  2008.&lt;br /&gt;(Dengan pengubahan tata bahasa seperlunya oleh redaksi www.KonsultasiSyariah.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-7333361129095514892?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/7333361129095514892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/apakah-anak-boleh-menghajikan-bapaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7333361129095514892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/7333361129095514892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/apakah-anak-boleh-menghajikan-bapaknya.html' title='Apakah Anak Boleh Menghajikan Bapaknya?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-2914935778971181739</id><published>2011-04-23T10:29:00.003+07:00</published><updated>2011-04-23T10:31:52.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Hukum Cairan yang Keluar dari Kemaluan Wanita?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bidanku.com/images/stories/air-ketuban.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://bidanku.com/images/stories/air-ketuban.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 143px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 194px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fadhilatusy Syaikh ditanya&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah  cairan yang keluar dari kemaluan wanita suci atau najis? Apakah  membatalkan wudhu? Sebagian wanita meyakini bahwa keluarnya cairan  tersebut tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang nampak setelah saya melakukan pembahasan bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cairan  yang keluar dari kemaluan wanita, jika keluarnya bukan dari kandung  kemih tetapi dari rahim maka hukumnya suci, akan tetapi membatalkan  wudhu meskipun ia suci&lt;/span&gt;. Karena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak dipersyaratkan pembatal wudhu itu harus sesuatu yang najis&lt;/span&gt;. Contohnya kentut yang keluar dari dubur manusia, tidak ada bentuknya akan tetapi membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7075661164063208710&amp;amp;postID=2914935778971181739" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh  karena itu, jika keluar cairan tersebut dari kemaluan seorang wanita  sedangkan dia dalam keadaan suci (dengan wudhu), maka wudhunya batal dan  dia wajib memperbaharui wudhunya. Jika terus-menerus keluar, maka  dihukumi tidak membatalkan wudhu, akan tetapi jika dia hendak maka tidak  boleh berwudhu kecuali setelah masuk waktu shalat yang akan dia  laksanakan, baik untuk shalat wajibnya maupun sunnahnya ataupun jika  hendak membaca Al-Qur’an, serta dibolehkan baginya melakukan  perkara-perkara yang mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berpendapat demikian juga bagi mereka yang terkena penyakit salasul baul (kencing yang terus menerus keluar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah  hukum cairan (dari kemaluan wanita) tersebut ditinjau dari sisi  sucinya, maka cairan tersebut tidak menajisi pakaian tidak pula badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hukumnya  dari sisi wudhu, maka membatalkannya, kecuali jika terus-menerus  keluar. Akan tetapi jika dia hendak shalat maka jangan berwudhu sebelum  masuk waktu, dan hendaknya dia menjaga cairan tersebut&lt;/span&gt; (agar jangan tercecer kemana-kemana, pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  jika keluarnya terputus-putus, misalnya biasa terhenti pada waktu-waktu  shalat, maka dia mengakhirkan shalatnya pada waktu cairan tersebut  terhenti, selama dia tidak khawatir keluar waktu. Jika khawatir keluar  waktu, maka dia sumbat saluran cairan tersebut, kemudian (wudhu) dan  shalat. Tidak ada bedanya keluarnya sedikit atau banyak, karena semuanya  keluar dari lubang kemaluan, maka sedikit ataupun banyak tetap  membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun keyakinan sebagian wanita bahwa  keluarnya cairan tersebut tidak membatalkan wudhu, maka aku tidak  mengetahui sandaran pendapat ini kecuali ucapan Ibnu Hazm &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt;, di mana beliau berkata: “Sesungguhnya dia tidak membatalkan wudhu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan  tetapi beliau tidak menyebutkan dalil akan pendapatnya tersebut. Kalau  seandainya ada dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah ataupun pendapat para  shahabat niscaya ucapan beliau bisa dijadikan hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu,  wajib bagi seorang wanita untuk bertakwa kepada Allah dan bersemangat  untuk menjaga thaharahnya, karena shalat tidak akan diterima tanpa  thaharah, walaupun shalat seratus kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebagian ulama  berpendapat bahwa orang yang shalat tanpa thaharah hukumnya kafir karena  dia termasuk telah mengolok-olok ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dinukil  dari رسالة في الدماء الطبيعية للنساء (Problema Darah Wanita), karya  Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, hal. 129-131, penerjemah:  Abu Hamzah Kaswa, penerbit: Ash-Shaf Media Tegal, cet. ke-1 November  2007M, untuk http://almuslimah.co.nr&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-2914935778971181739?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/2914935778971181739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/hukum-cairan-yang-keluar-dari-kemaluan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2914935778971181739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/2914935778971181739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/hukum-cairan-yang-keluar-dari-kemaluan.html' title='Hukum Cairan yang Keluar dari Kemaluan Wanita?'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-3419777619354575097</id><published>2011-04-23T10:21:00.000+07:00</published><updated>2011-04-23T10:21:26.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Bersyukur kepada ALLAH SWT</title><content type='html'>&lt;div class="pd-rating" id="pd_rating_holder_447928_post_1512" style="display: inline-block;"&gt;&lt;span style="float: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="Quantcast" border="0" height="1" src="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-ab3gTb8xb3dLg.gif" style="display: none;" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/03/syukur.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-1516" height="116" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2011/03/syukur.jpg?w=181&amp;amp;h=116" title="syukur" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;Bersyukur  artinya berterimakasih kepada yang memberi nikmat/hadiah kepada kita  melalui hati yang tulus, dengan pujian secara lisan, dan perbuatan yang  menyenangkan si pemberi nikmat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mendapat kurnia dari Allah, hendaklah kita ucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada empat perkara, barangsiapa  memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam  naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya&amp;nbsp;  “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan&amp;nbsp;  “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan&amp;nbsp;  “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata&amp;nbsp; “Inna lillahi  wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-1512"&gt;&lt;/span&gt;Jika kita  bersyukur/berterimakasih atas nikmat Allah, niscaya Allah akan menambah  nikmatNya kepada kita. Jika tidak, maka kita akan disiksa olehNya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu  memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah  (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka  sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”&amp;nbsp; [Ibrahim 7]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika  kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha  Mengetahui. “ [An Nisaa’ 147]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah?&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ  أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ  وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ&amp;nbsp;تَشْكُرُونَ&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut  ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu  pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”&amp;nbsp;(QS. An Nahl:  78)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi  kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu  bersyukur” [Al Mu’minuun 78]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba kita renungi diri kita. Siapakah  yang telah menciptakan kedua mata kita? Kedua telinga kita? Mulut kita?  Kaki dan tangan kita? Allah bukan? Mengapakah kita tidak mau bersyukur?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekedar untuk membeli frame dan lensa  saja bisa habis jutaan rupiah. Mata kita tentu nilainya jauh di atas  itu. Mengapa kita tidak bersyukur?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat orang sakit jantung, dia bisa  menghabiskan ratusan juta rupiah untuk mengobatinya. Bukankah kita  seharusnya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan jantung kepada  kita secara Cuma-Cuma?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita amati orang tua kita, anak-anak kita, istri kita, semua itu Allah yang menciptakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula dengan bumi dan langit beserta seluruh isinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat  Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah  benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nahl 18]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itulah Luqman menasehati anaknya untuk bersyukur kepada Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami berikan  hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa  yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk  dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya  Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”&amp;nbsp; [Luqman 12]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk bersyukur kepada Allah, hendaknya kita mengucapkan Alhamdulillah sebagaimana hadits yang di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ucapkan juga dzikir kepada Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir:  Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka  wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”&lt;br /&gt;(Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang  Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat  itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap  syukur hanya untuk-Mu)&lt;br /&gt;Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang  mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa  syukur.”&amp;nbsp;(HR. Abu Daud no.5075, dihasankan oleh Syaikh Abdul Qadir Al  Arnauth dalam tahqiqnya terhadap kitab&amp;nbsp;Raudhatul Muhadditsin)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia  berkata: Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi  Wasallam, lalu Nabi bersabda: ‘Atas hujan ini, ada manusia yang  bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata:  ‘Inilah rahmat Allah’. Orang yang kufur nikmat berkata: ‘Oh pantas saja  tadi ada tanda begini dan begitu’”&amp;nbsp;(HR. Muslim no.243)&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya”&amp;nbsp;(QS. Adh Dhuha: 11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya kita bekerja demi Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa  yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung  dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap  (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur  (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima  kasih. “ [Saba’ 13]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi kerap shalat begitu lama untuk bersyukur kepada Allah. Beliau sering shalat malam/tahajjud dan juga shalat dhuha:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya  mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa engkau  sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah  lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah,  bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’”&amp;nbsp;(HR. Bukhari  no.1130, Muslim no.2820)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu’alaihi Wasallam&amp;nbsp;bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan,  karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian  kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia  bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia  bersabar, dan itu baik baginya”&amp;nbsp;(HR. Muslim no.7692)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya kita bertakwa kepada Allah. Artinya menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi larangan Allah:&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam  peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang  lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu  mensyukuri-Nya”&amp;nbsp;(QS. Al Imran: 123)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah cara untuk mensyukuri nikmat Allah  adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara  sampainya nikmat Allah kepada kita. Nabi&amp;nbsp;Shallallahu’alaihi  Wasallam&amp;nbsp;bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang tidak berterima kasih kepada  manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”&amp;nbsp;(HR. Tirmidzi  no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, mengucapkan terima  kasih adalah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam.  Nabi&amp;nbsp;Shallallahu’alaihi Wasallam&amp;nbsp;bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang diberikan satu  kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan: ‘Jazaakallahu  khayr’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu  telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya”&amp;nbsp;(HR. Tirmidzi  no.2167, ia berkata: “Hadits ini hasan jayyid gharib”)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senantiasa Qana’ah atau merasa cukup atas nikmat yang telah Allah berikan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jadilah orang yang wara’, maka engkau  akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah,  maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”&amp;nbsp;(HR. Ibnu Majah  no. 4357, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lakukan Sujud Syukur:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits  Radhiallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh  untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah”(HR. Abu Daud  no.2776, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwa Al Ghalil)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdo’alah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahumma a’inni ‘ala dzukrika wa syukrika wa huni ‘ibadatika&lt;br /&gt;“Ya Allah aku memohon pertolonganmu agar Engkau menjadikan aku hamba  yang senantiasa berdzikir, bersyukur dan beribadah kepadamu dengan baik”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Referensi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://buletin.muslim.or.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-3419777619354575097?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/3419777619354575097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/bersyukur-kepada-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3419777619354575097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/3419777619354575097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/bersyukur-kepada-allah-swt.html' title='Bersyukur kepada ALLAH SWT'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-6448893081717164154</id><published>2011-04-19T16:10:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T16:10:07.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Maka... Menikahlah....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bismillahi  rahman ni rahim...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(dengan        menyebut nama Allah  yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya   amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya  setiap orang   mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang  hijrahnya   kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan  Rasul-Nya,   dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan  didapatkan atau   wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan  apa yang dia   niatkan.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (HR.                     Bukhari             Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya  ibadah (amalan) yang  pertama kali dihisab di&amp;nbsp;hari  kiamat&amp;nbsp;kelak adalah  sholat, jika sholatnya  baik, maka baiklah seluruh  amal perbuatannya,  dan jika sholatnya buruk  (cacat), maka akan  rusaklah seluruh amal  perbuatannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR.  Thabrani)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;MENIKAHLAH!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190012_203573569661175_100000256004384_750581_4666081_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan  nikahkanlah orang-orang yang sendirian di  antara  kamu, dan orang-orang  yang layak (menikah) dari hamba sahayamu  yang  lelaki dan hamba-hamba  sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN   ALLAH AKAN MENGKAYAKAN  MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas   (pemberianNya) dan Maha  Mengetahui."&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan  segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat  kebesaran Allah." &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Maha  Suci Allah  yang telah  menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik  dari apa yang  ditumbuhkan  oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari  apa yang tidak  mereka  ketahui." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Yaa Siin (36) : 36)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Bagi  kalian Allah  menciptakan  pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis  kalian sendiri,  kemudian  dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi  kalian anak cucu   keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang  baik-baik." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An  Nahl (16) : 72) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Dan  diantara tanda-tanda  kekuasaanNya ialah Dia  menciptakan untukmu  isteri-isteri dari jenismu  sendiri, supaya kamu  cenderung dan merasa  tenteram kepadanya, dan  dijadikanNya diantaramu  rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya pada yang  demikian itu benar-benar  terdapat tanda-tanda  bagi kaum yang  berpikir." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Ar. Ruum (30) : 21) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan  orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,  sebahagian mereka   (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi  sebahagian yang lain. Mereka   menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf,  mencegah dari yang munkar,   mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan  mereka taat kepada Allah dan   Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat  oleh Allah ; sesungguhnya Allah   Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Wahai   manusia, bertaqwalah kamu  sekalian kepada Tuhanmu yang telah  menjadikan  kamu satu diri, lalu Ia  jadikan daripadanya jodohnya,  kemudian Dia  kembangbiakkan menjadi  laki-laki dan perempuan yang banyak  sekali." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs.  An Nisaa (4) : 1) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Wanita  yang baik adalah untuk lelaki  yang baik.  Lelaki yang baik untuk wanita  yang baik pula (begitu pula  sebaliknya).  Bagi mereka ampunan dan reski  yang melimpah (yaitu :  Surga)." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nuur  (24) : 26). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"..Maka  nikahilah wanita-wanita  (lain) yang kamu senangi  dua, tiga, atau  empat. Kemudian jika kamu  takut tidak akan dapat berlaku  adil, maka  (nikahilah) seorang saja.." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nisaa' (4) : 3) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Dan   tidaklah patut bagi laki-laki  yang mukmin dan tidak pula bagi  perempuan  yang mukminah apabila Allah  dan RasulNya telah menetapkan  suatu  ketetapan akan ada bagi mereka  pilihan yang lain tentang urusan  mereka.  Dan barangsiapa mendurhakai  Allah dan RasulNya maka  sesungguhnya dia  telah berbuat kesesatan yang  nyata." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Al Ahzaab (33) : 36) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku  !&lt;strong&gt;." &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Empat macam diantara  sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian,  bersiwak dan menikah."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi). &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dari Aisyah, &lt;em&gt;"Jika  ada manusia  belum hidup bersama  pasangannya, berarti hidupnya akan  timpang dan tidak  berjalan sesuai  dengan ketetapan Allah SWT dan orang  yang menikah  berarti melengkapi  agamanya." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Hakim dan Abu Dawud). &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa  diberi  Allah seorang  istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong  separoh  agamanya. Dan  hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya."  &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.  Baihaqi)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr Ibnu As,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Tiga  golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a.  Orang yang berjihad /  berperang di  jalan Allah. b. Budak yang menebus  dirinya dari tuannya.  c.Pemuda / i  yang menikah karena mau menjauhkan  dirinya dari yang  haram." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.  Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Wahai   generasi muda ! Bila  diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia  nikah,  karena mata akan  lebih terjaga, kemaluan akan lebih  terpelihara." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.  Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud). &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Kawinlah  dengan wanita yang   mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya  aku akan membanggakan   kamu sebagai umat yang terbanyak." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Abu Dawud). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Saling  menikahlah  kamu, saling  membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah  (keturunan).  Sesungguhnya  aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di  tengah umat yang  lain." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Shalat  2 rakaat yang diamalkan  orang yang sudah  berkeluarga lebih baik,  daripada 70 rakaat yang  diamalkan oleh jejaka  (atau perawan)." &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Seburuk-buruk  kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah  yang tidak menikah." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Bukhari). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Diantara  kamu semua yang paling   buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian  kamu semua yang paling   hina adalah kematian orang yang memilih hidup  membujang." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Abu Ya'la  dan Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda :&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.  Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;br /&gt;2. Melanjutkan generasi  muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;3. Mewujudkan keluarga Muslim  menuju masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;5.  Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri  dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;br /&gt;6. Agar kaya  (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;br /&gt;7. Meluaskan  kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan  kekeluargaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan  makin bertambah yakin setelah istikharah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda :&lt;br /&gt;2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk  shaum).&lt;br /&gt;3. Termasuk tathhir (mensucikan diri).&lt;br /&gt;4. Secara materi, Insya  Allah siap.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;(Qs. At Thalaq (65) : 7) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut  kemampuannya."&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit  Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free  sex.&lt;br /&gt;* Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;br /&gt;* Tidak tenangnya  Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih  sayang bagi orang yang menikah.&lt;br /&gt;*  Menanggung dosa di akhirat kelak,  karena tidak dikerjakannya  kewajiban  menikah saat syarat yang Allah dan  RasulNya tetapkan  terpenuhi.&lt;br /&gt;* Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan  jenis yang bukan mahramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ahmad) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;  "Barangsiapa  beriman  kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia  bersunyi sepi berduaan   dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya,  karena yang menjadi   pihak ketiganya adalah syaitan."&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;(HR. Thabrani dan  Baihaqi)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Sungguh   kepala salah  seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi   lebih baik,  daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya."&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;..Astaghfirullahaladzim..&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Na'udzubillahi min dzalik..&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai  berikut ini :&lt;br /&gt;* Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar  yang disandang: Ir, DR, SE, SH, ST, ds.&lt;br /&gt;*  Pesta pernikahan yang wah /  mahar yang tinggi, sebab merupakan   kebanggaan tersendiri, bukan di  selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai   dengan kemampuan yang dimiliki.  (Pernikahan hendaklah dilandasi   semata-mata hanya mencari ridha Allah  dan RasulNya. Bukan di campuri   dengan harapan ridha dari manusia  (sanjungan, tidak enak kata orang).   Saya yakin sekali.. bila Allah ridha  pada apa yang kita kerjakan, maka   kita akan selamat di dunia dan di  akhirat kelak.)&lt;br /&gt;* Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan  orang tua.&lt;br /&gt;*  Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi,  padahal  justru  dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal  yang  haram, dan  semakin semangat menyelesaikan kuliah. Memperbaiki Niat :   Innamal  a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan   kecenderungan  pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang   dituntut yang  penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa  yang  menikahkan  (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun  buruk  agama dan  akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu   dibarakahi-Nya, Siapa  yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya,   Allah akan  menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya  karena   kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang  menikahi   wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan  kerendahan  padanya,  Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga  pandangan  dan  nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang,  Allah  senantiasa  memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."  &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Thabrani). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Janganlah  kamu menikahi wanita  karena kecantikannya, mungkin saja  kecantikan itu  membuatmu hina.  Jangan kamu menikahi wanita karena harta /  tahtanya  mungkin saja harta  / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan  tetapi  nikahilah wanita  karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita  yang  shaleh, meskipun  buruk wajahnya adalah lebih utama." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ibnu  Majah)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Janganlah kalian menikahi kerabat dekat,  sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan  fisiknya)." &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah  bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya  perempuan itu dinikahi  orang karena agamanya,  kedudukan, hartanya, dan  kecantikannya ; maka  pilihlah yang beragama." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim dan Tirmidzi). &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Niat dalam Proses Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masalah  niat tak  berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus   menyertai berbagai  urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.   Mulai dari memberi  mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan   walimah. Walimah lebih  dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang   walimah hari ketiga  termasuk riya'.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu  nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nisaa (4) : 4). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah  yang paling ringan maharnya." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan  sanad yang shahih). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah  bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana  belanjanya (maharnya)." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ahmad). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW pernah berjanji :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Jangan   mempermahal nilai mahar.  Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia   dan takwa di sisi Allah,  maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali   pernikahannya." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Ashhabus Sunan). &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Abu  Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Ditakhrij dari An Nasa'i)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Subhanallah.. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses  pernikahan mempengaruhi  niat. Proses pernikahan yang sederhana  dan  mudah insya Allah akan  mendekatkan kepada bersihnya niat,  memudahkan  proses pernikahan bisa  menjernihkan niat. Sedangkan  mempersulit proses  pernikahan akan  mengkotori niat.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor  kambing." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Pernikahan haruslah memenuhi kriteria  Lillah, Billah, dan Ilallah. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus  karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keua : &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Proses  dan caranya  harus Billah, sesuai dengan ketentuan  dari  Allah..  Termasuk  didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses  menuju  jenjang   pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketiga :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  Terakhir Ilallah,  tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan  Allah.   Sehingga dalam  penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah  ;   misalnya : adanya  pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak    berlebih-lebihan,  tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat    biasanya  standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak    dicontohkan  oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak    disandingkan,  adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka    wa baroka  'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah    membarakahi  kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak    bersalaman  dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan   janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang   pertama" &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Al Ahzab (33))&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Meraih  Pernikahan Rohani Jika seseorang  sudah dipenuhi dengan  kecintaan dan  kerinduan pada Allah, maka ia akan  berusaha mencari  seseorang yang sama  dengannya. Secara psikologis,  seseorang akan  merasa tenang dan tentram  jika berdampingan dengan orang  yang sama  dengannya, baik dalam  perasaan, pandangan hidup dan lain  sebagainya.  Karena itu,  berbahagialah seseorang yang dapat merasakan  cinta Allah  dari pasangan  hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah  hadir  secara penuh.  Mereka saling mencintai bukan atas nama diri  mereka,  melainkan atas  nama Allah dan untuk Allah. Betapa indahnya  pertemuan  dua insan yang  saling mencintai dan merindukan Allah.  Pernikahan  mereka bukanlah  semata-mata pertemuan dua insan yang  berlainan jenis,  melainkan  pertemuan dua ruhani yang sedang meniti  perjalanan menuju  Allah,  kekasih yang mereka cintai. Itulah yang  dimaksud dengan  pernikahan  ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"KALAU KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH,  PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA."&lt;/em&gt;... (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;http://kejora.xtgem.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-6448893081717164154?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/6448893081717164154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/maka-menikahlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6448893081717164154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6448893081717164154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/maka-menikahlah.html' title='Maka... Menikahlah....'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-8219948887714782202</id><published>2011-04-19T15:36:00.002+07:00</published><updated>2011-04-19T15:36:47.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Nafkah Untuk Sang Isteri menurut Islam</title><content type='html'>Hindun  binti Utbah pernah datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi    wa  sallam mengadukan kesulitannya karena suaminya tidak memberikan    nafkah  yang cukup untuknya dan anak-anaknya. Ia terpaksa mengambil  harta    suaminya tanpa sepengetahuannya untuk mencukupi kebutuhan. Maka     Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Ambillah (dari harta suamimu) apa yang mencukupimu dan anak-anakmu  dengan cara yang baik" [1] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEWAJIBAN SUAMI MEMBERI NAFKAH KELUARGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kisah  di atas mengilustrasikan kepada kita, bahwa suami memiliki    kewajiban  yang telah Allah tetapkan dan  begitu urgen, sekaligus  sebagai   hak   isteri yang wajib untuk dipenuhi. Kemampuan memberi  nafkah ini   juga  yang menjadi salah satu alasan mengapa kaum lelaki  lebih utama dari    kaum wanita. Namun mungkin banyak diantara kaum  muslimin yang tidak    memahami masalah penting ini. Terlebih pada masa  dewasa ini, di tengah    maraknya upaya pengaburan norma-norma agama,  banyak faktor yang ikut    mempengaruhi perubahan pola pikir kaum  Muslimin; kebodohan terhadap    ajaran agama adalah salah satu sebab  utama, disamping sikap membeo    kepada orang-orang di luar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI NAFKAH MENURUT ULAMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama memberikan satu batasan tentang makna nafkah. Diantaranya     sebagaimana disebutkan dalam Mu’jamul Wasith, yaitu apa-apa yang     dikeluarkan oleh seorang suami untuk keluarganya berupa makanan,     pakaian, tempat tinggal, dan yang selainnya [2].  Nafkah ini juga     mencakup keperluan isteri sewaktu melahirkan, seperti pembiayaan bidan     atau dokter yang menolong persalinan, biaya obat serta rumah sakit.     Termasuk juga didalamnya adalah pemenuhan kebutuhan biologis isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum  memberi nafkah keluarga ini wajib atas suami, berdasarkan    nash-nash  Al Qur’an, Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta    Ijma’  ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Hendaklah  orang yang mampu memberi nafkah menurut  kemampuannya. Dan   orang yang  disempitkan rizkinya hendaklah memberi  nafkah dari apa yang   telah  Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah  memikulkan beban kepada    seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah  Allah berikan kepadanya.    Allah kelak akan memberikan kelapangan  setelah kesempitan".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Ath Thalaq :   7] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Juga firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan  cara yang baik".&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;[Al Baqarah : 233]. &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jabir mengisahkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Bertaqwalah  kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya  mereka ibarat   tawanan di  sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan  amanah Allah dan   kalian  halalkan kemaluan mereka dengan kalimat  Allah. Mereka memiliki   hak  untuk mendapatkan rezki dan pakaian dari  kalian".[3] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas  ulama, diantaranya Ibnu Qudamah, berpendapat bahwa kewajiban    suami  memberi nafkah juga berlaku bagi isterinya dari kalangan wanita     Kitabiah (Ahlul Kitab) jika ia memiliki isteri dari golongan mereka,     berdasarkan keumuman nash-nash yang mewajibkan suami memberi nafkah     isteri.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEUTAMAAN MEMBERI NAFKAH KEPADA KELUARGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah  Allah Azza wa Jalla memerintahkan satu perkara, melainkan    perkara itu  pasti dicintaiNya dan memiliki keutamaan di sisiNya serta    membawa  kebaikan bagi para hamba. Termasuk masalah memenuhi nafkah    keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui  lisan RasulNya Shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah Azza wa    Jalla  telah menjelaskan tentang keutamaan memberi nafkah kepada    keluarga.  Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dinar  yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang  engkau infakkan   untuk  membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan  kepada orang   miskin,  dan dinar yang engkau nafkahkan kepada  keluargamu, pahala yang   paling  besar adalah dinar yang engkau  nafkahkan untuk keluargamu" [5]. &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Apa  yang engkau berikan untuk memberi makan dirimu  sendiri, maka itu    adalah sedekah bagimu, dan apa yang engkau berikan  untuk memberi makan    anakmu, maka itu adalah sedekah bagimu, dan apa  yang engkau berikan    untuk memberi makan orang tuamu, maka itu adalah  sedekah bagimu. Dan apa    yang engkau berikan untuk memberi makan  isterimu, maka itu adalah    sedekah bagimu, dan apa yang engkau berikan  untuk memberi makan    pelayanmu, maka itu adalah sedekah bagimu".[6] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Al  Hafizh Ibnul Hajar Al Asqalani berkata,”Memberi nafkah kepada     keluarga merupakan perkara yang wajib atas suami. Syari’at menyebutnya     sebagai sedekah, untuk menghindari anggapan bahwa para suami yang  telah    menunaikan kewajiban mereka (memberi nafkah) tidak akan  mendapatkan    balasan apa-apa. Mereka mengetahui balasan apa yang akan  diberikan bagi    orang yang bersedekah. Oleh karena itu, syari’at  memperkenalkan  kepada   mereka, bahwa nafkah kepada keluarga juga  termasuk sedekah  (yang berhak   mendapat pahala, Pen). Sehingga tidak  boleh memberikan  sedekah kepada   selain keluarga mereka, sebelum  mereka mencukupi nafkah  (yang wajib)   bagi keluarga mereka, sebagai  pendorong untuk lebih  mengutamakan sedekah   yang wajib mereka  keluarkan (yakni nafkah kepada  keluarga, Pen) dari   sedekah yang  sunnat.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah satu  hal yang sangat tidak logis, apabila ada suami yang    makan-makan  bersama teman-temannya, mentraktir mereka karena ingin    terlihat hebat  di mata mereka, sementara anak dan isterinya di rumah    mengencangkan  perut menahan lapar. Dimanakah sikap perwira dan tanggung    jawabnya  sebagai suami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga tidak kalah penting  untuk diingat, bahwa suami wajib    memberi nafkah dari rizki yang halal.  Jangan sekali-kali memberi  nafkah   dari jalan yang haram, karena  setiap daging yang tumbuh dari  barang  yang  haram berhak mendapat siksa  api neraka. Sang suami akan  dimintai   pertanggungan jawaban tentang  nafkah yang diberikan kepada  keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KAPAN KEWAJIBAN MEMBERI NAFKAH BERAWAL?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para  ulama kalangan Hanafiah berpendapat, kewajiban memberi nafkah ini     mulai dibebankan ke pundak suami setelah berlangsungnya akad nikah  yang    sah; meskipun sang isteri belum berpindah ke rumah suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar  pendapat mereka, diantara konsekuensi dari akad yang sah, ialah    sang  isteri menjadi tawanan bagi suaminya. Dan apabila isteri menolak     berpindah ke rumah suaminya tanpa ada udzur syar’i setelah suaminya     memintanya, maka ia tidak berhak mendapat nafkah dikarenakan isteri     telah berbuat durhaka (nusyuz) kepada suaminya dengan menolak  permintaan    suaminya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama dari kalangan  Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Hanabilah    berpendapat, kewajiban nafkah  belum jatuh kepada suami hanya dengan  akad   nikah semata-mata.  Kewajiban itu mulai berawal ketika sang  isteri  telah  menyerahkan  dirinya kepada suaminya, atau ketika sang  suami telah   mencampurinya,  atau ketika sang suami menolak memboyong  isterinya ke   rumahnya,  padahal sang isteri telah meminta hal itu  darinya.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JENIS-JENIS NAFKAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenis  nafkah yang wajib, yaitu segala sesuatu yang dibutuhkan oleh sang     isteri serta keluarganya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qudamah.     Termasuk kategori nafkah wajib ini -tanpa ada perselisihan ulama-     meliputi kebutuhan primer, seperti makanan, minuman, pakaian dan tempat     tinggal, perhiasan serta sarana-sarana dan peralatan yang dibutuhkan     isteri untuk memenuhi kebutuhan primernya, juga pemenuhan kebutuhan     biologisnya. Semua itu wajib dipenuhi oleh suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  kebutuhan selain itu, seperti biaya pengobatan dan pengadaan    pembantu  rumah tangga, terdapat silang pendapat di kalangan ulama.    Mayoritas  ahli fiqh berpendapat, biaya pengobatan isteri tidak wajib    bagi suami.  Demikian juga dengan pengadaan pembantu rumah tangga, tidak    wajib  bagi suami, kecuali jika hal itu (memberikan pembantu rumah    tangga)  sudah menjadi satu hal yang lumrah dalam keluarga sang isteri,    ataupun  di kalangan keluarga-keluarga lain di kaumnya. Namun yang    penting  harus diperhatikan, pengadaan pembantu rumah tangga ini juga    tidak  terlepas dari kesanggupan suami untuk memenuhinya. Jika tidak    mampu  memberikan pembantu rumah tangga untuk isterinya, maka tidak  wajib    bagi suami untuk mengadakannya, karena Allah tidak membebani  seseorang    di luar kesanggupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah menarik yang bisa  dijadikan pelajaran bagi para isteri.    Fathimah binti Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam  pernah  mengadu   kepada ayahnya tentang  luka-luka di tangannya yang  dikarenakan   pekerjaannya berkhidmah kepada  suami. Wanita mulia ini  mendengar, telah   datang seorang budak kepada  Nabi Shallallahu 'alaihi  wa sallam. Namun   saat itu Fathimah tidak  menjumpai Beliau  Shallallahu 'alaihi wa sallam.    Akhirnya Fathimah  menceritakan hal  itu kepada ‘Aisyah. Ketika Beliau    Shallallahu  'alaihi wa sallam  datang, ‘Aisyah menceritakan pengaduan   Fathimah  kepada Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali berkata: Ketika Beliau datang  mengunjungi kami, dan pada saat itu    kami bersiap-siap hendak tidur.  Kami pun bangun mendengar kedatangan    Beliau, namun Beliau  berkata,"Tetaplah kalian berdua di tempat  kalian.”   Beliau datang dan  duduk diantara aku dan Fathimah, hingga  aku bisa   merasakan dinginnya  kedua telapak tangan Beliau di perutku.  Beliau   Shallallahu 'alaihi wa  sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;em&gt;Maukah kutunjukkan kepada kalian  berdua sesuatu yang  lebih baik   daripada yang kalian berdua minta?  Jika kalian hendak  tidur, maka   ucapkanlah tasbih tiga puluh tiga kali,  tahmid tiga puluh  tiga dan   takbir tiga puluh empat kali. Itu lebih  baik bagi kalian  daripada   seorang pelayan.[9] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ali  berkata,”Sejak saat itu aku tidak pernah meninggalkannya.” Dia  (Ali)    ditanya,”Juga pada malam perang Shiffin?” Ali menjawab,”Juga  pada  malam   perang Shiffin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TEKNIS PEMBERIAN NAKAH KELUARGA DAN KADARNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar membawakan penjelasan ulama ketika  menjelaskan teknis pemenuhan nafkah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  yang telah diketahui oleh kaum muslimin, baik dulu maupun sekarang,     bahwa suami wajib memberi nafkah untuk dirinya dan keluarganya,     menyediakan segala hal yang dibutuhkan oleh isteri serta anak-anaknya.     Kebiasaan manusia pada umumnya tidak mengharuskan suami memberikan     nafkah setiap hari, baik harta (uang) ataupun makanan, pakaian dan yang     sejenisnya (artinya pemenuhan tersebut bersifat fleksibel, sesuai    dengan  tuntutan kebutuhan keluarga, Pen). Demikian juga teknis    pemenuhan ini,  tidak disandarkan kepada kadar nafkah serta (tidak pula)    mewajibkan  suami memberikan nafkah secara taradhin (saling ridha),    ataupun  berdasarkan keputusan hakim; kecuali jika terjadi perselisihan    di antara  suami-isteri yang disebabkan suami tidak memberikan nafkah    kepada  keluarga karena kekikirannya, atau karena kepergiannya atau  pun   karena  ketidaksanggupannya memberi nafkah. Maka pada kondisi  seperti   ini,  pemenuhan nafkah keluarga disandarkan kepada hukum  secara suka   sama suka  (taradhin) atau berdasarkan keputusan  hakim.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  penjelasan di atas, dapatlah diambil kesimpulan, pemenuhan nafkah     isteri ini dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan     keluarganya. Artinya, sang suami boleh memberikan sejumlah harta serta     hal-hal lain yang dibutuhkan keluarganya, secara per hari, per pekan     ataupun per bulan dengan kadar yang disanggupinya, sebagai nafkah bagi     keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah kadar nafkah ini, sebenarnya  terdapat silang pendapat    diantara para ulama. Siapakah yang menjadi  barometer untuk menentukan    kadar nafkah tersebut? keadaan isteri atau  keadaan suami, ataukah    keadaan keduanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama dari  kalangan Hanabilah berpendapat, kadar nafkah diukur sesuai    dengan  kondisi suami-isteri. Jika keduanya termasuk golongan yang    dimudahkan  rizkinya oleh Allah (artinya sama-sama berasal dari keluarga    berada),  maka wajib bagi suami memberi nafkah dengan kadar yang  sesuai   dengan  keadaan keluarga mereka berdua. Jika keduanya berasal  dari   keluarga  miskin, maka kewajiban suami memberi nafkah sesuai  dengan   keadaan  mereka. Namun, jika keduanya berasal dari keluarga  yang berbeda    tingkat ekonominya, maka kewajiban suami adalah  memberikan nafkah   sesuai  dengan kadar keluarga kalangan menengah.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  para ulama kalangan Hanafiah, Malikiyah dan Syafi’iyyah    berpendapat,  barometer yang dijadikan acuan untuk menentukan kadar     nafkah yang  wajib diberikan suami adalah keadaan suami itu sendiri,    berdasarkan  firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Hendaklah orang yang  mampu memberi nafkah menurut  kemampuannya. Dan   orang yang disempitkan  rizkinya hendaklah memberi  nafkah dari apa yang   telah Allah  karuniakan kepadanya. Allah tidaklah  memikulkan beban kepada   seseorang  melainkan (sekedar) apa yang telah  Allah berikan kepadanya.   Allah  kelak akan memberikan kelapangan  setelah kesempitan".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Ath Thalaq  :  7] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini diperkuat dengan penafsiran Imam Ibnu Katsir tentang makna  lafazh (بِالْمَعْرُوفِ) pada ayat berikut.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan  cara yang baik".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Al Baqarah : 233] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Katsir berkata,”Yakni sesuai dengan keadaan umum yang diterima     kalangan para isteri di negeri mereka, tanpa berlebih-lebihan ataupun     pelit, sesuai dengan kesanggupannya dalam keadaan mudah, susah ataupun     pertengahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil lain yang memperkuat pendapat mereka ialah firmanNya Azza wa  Jalla.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan  hendaklah kamu berikan suatu pemberian kepada  mereka. Orang yang    mampu sesuai dengan kemampuannya dan orang yang  miskin sesuai dengan    kemampuannya pula, yaitu pemberian menurut yang  patut".&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; [Al   Baqarah:236]. &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar  kesanggupannya"&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt; [Al Baqarah : 286] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas telah menjadikan beban taklif (kewajiban) memberi  nafkah sesuai dengan kadar kesanggupan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NAFKAH ISTERI DALAM KONDISI YANG BERBEDA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara  umum, isteri memiliki hak nafkah dari suaminya. Namun terkadang,    ada  beberapa kondisi yang membuat sang isteri kehilangan haknya    tersebut.  Berikut ini adalah penjelasan sebagian kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1). Nafkah Bagi Isteri Yang Bekerja Di Luar Rumah.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian  ulama fiqh kontemporer berpendapat, isteri yang bekerja (di    luar  rumah) tetap berhak mendapat nafkah dari suaminya, jika ia bekerja     dengan izin dari suaminya. Namun apabila ia bekerja tanpa mendapat  izin    dari suaminya, maka ia tidak berhak mendapatkan nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang  hal ini, ketika menjelasan alasan, mengapa isteri yang bekerja    di  luar rumah tidak mendapat nafkah, Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar     berkata,”Pendapat yang benar adalah, wanita yang bekerja tidak berhak     mendapat nafkah. Karena suami mampu mencegahnya dari bekerja dan keluar     dari  rumah (dengan mencukupi nafkahnya), dan (menetapnya isteri di     rumah suami) merupakan hak suaminya. Kewajiban suami memberi nafkah     kepada isteri disebabkan karena status isteri yang menjadi tawanan     suaminya dan ia wajib meluangkan waktunya untuk suaminya. Jika sang     isteri bekerja (tanpa izin suaminya) dan mendapatkan uang, maka sebab     yang menjadikan suami wajib memberikan nafkah kepadanya telah gugur.”     [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2). Nafkah Isteri Yang Durhaka Kepada Suaminya (Nusyuz).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika  sang isteri berbuat durhaka kepada suaminya, seperti menolak untuk     tidur bersama, keluar dari rumah suami tanpa seizinnya, atau menolak     bepergian bersama suaminya, maka sang isteri tidak berhak mendapat     nafkah serta tempat tinggal. Demikian ini pendapat jumhur Ahli Ilmu,     seperti: Asy Sya’bi, Hammad, Malik, Al Auza’i, Syafi’i, serta Abu  Tsaur.    Sedangkan Al Hakam berpendapat, isteri yang nusyuz tetap  berhak    mendapat nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al Mundzir berkata,”Aku tidak  mengetahui seorang pun yang    menyelisihi pendapat jumhur ini, kecuali  Al Hakam. Sepertinya ia    berhujjah bahwa kedurhakaan seorang isteri  tidak menggugurkan haknya    untuk mendapatkan mahar setelah adanya akad,  maka demikian pula dalam    hal nafkah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr  mensyaratkan nusyuz yang menggugurkan hak isteri untuk    mendapat  nafkah, yaitu bila tidak disertai kehamilan sang isteri. Ia     berkata,”Istri yang durhaka kepada suaminya setelah ia dicampuri,     gugurlah kewajiban suami untuk memberikan nafkah kepadanya, kecuali jika     ia hamil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pernyataan ini, Dr Umar Sulaiman Al  Asyqar berkata,”Dan ini    adalah pensyaratan yang shahih, karena nafkah  yang diberikan kepada    isteri yang hamil tersebut adalah untuk anaknya.  Dan hal itu tidak    mungkin tersampaikan kepada anak, kecuali dengan  memberi nafkah kepada    isterinya (ibu sang bayi)."[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3). Nafkah Bagi Isteri Yang Dicerai.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesepakatan para ulama, perlu diperhatikan beberapa catatan  penting menyangkut nafkah isteri yang dicerai.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  isteri dicerai sebelum terjadinya persetubuhan, maka sang isteri     tidak berhak mendapat nafkah, karena tidak ada masa iddah baginya,     bedasarkan firman Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Hai  orang-orang yang beriman apabila kamu menikahi  wanita-wanita   beriman,  kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu  mencampurinya, maka    sekali-kali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu  yang kamu minta untuk    menyempurnakannya".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Al Ahzab : 49]. &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wajib atas suami memberikan nafkah kepada isteri yang dithalak raj’i  [16].&lt;br /&gt;Ibnu  Abdil Barr berkata,”Tidak ada perselisihan diantara ulama, bahwa     wanita yang dithalak raj’i  berhak mendapat nafkah dari suaminya, baik     mereka dalam keadaan hamil ataupun tidak; karena mereka masih  berstatus    sebagai isteri yang berhak mendapat nafkah, tempat tinggal  serta  harta   warisan selama mereka dalam masa ‘iddah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita  hamil yang dithalak ba’in [17]  ataupun yang suaminya meninggal,    wajib  diberikan nafkah sampai ia melahirkan anaknya, berdasarkan  firman    Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Dan jika mereka  (isteri-isteri yang dicerai itu)  sedang hamil, maka   berikanlah kepada  mereka nafkahnya sampai mereka  melahirkan".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Ath   Thalaq : 6].[18] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jadi  wanita yang dithalak ba’in dalam keadaan hamil, ia berhak    mendapatkan  nafkah karena sebab kehamilannya tersebut, (bukan karena    ‘iddahnya)  sampai ia melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika sang isteri menyusui anak  suaminya tersebut setelah dicerai,    maka ia berhak mendapat upah,  berlandaskan firman Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Maka  jika mereka menyusukan anak-anakmu untukmu, maka  berikanlah mereka    upahnya, dan musyawarahkanlah segala sesuatudengan  baik".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[Ath Thalaq :   6] &lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana  dikatakan oleh Imam Adh Dhahak,”Jika sang suami mencerai    isterinya,  dan ia memiliki anak dari isterinya itu, kemudian isterinya    tersebut  menyusui anaknya, maka sang isteri berhak mendapat nafkah  dan   pakaian  dengan cara yang ma’ruf.”[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika sang isteri tidak sedang hamil (ketika dithalak ba’in), maka  ia tidak berhak mendapat nafkah dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  hadits dari Fatimah binti Qais, ketika ia diceraikan    suaminya.  Kemudian ketika ia meminta nafkah, suaminya menolak    memberinya.  Akhirnya ia meminta fatwa kepada Nabi Shallallahu 'alaihi  wa   sallam  tentang hal ini. Maka Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam    bersabda.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Tidak ada lagi kewajiban atas suamimu untuk memberimu nafkah dan tempat  tinggal". [20] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JIKA SUAMI TIDAK MAMPU MEMBERI NAFKAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam  As Sarkhasi berkata,”Setiap wanita telah ditetapkan untuknya  bagian    dari nafkah atas suaminya. Baik suaminya masih muda, tua  ataupun    suaminya miskin dan tidak mampu untuk memberi nafkah, maka  (ketika itu)    ia (isteri) diperintahkan untuk menghutangi suaminya,  (yakni nafkah   yang  belum ia terima menjadi hutang suaminya yang harus  ia tunaikan   kepada  isterinya. Kemudian hendaklah ia kembali kepada  suaminya, dan   hakim  tidak boleh menahannya, jika ia mengetahui  ketidakmampuannya   untuk  memberi nafkah kepada isterinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama  kalangan Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah    berpendapat, isteri  diberi pilihan untuk tetap bersama suami dalam    kemiskinannya itu atau  bercerai dari suaminya, dan suami tidak dibebani    kewajiban untuk  memberi nafkah selama ia tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai nafkah yang terhutang, apakah tetap menjadi hutang tanggungan  suaminya selama ia berada dalam masa sulitnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  masalah ini terdapat perselisihan di kalangan ulama. Ulama    kalangan  madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat, bahwa nafkah    tersebut  tetap menjadi hutang tanggungan suami. Sedangkan ulama madzhab     Malikiyah berpendapat, gugurnya kewajiban memberi nafkah tersebut     disebabkan ketidakmampuan suami.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HUKUM SUAMI YANG MEMINTA KEMBALI NAFKAH YANG TELAH IA BERIKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila  seorang suami telah memberikan nafkah kepada isterinya,  kemudian   ia  menceraikan isterinya tersebut atau ia meninggal, maka  seorang  suami   tidak boleh meminta kembali nafkah yang  telah  diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  An Nawawi menjelaskan,”Jika sang isteri telah mendapat nafkah,     kemudian isteri tersebut meninggal pada pertengahan hari, maka tidak     boleh (bagi suami) untuk meminta kembali nafkah yang telah diberikannya     tersebut. Akan tetapi harta isterinya tersebut dibagi-bagikan kepada     ahli waris yang berhak menerima. Dan jika isteri meninggal, atau ia     dithalaq ba’in  oleh suaminya pada pertengahan hari, sedangkan dia  pada    awal hari tersebut (sebelum ia meninggal atau dithalaq) belum     mendapatkan nafkah dari suaminya, maka nafkah tersebut menjadi hutang     suami yang wajib ia tunaikan.”[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANCAMAN BAGI SUAMI YANG BAKHIL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentang  suami yang bakhil ini, telah datang banyak nash yang memuat    ancaman  baginya. Diantaranya ialah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa    sallam  berikut.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Cukuplah sebagai dosa bagi suami yang menyia-nyiakan orang yang menjadi  tanggungannya."[23] &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah  para hamba berada dalam waktu pagi, melainkan ada dua  malaikat   yang  turun. Salah satu dari mereka berdoa,”Ya, Allah.  Berikanlah  kepada   orang yang menafkahkan hartanya balasan yang lebih  baik,”  sedangkan   malaikat yang lain berdoa,”Ya, Allah. Berikanlah  kebinasaan  kepada  orang  yang menahan hartanya (tidak mau  menafkahkannya).”[24] &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakhil  dan kikir adalah sifat tercela yang dilarang Allah Azza wa  Jalla.    Allah Azza wa Jalla  telah memberikan ancaman berupa  kebinasaan dan    dosa bagi suami yang tidak mau memenuhi nafkah  keluarganya, padahal ia    mampu untuk memberinya. Hal ini bisa kita  fahami, karena memberi nafkah    keluarga adalah perintah syari’at yang  wajib ditunaikan suami.  Apabila   seorang suami bakhil dan tidak mau  memenuhi nafkah anak serta   isterinya,  berarti ia telah bermaksiat  kepada Allah dengan  meninggalkan  kewajiban  yang Allah bebankan  kepadanya, sehingga ia  berhak mendapat  ancaman siksa  dari Allah.  Wal’iyadzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  sebagian ulasan berkenaan kewajiban suami, yang menjadi    pilar  diantara pilar-pilar rumah tangga. Semoga Allah Azza wa Jalla     senantiasa membimbing kaum muslimin seluruhnya, sehingga mampu     menjalankan setiap kewajiban secara konsekwen sesuai tuntunan syari’at,     untuk mewujudkan cita-cita rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah.     Amin, Allahumma, Amin. (Az Zarqa’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;http://arfiangaban.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-8219948887714782202?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/8219948887714782202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/nafkah-untuk-sang-isteri-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8219948887714782202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/8219948887714782202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/nafkah-untuk-sang-isteri-menurut-islam.html' title='Nafkah Untuk Sang Isteri menurut Islam'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-217161235261938236</id><published>2011-04-19T15:23:00.002+07:00</published><updated>2011-04-19T15:23:55.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Harta Dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pada dasarnya  harta punya sifat yang saling bertolak belakang.    Kadang-kadang dapat  menyelamatkan pemiliknya, namun tak sedikit pula    mencelakakan. Oleh  sebab itu Islam telah mengatur bagaimana caranya    seorang muslim dapat  memanfaatkan harta yang dimilikinya itu agar    berguna bagi kehidupan  dunia dan akhirat. Belumlah lengkap jika harta    itu hanya dinikmati  untuk kepentingan duniawi dan sama sekali tak    berpengaruh pada  kehidupan akhirat. Keduanya harus mendapat porsi yang    seimbang.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/163812_185582554793610_100000256004384_616581_4015132_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Harta   bukan suatu tujuan hidup. Bukan suatu sebab untuk mencapai    kebahagiaan. Kalau seseorang menempatkan harta sebagai tujuan hidup dan    menganggap segalagalanya, maka ia akan sering mendapatkan kesulitan    daripada kedamaian hati. Tujuan hidup adalah melaksanakan suatu    kewajiban-kewajiban. Adapun harta benda yang kita miliki merupakan    sarana untuk mendukung pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. Kita    beribadah perlu harta. Orang tak akan bisa membangun masjid, menyantuni    yatim piatu, berzakat dan bersedekah dan berangkat haji tanpa didukung    oleh sarana harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang orang jadi  tergila-gila oleh harta benda. Ia membanting   tulang dan memeras  keringat, tak kenal siang atau malam, tak kenal  kawan  atau lawan asal  tujuannya tercapai. Kalau harta sudah didapat,  ia ingin  lebih banyak  lagi dan ingin terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukannya memburu harta  membuat dirinya lupa terhadap kewajiban.   Ibadahnya jadi malas. Bahkan  hatinya jadi kikir. Harta yang terkumpul   sangat dicintainya sehingga  enggan mengeluarkan sedekah atau berzakat.   Orang-orang yang demikian  ini justru jadi budak hartanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah  beruntung orang kaya yang mampu mengendalikan harta   kekayaannya.  Dimanfaatkan untuk jalan kebaikan, gemar bersedekah,   berzakat,  menunaikan ibadah haji, infak, menyantuni yatim piatu dan   sebagainya.  Semakin banyak hartanya semakin sering pula ia bersyukur   pada Allah.  Ibadahnya pun jadi lebih tekun. Orang-orang yang demikian   ini sadar  kalau harta yang didapatkan semata-mata karena kemurahan  Allah  sehingga  dimanfaatkan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitabnya, Al  Maal Fil Islam, DR Muhammad Mahmud Bably  berpendapat,  harta tercela  menurut Islam yaitu harta yang dijadikan  obyek tujuan,  dan bagi pemilik  harta menjadikan harta itu sebagai  perlindungan  terhadap harta yang  ditimbunnya atau yang  disembunyikannya. Kemudian  menahan terhadap orang  lain dan pemanfaatan  harta yang seharusnya  beredar dari tangan yang  satu ke tangan  lainnya. Sehingga akan timbul  sifat kikir atau  memejamkan mata.  Sebagaimana pula agama Islam melarang  sifat yang  berlebih-lebihan dan  sifat mubadzir, dan Islam mengajak  kepada sifat  cukup atau seimbang  dalam segala hal. Allah berfirman, “Dan  orang-orang  yang apabila  membelanjakan (harta) mereka tidak  berlebih-lebihan dan  tidak (pula)  kikir tetapi (pembelanjaan itu) di  tengah-tengah antara  yang  demikian.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu untuk mendapatkan rezeki  yang halal, harta yang berkah   dan terus bertambah maka mulai sekarang  kita harus berhati-hati dalam   berikhtiar. Mencari, nafkah atau rezeki  itu gampang-gampang susah.   Kadang-kadang seseorang sudah berhati-hati,  namun suatu ketika ia  lengah  sehingga memungut harta yang tidak halal,  atau cara mencarinya   melanggar syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya  harta yang baik adalah jika diperoleh dari cara yang halal   dan  dimanfaatkan menurut tempatnya. Sebuah hadis riwayat lbnu Umara  ra.   dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dunia itu  bagaikan   tumbuh tumbuhan yang menarik. Barangsiapa yang mencari harta  dunia dari   harta yang halal, kemudian dibelanjakan sesuai dengan  haknya, maka  Allah  Taala akan memberi pahala dan akan dimasukkan ke  surga. Dan  barangsiapa  yang mencari harta dunia, bukan dari harta yang  halal dan  dibelanjakan  bukan pada haknya, maka Allah akan menempatkan  ke dalam  tempat yang  hina. Dan banyak orang yang ambisi dalam mencari  di jalan  Allah dan  Rasulnya yang masuk ke dalam api neraka pada hari  kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta  itu pada hakikatnya halal. Namun bisa saja berubah menjadi  tercela  dan  mencelakakan pemiliknya. Sebab jika seseorang mencarinya  dengan  cara  yang tidak halal, maka kedudukan harta itu menjadi haram.  Apabila  harta  haram itu dimakan maka sari-sari makanan akan bercampur  menjadi  darah.  Kalau sudah bercampur dengan darah dan setiap saat  mengalir ke  sekujur  tubuh, maka sulitlah seseorang untuk mensucikan  sesuatu yang  haram  itu. Pada akhirnya kelak di akhirat akan menjadi  siksaan baginya.   Perlulah disadari bahwa sesungguhnya harta itu pada  dasarnya merupakan   sarana dan ladang bagi kehidupan akhirat.  Barangsiapa yang   mendapatkannya dengan cara halal, lalu dimanfaatkan  untuk kebaikan,   misalnya menafkahi keluarga, sebagian disisihkan untuk  fi sabilillah,   maka harta akan menjadi sangat bermanfaat. Kelak akan  menjadi penolong   di akhirat. tags: sejarah islam dan nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.freetaskatcampuss.co.cc/2010/06/harta-dalam-pandangan-islam.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.freetaskatcampuss.co.cc/2010/06/harta-dalam-pandangan-islam.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep  Harta dan Ekonomi dalam Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/165540_185582928126906_100000256004384_616582_6006450_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Islam mempunyai pandangan yang jelas mengenai harta dan  kegiatan ekonomi. Pandangan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.         Pemilik mutlak terhadap sesuatu yang ada di muka  bumi ini,   termasuk harta benda, adalah Allah. Kepemilikan oleh manusia  hanya   bersifat relative, sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola  dan   memanfaatkan seuai dengan ketentuanNya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“berimanlah  kamu kepada Allah dan RosulNya dan  nafkahkanlah  sebagian dari harta  kamu yang Allah telah menjadikan kamu  menguasainya.  Maka orang-orang  yang beriman di antara kamu dan  menafkahkan (sebagian)  hartanya  mendapatkan pahala yang bear.”&lt;/em&gt; (al-Hadid : 70)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“… dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah  yang dikaruniakan-Nya kepada kalian…”&lt;/em&gt; (an-Nuur : 33)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda, &lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“seseorang  pada hari akhir nanti pasti akan ditanyakan  tentang  empat hal:usianya  untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa   dipergunakan, hartanya dari  mana didapatkan dan untuk apa dipergunakan   dan ilmunya untuk apa dia  pergunakan.” &lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt; (HR Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.        Status harta  yang dimiliki manusia adalah sebagai berikut.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;a.    Harta sebagai  amanah (titipan) dari Allah.&lt;br /&gt;Manusia  hanyalah pemegang amanah karena ia  tidak mampu mengadakan  benda dari  tiada. Dalam bahasa Eintein, manusia  tidak mampu  menciptakan energy.  Yang mampu manusia lakukan adalah  mengubah satu  energy ke bentuk  energilain. Pencipta awal dari segala  energy yaitu  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Harta sebagai  perhiasan hidup.&lt;br /&gt;Manusia memiliki kecenderungan yang kuat untuk  memiliki, menguasai, dan menikmati harta.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;dijadikan   indah pada pandangan manusia kecintaan pada  apa yang diingini, yaitu   wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak  dari jenis emas, perak, kuda   pilihan, binatang-binatang ternak, dan  sawah adang. Itulah kesenangan   hidup didunia dan disisi Allah-lah  tempat kembali yang baik (surga).”&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  perhiasan hidup, harta sering menyebabkan keangkuhan, kesombongan, serta  kebanggan diri.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui  batas karena dia melihat dirinya serba cukup.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(al-‘Alaq : 6-7)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;c.     Harta sebagai  ujian keimanan. Hal ini terutama menyangkut soal  cara  mendapatkan dan  memanfaatkannya, apakah sesuai dengan ajaran  Islam  ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah  sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&amp;nbsp; (al-Anfaal : 28)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;d.     Harta sebagai  bekal ibadah. Harta adalah untuk melaksanakan   perintahNya dan  melaksanakan muammalah sesame manusia, melalui kegiatan   zakat, infak,  dan sedekah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“berangkatlah  kamu  dalam keadaan merasa ringan ataupun  meraas berat dan berjihadlah  dengan  harta dan dirimu dijalan Allah.  Yang demikian itu adalah lebih  baik  bagimu jika kamu mengetahui.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;(at-Taubah : 41)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.         Pemilikan  harta dapat dilakukan antara lain  melalui usaha atau  mata pencaharian  yang halal dan sesuai dengan  aturanNya. Banyak ayat  al-Qur’an dan hadits  nabi yang mendorong umat  Islam bekerja mencari  nafkah secara halal.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka  berjalanlah di muka bumi ini dan makanlah sebagian dari rezekiNya.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&amp;nbsp; (al-Mulk : 13)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah dijalan Allah  sebagian daria usahamu yang baik…”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;(al-Baqarah : 267)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakan  juga dalam hadits nabi, antara lain,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“sesungguhnya  Allah mencintai hambaNya yang bekerja.   Barangsiapa yang bekerja keras  mencari nafkah yang halah untuk   keluarganya, maka sama seperti mujahid  dijalan Allah.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&amp;nbsp; (HR Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“mencari rezeki yang halal adalah wajib setelah kewajiban  yang lain.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;(HR Thabrani)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.         Dilarang  mencari harta, berusaha atau bekerja  yang dapat  melupakan kematian,  melupakan zikrullah (tidak ingat kepada  Allah  dengan segala  ketentuannya), melupakan shalat dan zakat, serta   memusatkan kekayaan  hanya pada sekeolompok orang kaya saja.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk  ke dalam kubur.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;(at-Takasur : 1-2)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“hai  orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu  dan  anak-anakmu  melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang   berbuat  demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;(al-Munafiquun : 9)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.         Dilarang  menempuh usaha yang haram, seperti melalui  kegiatan  riba, perjudian, dan  berjual beli barang yang dilarang atau  haram.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“hai  orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman  khamar,  judi, berhala,  mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan  syetan.  Maka jauhilah  perbuatan-perbuatan itu agar kamumendapat  keberuntungan.  Sesungguhnya  setan itu bermaksud hendak menimbulkan  permusuhan dan  kebencian  diantara kamu lantaran meminum khamar dan  berjudi itu, dan  menghalangi  kamu dari mengingat Allah dan shalat;maka  berhentilah kamu  dari  mengerjakan pekerjaan itu.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(al-Maidah :  90-91)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;Jenis   kegiatan lain yang  dilarang antara lain, mencuri, merampok,   penggasaban, curang dalam  takaran dan timbangan atau melalui cara-cara   yang batil dan merugikan  serta suap menyuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; http://www.kaesyar.co.cc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-217161235261938236?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/217161235261938236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/harta-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/217161235261938236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/217161235261938236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/harta-dalam-pandangan-islam.html' title='Harta Dalam Pandangan Islam'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-6454044052162949037</id><published>2011-04-18T16:34:00.000+07:00</published><updated>2011-04-18T16:34:07.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>Tanda-tanda Ajal akan menjemput</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/163134_185844988100700_100000256004384_619924_397815_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Semua   yang bernyawa pasti akan mati. Apakah kita sudah mempersiapkan  diri   untuk menyambut kematian itu datang menjemput kita?? Bahkan kita  tak   tahu kapan kita akan mati. Tapi ada tanda-tanda yang mungkin bisa  kita   rasakan saat ajal kita sudah dekat &amp;amp; ada baiknya kita merenungi    tanda – tanda kematian ini agar saat ajal menjemput, kita sudah siap    menyambutnya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tanda – tanda sebelum kematian itu datang :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. TANDA 100 HARI SEBELUM HARI MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini  adalah tanda pertama dari Alloh SWT kepada hambanya dan hanya  akan   disadari oleh mereka – mereka yang dikehendaki-Nya. Walau   bagaimanapun  semua orang Islam akan mendapat tanda ini tergantung pada   mereka, sadar  atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda ini akan terjadi biasanya sesudah waktu  Ashar. Seluruh tubuh   dari ujung rambut sampai ujung kaki akanmengalami  getaran/seakan – akan   menggigil. Contoh : Seperti sapi yang baru  disembelih, jika  diperhatikan  dengan teliti, kita akan mendapati seakan  – akan daging  itu bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang sadar &amp;amp;  berdetik di hati ‘mungkin ini adalah   tanda kematian, maka getaran ini  akan berhenti &amp;amp; hilang setelah  kita  sadar akan kehadiran tanda ini.  Bagi mereka yang tidak diberi  kesadaran  atau mereka yang hanyut dengan  kenikmatan dunia tanpa  memikirkan  kematian, tanda ini akan lenyap  begitu saja tanpa ada  manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sadar akan tanda  ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk   memanfaatkan masa yang ada  untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan   urusan yang akan  ditinggalkan sesudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. TANDA 40 HARI SEBELUM MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanda  ini juga berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusat tubuh kita   akan  berdenyut – denyut. Pada saat ini, daun yang bertuliskan nama kita   akan  gugur dari pohon yang letaknya di atas Arsy Alloh SWT. Maka   malaikat  maut akan mengambil daun tersebut &amp;amp; mulai mempersiapkan   segala  sesuatunya atas kita, diantaranya ia akan mulai mengikuti kita    sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya malaikat maut ini akan  memperlihatkan wajahnya   sekilas. Jika ini terjadi, mereka yang terpilih  akan merasakan seakan –   akan bingung seketika. Adapun malaikat maut  ini wujudnya hanya  seseorang  tapi kemampuannya untuk mencabut nyawa  adalah bersamaan  dengan jumlah  nyawa yang akan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. TANDA 7 HARI SEBELUM MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun  tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan    penyakit/sakit, di mana orang sakit yang jarang mau makan tiba – tiba    berselera makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. TANDA 3 HARI SEBEBLUM MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada  waktu ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita. Jika   tanda  ini bisa dirasakan, maka berpuasalah kita supaya perut kita tidak    mengandung banyak najis &amp;amp; ini akan memudahkan orang yang akan    memandikan kita.&lt;br /&gt;Saat ini, bola mata kita tidak akan bersinar lagi  &amp;amp; bagi orang   yang sakit, bagian hidungnya akan perlahan – lahan  jatuh, ini dapat   dilihat jika kita melihatnya dari samping. Telinganya  akan layu, di   bagian ujung – ujungnya akan berangsur – angsur masuk ke  dalam. Telapak   kakinya yang terjulur akan perlahan – lahan jatuh ke  depan &amp;amp;  sukar  di tegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. TANDA 1 HARI SEBELUM MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akan  datang setelah waktu Ashar. Kita akan merasakan satu denyutan di    bagian belakang, yaitu di bagian ubun – ubun, yang menandakan kita    tidak akan sempat menemui waktu Ashar hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. TANDA AKHIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita  akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusat &amp;amp; hanya   akan  turun ke pinggang &amp;amp; seterusnya akan naik ke bagian  tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  waktu ini hendaklah kita terus mengucap kalimat Syahadat &amp;amp;   berdiam  diri menantikan kedatangan malaikat maut. Sebaiknya bila sudah   merasa  tanda yang akhir sekali, mengucap dalam diam &amp;amp;jangan lagi   bercakap –  cakap.&lt;br /&gt;Inilah tanda – tanda akhir dimana maut mulai menjemput  kita.   Wallaahu’alam, kita semua tidak ada yang tahu, tapi setidaknya  kita   mempunyai gambaran kapan kematian itu akan segera menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;pusatummat.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wallahu   a’lam bish-shawabi...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(hanya                                                                                                                                                                                                                                                                                     Allah                                                                yang                               Mahatahu                                                                                    Kebenarannya)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Catatan                        ini       kami        tujukan    untuk      kami    pada               khususnya&lt;br /&gt;dan                 untuk      semua             pembaca   pada             umumnya...&lt;br /&gt;Jika                                                                                                                                            terjadi                                                             kesalahan                                        dan                                        kekurangan                                    disana-sini                                                       dalam                                                            catatan                                                                                                                ini...&lt;br /&gt;Itu                                                                 hanyalah                      dari                                                                  kami...&lt;br /&gt;dan                                                                                      kepada                            Allah                         SWT.,                                              kami                                      mohon                                                                       ampunan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga                                                                                                                     Allah                             SWT.                                                                         memberi                                                                     kekuatan                                         untuk                                           kita                                                               amalkan...       Amin&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wassalam...&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7075661164063208710-6454044052162949037?l=van-explore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://van-explore.blogspot.com/feeds/6454044052162949037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/tanda-tanda-ajal-akan-menjemput.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6454044052162949037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7075661164063208710/posts/default/6454044052162949037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://van-explore.blogspot.com/2011/04/tanda-tanda-ajal-akan-menjemput.html' title='Tanda-tanda Ajal akan menjemput'/><author><name>Explorel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7075661164063208710.post-2445549417044100682</id><published>2011-04-16T22:11:00.000+07:00</published><updated>2011-04-16T22:11:27.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petunjuk'/><title type='text'>CERITA RASULULLAH SAW TENTANG IMAM MAHDI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZltRvXwzJzU/TARknNF4jXI/AAAAAAAABhA/-zIOskzzauw/s1600/azzam_1024x768.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477613671481380210" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZltRvXwzJzU/TARknNF4jXI/AAAAAAAABhA/-zIOskzzauw/s400/azzam_1024x768.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Telah bersabda &lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Rasulullah" style="background-image: none; text-decoration: none;" title="Rasulullah"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Rasululla&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Rasulullah" style="background-image: none; text-decoration: none;" title="Rasulullah"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; s.a.w, “&lt;i&gt;Sungguh,  bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila  kezaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah s.w.t. akan  mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti  namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapaku (Muhammad bin Abdullah).  Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana  ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan  kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setitis pun dari  titisan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari  tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau  8 tahun, atau 9 tahun&lt;/i&gt;.” (HR. Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;i&gt;Telah  bersabda Rasulullah s.a.w, “Pada akhir zaman akan muncul seorang  khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan  selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”  (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;HADIS KEMUNCULAN IMAM MAHDI DAN CIRI-CIRINYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: sans-serif; font-size: 100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&l
